<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012</id><updated>2012-01-20T23:48:59.385-08:00</updated><category term='domain'/><title type='text'>Alim Bahri</title><subtitle type='html'>Jika saya telah berhenti melakukan kesalahan berarti saya telah berhenti belajar !</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alim-bahri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-6955838643738142423</id><published>2012-01-20T23:31:00.000-08:00</published><updated>2012-01-20T23:49:01.592-08:00</updated><title type='text'>Secure Network</title><content type='html'>Menghubungkan komputer ke dalam jaringan sangatlah beresiko. Namun tidak ada pilihan lain bagi perusahaan / institusi / perorangan untuk tidak menghubungkan komputernya ke jaringan internet. Karena relasi, konsumen, vendor, karyawan atau pemilik usaha lain ada di sana.&lt;br /&gt;Dengan menghubungkan komputer ke dalam jaringan akan berpotensi mendatangkan ancaman berupa hackers, spies, kriminal dan kompetitor. Mereka secara terus menerus melakukan usaha pencurian atau perusakan atas aset dan properti intelektual yang berupa informasi milik perusahaan.&lt;br /&gt;   Perusahaan atau institusi tidak akan dapat menghindari ancaman tersebut. Yang dapat dilakukan hanyalah melindungi jaringan agar tidak dapat dengan mudah ditembus oleh lawan. Salah satu usaha untuk melindungi keamanan jaringan adalah dengan VPN (Virtual Private Network).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;VPN yaitu menghubungkan dua titik dalam network yang berbeda, yang memungkinkan data rahasia dapat terkirim dengan aman di dalam jaringan.&lt;br /&gt;VPN melakukan pengamanan jaringan dengan cara membuat semacam kanal / lorong maya. Lorong VPN tersebut menghubungkan 2 komputer atau network yang digunakan untuk mentransmisikan data dalam internet dengan aman. Lorong ini tidaklah nyata, tetapi berupa lorong / kanal imajiner yang keamanannya dibangun dengan cara menyandi / mengenkrip data yang ditransmisikan dalam network.&lt;br /&gt;VPN merupakan alternatif yang murah dan efektif untuk penggunaan komunikasi data dalam jaringan khusus / privat, VPN membuat koneksi yang aman dengan menggunakan penyandian standar dan tehnik otentikasi IP Security, yang mana saat dioperasikan akan terlihat sama persis dengan koneksi langsung internet.&lt;br /&gt;   VPN dapat digunakan untuk membuat jaringan yang aman, efisien dan efektif antara kantor pusat dengan cabang atau dengan staf yang sedang bertugas di lapangan, sepanjang terdapat jaringan internet. Jaringan internet diperlukan karena VPN beroperasi dengan menggunakan medium internet.&lt;br /&gt;Terdapat 2 cara standar untuk membangun koneksi VPN yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. VPN Gateway ke VPN Gateway;&lt;br /&gt;2. Komputer dengan aplikasi VPN Client yang mendukung IP Security ke VPN Gateway.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   VPN Gateway akan membuat lorong atau kanal diantara dua titik jaringan. Salah satu titik jaringannya dapat berupa VPN Gateway juga, atau komputer dengan aplikasi VPN Client yang mendukung IP Sec. Koneksi tersebut akan membuat data dapat ditransmisikan dengan aman diantara kedua titik jaringan itu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa VPN sangat dibutuhkan…?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selain berbagai kemudahan dan fleksibilitas yang diperoleh oleh komputer yang terhubung ke jaringan internet, hubungan itu akan juga menumbuhkan potensi ancaman yang ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Pengamanan jaringan yang pertama adalah dengan memasang sebuah firewall sebagai penyaring. Karena firewall akan melindungi data di dalam Local Area Network (LAN). Namun firewall tidak dapat melindungi data yang ditransmisikan keluar dari LAN. Yang dapat melindungi data saat ditransmisikan keluar dari LAN menuju LAN lainnya adalah VPN.&lt;br /&gt;Metode yang sering dilakukan para Hacking&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1) MAC address spoofing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Paket data yang ditransmisikan dalam jaringan selalu didahului oleh packet header. Packet header ini berisi source dan informasi tujuannya, agar paket tersebut dapat ditransmisikan dengan efisien. Hackers seringkali memanfaatkan informasi tersebut untuk melakukan spoof (mengambil) MAC address yang ada di dalam jaringan. Dengan MAC address hasil spoof ini, hackers dapat menangkap informasi yang sesungguhnya diperuntukkan untuk orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2) Data sniffing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Data sniffing adalah salah satu metode hackers untuk mendapatkan data dalam jaringan yang tidak diberi pengaman. Banyak tools yang dibuat untuk melakukan kegiatan ini yang memungkinkan seseorang dapat membuka data dengan sangat jelas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3) Man in the middle attack&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekali hackers sukses melakukan spoof dan snif maka hackers telah menjadi man in the middle attack. Dan data yang ditransmisikan menjadi tidak dapat dijamin keamanannya dan keotentikannya.&lt;br /&gt;   Metode serangan terhadap informasi akan terus berkembang, tanpa pengamanan yang memadai, data dan informasi akan menjadi sasaran serangan yang sangat mudah. VPN hanyalah salah satu cara pengamanan jaringan. Masih diperlukan cara dan tingkat pengamanan lainnya untuk membuat data benar-benar aman dan terjamin keontentikannya.&lt;br /&gt;“semoga Bermanfaat”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-6955838643738142423?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6955838643738142423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6955838643738142423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2012/01/secure-network.html' title='Secure Network'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-6391191731945926685</id><published>2010-03-11T18:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T18:52:36.347-08:00</updated><title type='text'>Microsoft Office 2007 Berbahasa Indonesia</title><content type='html'>Belajar menjalankan software aplikasi di computer terkadang terhambat dengan adanya bahasa asing yang belum fasih kita kuasai. Dengan Microsoft Office 2007 kita dapat mengubah bahasa inggris pada perintah perintah yang ada mejadi bahasa Indonesia, ini akan sangat berguna sekali bagi kita, adik teman dan anak-anak kita untuk memahami perintah perintah ini. Dalam artikel ini kita akan membahas mengupdate bahasa inggris di office 2007 mejadi bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Microsoft Office Language Interface Pack 2007 – Bahasa Indonesia menyediakan antarmuka pemakai Indonesia untuk: Microsoft Office Excel 2007, Microsoft Office Outlook 2007, Microsoft Office PowerPoint 2007, Microsoft Office Word 2007.&lt;br /&gt;Persyaratan Sistem: Sistem Operasi yang Didukung Windows Vista; Windows XP Service Pack 2. Perangkat lunak yang diperlukan: Versi Inggris dari setiap ragam Microsoft Office 2007 mengandung Excel, Outlook, Powerpoint atau Word. Keperluan ruang diska: Sebagai tambahan ruang diska yang digunakan oleh program-program Office 2007 yang terinstalasi saat ini, diperlukan 20 megabytes (MB) dari ketersediaan ruang diska.&lt;br /&gt;Menginstal unduh ini:&lt;br /&gt;1. Mengunduh LanguageInterfacePack.exe di alamat http://office.microsoft.com/en-us/downloads/HA011133501033.aspx&lt;br /&gt;2. Klik pada Indonesia-Microsoft Office Language Interface Pack 2007 Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;3. Klik Download pada LanguageInterfacePack.exe dengan ukuran file 14.2 Mb.&lt;br /&gt;4. Setelah selesai Download Klik-ganda pada LanguageInterfacePack.exe berkas program pada diska keras anda untuk memulai program pengesetan.&lt;br /&gt;5. Ikuti instruksi pada layar untuk menyelesaikan instalasi.&lt;br /&gt;6. Setelah instalasi selesai restart aplikasi Microsoft office 2007 anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk pemakaian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memindahkan Antarmuka pemakai anda ke bahasa dari Microsoft Office Language Interface Pack 2007 - Bahasa Indonesia, ikutilah tahap-tahap berikut:&lt;br /&gt;1. Luncurkan Pengesetan Bahasa Microsoft Office 2007 dari Mulai\Semua Program\Microsoft Office\Alat Microsoft Office menu.&lt;br /&gt;2. Pilihlah Tampilan Bahasa tab dan di dalam Tampilkan menu Microsoft Office dan kotak dialog pada: daftar turun-bawah, pilihlah bahasa yang ingin anda tampilkan. Bahasa yang telah anda pilih seharusnya menjadi tampilan utama sekarang.&lt;br /&gt;3. di dalam Tampilan Bahasa tab anda mempunyai opsi agar tampilan pada Office sesuai dengan tampilan Windows anda. Bahasa Windows anda saat ini akan mendaftarkan untuk anda. Jika anda ingin agar tampilan Office sesuai dengan tampilan Windows anda pilihlah Atur tampilan bahasa Microsoft Office untuk menyesuaikan tampilan bahasa Windows kotak tick. Setelan ini akan mengesampingkan pilihan yang telah anda lakukan pada Tampilan menu Microsoft Office dan kotak dialog daftar.&lt;br /&gt;4. di dalam Bahasa Pengeditan tab pilihlan bahasa yang perlu anda aktifkan dari Bahasa Pengeditan yang Tersedia daftar and klik Tambah. Bahasa yang telah anda pilih seharusnya telah terdaftar di dalam Aktifkan Bahasa Pengeditan daftar.&lt;br /&gt;5. Di dalam Bahasa Pengeditan tab pilihlah bahasa yang anda perlukan sebagai Bahasa Pengeditan Utama anda dari Bahasa Pengeditan Utama daftar.&lt;br /&gt;6. Klik pada OK tombol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelan bahasa yang anda pilih hanya akan berlaku saat anda memulai ulang applikasi Office anda.&lt;br /&gt;Catatan: Bantuan tidak dapat dipindahkan ke bahasa dari Microsoft Office Language Interface Pack 2007 – Bahasa Indonesia. Bantuan akan selalu tetap pada bahasa dari instalasi asli anda.&lt;br /&gt;Selalu setel tampilan bantuan anda dalam daftar turun-bawah ke bahasa utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencopot unduh ini:&lt;br /&gt;Ikuti tahap-tahap tersebut pada Windows XP Edisi Home atau Professional:&lt;br /&gt;1. Keluar dari semua program.&lt;br /&gt;2. Klik-ganda pada Menambah atau Mencopot Program ikon dalam panel kontrol Windows.&lt;br /&gt;3. klik Microsoft Office Language Interface Pack 2007 di dalam Program yang terinstal saat ini kotak, kemudian klik Copot tombol.&lt;br /&gt;4. Ikuti instruksi pada layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikuti tahap-tahap tersebut pada Windows Vista:&lt;br /&gt;1. Keluar dari semua program.&lt;br /&gt;2. Klik-ganda pada Program dan Fitur ikon di dalam Windows Panel Kontrol.&lt;br /&gt;3. Pada Hapus instalasi atau Ubah Program opsi, klik Microsoft Office Language Interface Pack 2007 – Bahasa Indonesia di dalam Program yang terinstal saat ini kotak, kemudian pilih Hapus instalasi opsi.&lt;br /&gt;4. Ikuti instruksi pada layar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-6391191731945926685?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6391191731945926685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6391191731945926685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2010/03/microsoft-office-2007-berbahasa.html' title='Microsoft Office 2007 Berbahasa Indonesia'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-7309739033425509823</id><published>2009-09-09T20:53:00.000-07:00</published><updated>2009-09-09T20:57:46.522-07:00</updated><title type='text'>Catatan Konfigurasi Proxy Server Ubuntu</title><content type='html'>Sebelumnya, pastikan proses internet gateway (routing)sudah berjalan dalam komputer ini.&lt;br /&gt;eth0  digunakan untuk ip internet&lt;br /&gt;eth1, ip LAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Instalasi&lt;br /&gt;Pertama-tama install terlebih dahulu squid melalui synaptic atau melalui command prompt dengan cara :&lt;br /&gt;# apt-get install squid&lt;br /&gt;Setelah selesai maka Squid langsung dapat di konfigurasikan dengan cara :&lt;br /&gt;# vi /etc/squid/squid.conf&lt;br /&gt;Tetapi sebelum di edit terlebih dahulu backup dulu file aslinya agar kalau rusak bisa dikembalikan ke default :&lt;br /&gt;# cp /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.bak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Konfigurasi Squid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya konfigurasi script Squid :&lt;br /&gt;# vim /etc/squid/squid.conf&lt;br /&gt;Akan muncul file konfigurasi squid yang sangat panjang, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan….&lt;br /&gt;a. HTTP Port : Merupakan port yang digunakan untuk menjalankan Squid&lt;br /&gt;# http_port 3128&lt;br /&gt;http_port 192.168.10.1:8080&lt;br /&gt;#log dan error&lt;br /&gt;access_log /var/log/squid/access.log squid&lt;br /&gt;error_directory /usr/share/squid/errors&lt;br /&gt;logfile_rotate 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Visible Host Name&lt;/span&gt; : Agar jika terjadi error Squid dapat menemukan hostname yang valid&lt;br /&gt;visible_hostname localhost&lt;br /&gt;localhost bisa diganti menjadi ip (e.g 192.168.10.254) atau domain seperti proxykoe.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Cache Manager :&lt;/span&gt; Untuk mendefinisikan email address dari Cache Manager Squid&lt;br /&gt;cache_mgr admin@domain.com&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;d. Direktori Cache Squid &lt;/span&gt;: Mendefinisikan letak direktori squid beserta besarannya.&lt;br /&gt;Angka 500 menunjukkan ukuran direktori dalam MB&lt;br /&gt;Angka 16 menunjukkan jumlah sub direktori tingkat 1&lt;br /&gt;Angka 256 menunjukkan jumlah subdirektori tingkat 2 dari subdirektori tingkat 1&lt;br /&gt;Jumlah diatas makin besar makin baik&lt;br /&gt;cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;e. Filtering :&lt;/span&gt; Ini merupakan bagian terpenting dari Squid, dengan ini kita bisa mngatur rule-rule, dari mulai siapa saja yang bisa mengakses internet sampai website apa yang diizinkan untuk di akses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Access List (acl) : Siapa saja yang dapat mengakses Internet&lt;br /&gt;acl all src all&lt;br /&gt;acl manager proto cache_object&lt;br /&gt;acl localnet src 192.168.10.1/255.255.255.0&lt;br /&gt;#############################################################&lt;br /&gt;### BANDWIDTH MANAJEMEN&lt;br /&gt;##############################################################&lt;br /&gt;acl admin src "/etc/squid/admin&lt;br /&gt;acl situs url_regex "/etc/squid/situs"&lt;br /&gt;acl download urlpath_regex "/etc/squid/download"&lt;br /&gt;#################################################################&lt;br /&gt;acl denied_domains dstdomain "/etc/squid/denied_domains.acl"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http_access allow manager localhost&lt;br /&gt;http_access deny manager&lt;br /&gt;# Only allow purge requests from localhost&lt;br /&gt;http_access allow purge localhost&lt;br /&gt;http_access deny purge&lt;br /&gt;http_access allow localhost&lt;br /&gt;http_access allow admin&lt;br /&gt;http_access deny workhours denied_domains&lt;br /&gt;http_access allow localnet&lt;br /&gt;http_access deny all&lt;br /&gt;# Deny requests to unknown ports&lt;br /&gt;http_access deny !Safe_ports&lt;br /&gt;# Deny CONNECT to other than SSL ports&lt;br /&gt;http_access allow CONNECT !SSL_ports&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#delay pools 0,  untuk bandwidth management&lt;br /&gt;delay_pools 3&lt;br /&gt;delay_class 1 1&lt;br /&gt;delay_class 2 1&lt;br /&gt;delay_class 3 1&lt;br /&gt;#unlimitted access untuk admin&lt;br /&gt;delay_parameters 1 -1/-1&lt;br /&gt;delay_access 1 allow admin&lt;br /&gt;delay_access 1 deny all&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;#pembatasan kecepatan akses untuk “situs” dimana kecepatan maksimum hanya 2kbps jika #besarnya situs lebih dari 64kB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;delay_parameters 2 2000/64000&lt;br /&gt;delay_access 2 allow situs&lt;br /&gt;delay_access 2 deny all&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;#pembatasan kecepatan akses untuk “download” dimana kecepatan maksimum hanya 1kbps jika #besarnya download lebih dari 32kB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;delay_parameters 3 1000/32000&lt;br /&gt;delay_access 3 allow download&lt;br /&gt;delay_access 3 deny all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keluar dari squid.conf dan menyimpan yang sudah dirubah dengan perintah&lt;br /&gt;:wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana dan apa saja yang membatasi akses sudah kita nyatakan perintahnya dan Access List,&lt;br /&gt;acl admin src "/etc/squid/admin&lt;br /&gt;maka yang pertama kita lakukan adalah membuat dan menuliskan apa saja yang dalam “admin”, dengan cara:&lt;br /&gt;vim /etc/squid/admin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;192.168.10.26&lt;br /&gt;192.168.10.5&lt;br /&gt;192.168.10.4&lt;br /&gt;192.168.10.100&lt;br /&gt;192.168.10.102&lt;br /&gt;192.168.10.157&lt;br /&gt;192.168.10.249&lt;br /&gt;192.168.10.250&lt;br /&gt;192.168.10.15&lt;br /&gt;192.168.10.14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dan simpan, dengan perintah, :wq&lt;br /&gt;Maka IP-IP di atas, adalah IP yang mendapat hak penuh sebagai admin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acl situs url_regex "/etc/squid/situs"&lt;br /&gt;-- vim /etc/squid/situs&lt;br /&gt;gudangupload&lt;br /&gt;easyshare&lt;br /&gt;savefile&lt;br /&gt;megaupload&lt;br /&gt;share&lt;br /&gt;boxing&lt;br /&gt;tube&lt;br /&gt;movie&lt;br /&gt;facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dan simpan, dengan perintah, :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;acl download urlpath_regex "/etc/squid/download", diedit dengan perintah:&lt;br /&gt;vim /etc/squid/download, dan dituliskan&lt;br /&gt;./doc$&lt;br /&gt;./exe$&lt;br /&gt;./pdf$&lt;br /&gt;./xls$&lt;br /&gt;./docx$&lt;br /&gt;./mpeg$&lt;br /&gt;./tar.gz$&lt;br /&gt;./tar.bz2$&lt;br /&gt;./mp3$&lt;br /&gt;./jpg$&lt;br /&gt;./jpeg$&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dan simpan, dengan perintah, :wq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Forwarding, agar transparent proxy dapat diterapkan, maka kita harus mengaktifkan Ip Forwarding dengan memberikan nilai 1 pada file “/proc/sys/net/ipv4/ip_forward” dengan cara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# echo 1 &gt; /proc/sys/net/ipv4/ip_forward&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi perintah tersebut harus kita jalankan auto startup, agar jika komputer squid mati kita tidak perlu repot2 menjalankan perintah tersebut secara terus menerus. &lt;br /&gt;Berikutnya kita harus menjalankan ip_tables agar client dapat meredirect port squid server kita dengan perintah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# iptables -A PREROUTING -t nat -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 8800&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian restart proxy dengan perintah :&lt;br /&gt;# /etc/init.d/squid restart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-7309739033425509823?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/7309739033425509823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/7309739033425509823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/09/catatan-konfigurasi-proxy-server-ubuntu.html' title='Catatan Konfigurasi Proxy Server Ubuntu'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-5715785329973313854</id><published>2009-08-07T00:35:00.000-07:00</published><updated>2009-08-07T00:43:21.205-07:00</updated><title type='text'>Menolak SMS dari No yang Tidak Diinginkan untuk Kartu Telkomsel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SnvajtnN22I/AAAAAAAAAKU/R8ma_iPbgGA/s1600-h/hp.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SnvajtnN22I/AAAAAAAAAKU/R8ma_iPbgGA/s320/hp.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367123688016436066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kamu lakukan ketika kamu tidak ingin menerima sms dari masuk dari no tertentu? Tidak membaca sms masuk? Itu tidak mungkin karena siapa tau ternyata itu bukan dari no yang kamu tidak suka itu. Bisa saja sms itu bahkan merupakan sms penting.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ingin menerima sms dari orang tertentu nampaknya banyak dialami oleh banyak orang. Aku sendiri pun pernah mengalami hal yang seperti itu. Namun untungnya aku menggunakan hp symbian. Dengan hp berOS symbian banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk memblock sms dari no yang sudah di-black list.&lt;br /&gt;Bagaimana jika ternyata yang kita gunakan adalan ponsel berbasis java? Sementara belum ada aplikasi java yang bisa memblok sms masuk.&lt;br /&gt;Khusus bagi kamu yang menggunkan kartu telkomsel ada fitur yang dimanakan telkomsel sms pro. Dengan fitur ini biarpun kamu tidak menggunakan hp symbian tapi kamu dapat dengan mudah memblok sms dari no-no tertentu.&lt;br /&gt;Kamu bisa menggunakan layanan ini dengan mengetik SMS dengan isi pesan “Menu” dan kirimkan ke 2255. Kemudian pilih layanan yang kamu inginkan. (Tarif Rp 350 hanya akan dikenakan 1 kali untuk menu interaktif, balasan berikutnya tidak dikenakan biaya)&lt;br /&gt;Selanjutnya ikuti saja petunjuknya, menu memblock sms yang masuk itu merupakan salah satu menu dari 4 menu lainya yang ditawarkan telkomsel sms pro.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah semua menu yang ada. &lt;br /&gt;1.Auto Reply / Out-of-Office SMS&lt;br /&gt;Pelanggan akan secara otomatis membalas SMS yang masuk sesuai keinginannya. Pelanggan juga dapat memilih 10 nomor yang tidak akan dikirimkan auto-reply)&lt;br /&gt;Contoh: Pelanggan A mengirimkan SMS kepada pelanggan B. Namun karena pelanggan B mengaktifkan autoreply, pelanggan A akan menerima balasan SMS “Maaf, saya sedang berada di luar daerah, saya akan menghubungi anda setelah kembali. Terima kasih”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.SMS Copy&lt;br /&gt;Pelanggan dapat mengirimkan SMS yang diterimanya langsung ke nomor lain. (Maksimum 10 nomor lain)&lt;br /&gt;Contoh: A mengirimkan ke B lalu SMS di-copy ke C. Maka SMS akan diterima oleh pelanggan B dan pelanggan C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.SMS Divert&lt;br /&gt;Pelanggan dapat mengalihkan SMS yang diterima nya ke nomor lain yang dimiliki pelanggan. Maksimum pelanggan memiliki 10 nomor lainnya&lt;br /&gt;Contoh: A mengirimkan ke B lalu SMS akan di-divert ke C. Maka SMS akan diteruskan dan hanya akan diterima oleh pelanggan C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.SMS Black List&lt;br /&gt;Pelanggan dapat menolak SMS dari 10 nomor pelanggan lain yang ada di dalam daftar, sehingga SMS tidak akan mengganggu.&lt;br /&gt;Contoh: Pelanggan A tidak mau menerima SMS dari pelanggan B dan C. Maka ketika pelanggan B atau C mengirimkan SMS, pelanggan A tidak akan menerima SMS di dalam inbox nya. Pelanggan B dan C tidak akan mengetahui bahwa SMS tersebut tidak masuk ke pelanggan A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.SMS White List&lt;br /&gt;Pelanggan dapat membuat daftar nomor yang dapat mengirimkan SMS kepadanya. (Maksimum 10 nomor pelanggan di dalam daftar)&lt;br /&gt;Contoh: A memasukkan B1,B2,B3,B4,B5,B6,B7,B8,B9,B10 ke dalam daftar SMS whitelist nya. Maka ketika C mencoba untuk mengirimkan SMS, SMS tersebut tidak akan masuk ke dalam inbox pelanggan A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-5715785329973313854?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5715785329973313854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5715785329973313854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/08/tips-blok-sms-dari-no-yang-tidak.html' title='Menolak SMS dari No yang Tidak Diinginkan untuk Kartu Telkomsel'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SnvajtnN22I/AAAAAAAAAKU/R8ma_iPbgGA/s72-c/hp.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-1972711221067036128</id><published>2009-07-08T19:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T19:43:34.154-07:00</updated><title type='text'>E-Learning untuk sebuah Media Pengajaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pendidikan telah dan sedang mengalami perubahan besar. Kebutuhan akan pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia di Indonesia menjadi semakin penting dan mendesak. Tuntutan dari stake holder pendidikan semakin besar, sementara perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat belum secara optimal dimanfaatkan oleh pengelola pendidikan. &lt;br /&gt;Menjamurnya pengguna internet benar-benar mengubah kehidupan kita semua. Tempat dan jarak yang dulu memisahkan sekarang makin tidak terasa dampaknya. Kita mudah berhubungan dengan orang-orang di Negara lain, yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, melalui media email, chat room, web cam dan sebagainya. Pengguna internet sendiri selalu meningkat sehingga di kota-kota besar, internet sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. Kita dapat melihat berapa banyak warnet (warung internet) yang tumbuh di setiap kota. Hal tersebut menyebabkan jumlah pengguna internet meningkat pesat sampai 100% setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan internetpun mempengaruhi hampir setiap sendi kegiatan operasional di organisasi. Banyak kegiatan perusahaan mulai dilakukan lewat internet dan menyebabkan fenomena penggunaan awalan “e” dan “online” di kamus bisnis. E-commerce, e-mail, online application, e-procurement, online hiring, e-CRM, e-HRM, online auction, e-catalogue adalah contoh tren penggunaan internet pada kegiatan yang biasa kita lakukan secara manual. Segala kegiatan mutakhir tersebut menjanjikan efektifitas dan efisiensi yang menakjubkan. Fenomena tersebut menyentuh dunia pendidikan dan pelatihan dengan lahirnya e-learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Universitas Bangka Belitung sebagai salah satu institusi pendidikan juga harus dapat menangkap fenomena ini jika tidak ingin tertinggal oleh arus kemajuan teknologi informasi. E-learning menyediakan landasan kuat untuk menjawab semua tantangan tersebut. E-learning saat ini telah dikenal oleh siapa saja di dunia pendidikan dan pelatihan. Perusahaan dan organisasi pendidikan berlomba-lomba untuk menerapkan e-learning di organisasi mereka dan meraih kelebihan yang ditawarkan seperti penghematan biaya, penghematan waktu dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;II. KONSEP E-LEARNING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definisi e-Learning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Onno W Purbo, istilah e-learning dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Definisi e-Learning sendiri sebenarnya sangatlah luas bahkan sebuah portal yang menyediakan informasi tentang suatu topik dapat tercakup dalam lingkup e-learning ini. Namun, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah tranformasi proses belajar mengajar yang ada di kampus ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi Internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari e-learning sebenarnya adalah cara belajar secara virtual – melalui akses internet dan media elektronik yaitu komputer – interaktif dan mandiri. Dalam tekonologi e-learning, semua proses belajar mengajar yang biasa didapatkan di dalam kelas dilakukan secara live namun virtual, artinya pada saat yang sama seorang dosen mengajar di depan sebuah komputer yang ada di suatu tempat, sedangkan para mahasiswa mengikuti kuliah tersebut dari komputer lain di tempat yang berbeda. Dalam hal ini secara langsung dosen dan mahasiswa tidak saling berkomunikasi namun secara tidak langsung mereka saling berinteraksi pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semua proses belajar mengajar hanya dilakukan di depan sebuah komputer yang terhubung internet, dan semua fasilitas yang biasanya tersedia di sebuah kampus konvensional telah tergantikan fungsinya hanya oleh menu di depan layar komputer. Rasanya pantas mengatakan bahwa kuliah menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan beberapa kali klik, semua proses belajar mengajar dapat diselesaikan dengan cepat, disamping secara psikologis, mahasiswa menjadi jauh dari tekanan dari pihak kampus maupun dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi pelajaran pun dapat diperoleh secara gratis dalam bentuk file-file yang dapat di download. Sedangkan interaksi antara dosen dan mahasiswa dalam bentuk memberi tugas, maupun diskusi dapat dilakukan secara lebih intensif dalam bentuk forum diskusi dan e-mail. E-learning sebagai sebuah revolusi dalam bidang pendidikan sangatlah menakjubkan bahkan ketika pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat. Meskipun demikian tanggapan masyarakat bagi pemanfaatan teknologi ini masihlah berada dalam tahap embrio dan masih sangat terpecah-pecahnya peminat dan peserta dari teknologi ini. Namun sebagai sebuah teknologi baru rasanya tidak ada salahnya jika kita mempelajari kemungkinaan pemanfaatan sistem ini dalam ruang lingkup pekerjaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui bahwa konsep e-learning lebih pada efisiensi belajar mengajar, cara pengajaran maupun materi ajar masih dapat mengacu pada kurikulum yang ada. Mahasiswa berposisi sebagai konsumen pengetahuan, sedangkan dosen sebagai otoritas pengetahuan yang didukung oleh sistem perpustakaan dan metode penyampaian. Pada tingkat lanjut, filosofi e-learning tidak lagi digunakan. Konsep knowledge management, belajar mandiri yang berbasis pada kreativitas mahasiswa dan mendorong mahasiswa melakukan analisa hingga sintesa pengetahuan menghasilkan tulisan, informasi dan pengetahuan sendiri menjadi fokus yang lebih mengarah ke masa depan. Mahasiswa tidak lagi dibombardir dengan doktrin ilmu pengetahuan, tetapi lebih dirangsang untuk mengeksplorasi pengetahuan dan menjadi bagian integral proses pemurnian pengetahuan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahapan ini, metode belajar mengajar dan kurikulum perlu mengalami perombakan lumayan banyak. Terlepas dari adanya konsep yang revolusioner ini, piranti yang nanti digunakan di e-learning maupun knowledge management tidak jauh berbeda, hanya konsep dan filosofinya yang berbeda sangat radikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pendidikan konvensional dan e-learning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan teknologi e-learning, terutama yang menyangkut dengan istilah “e” atau singkatan dari elektronik, e-learning juga mencakup banyak hal di luar lingkup teknologi internet itu sendiri. Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Meskipun demikian, e-learning memerlukan perencanaan yang sangat matang, seperti layaknya membangun sebuah kampus konvensional. e-learning mulai diperkenalkan pada dunia pendidikan sejak tahun 1996, dan hingga sekarang terus disempurnakan ke tingkat yang paling efektif dan bahkan melebihi tingkat efektifitas yang dapat dihasilkan oleh sebuah kampus konvensional.&lt;br /&gt;Melalui pemanfaatan e-learning akan dapat diperoleh beberapa keuntungan yang cukup besar dibandingkan dengan usaha pembangunan kampus konvensional. Keuntungan yang paling nyata adalah keuntungan secara finansial. Keuntungan ini diperoleh dari berkurangnya biaya yang diperlukan untuk mengimplementasikan sistem secara keseluruhan jika dibandingkan dengan biaya untuk mendirikan bangunan kampus beserta seluruh perangkatnya termasuk pengajar. Di samping itu dari sisi mahasiswa, biaya yang diperlukan untuk mengikuti kuliah konvensional, misalnya tranportasi, buku-buku dan sebagainya dapat dikurangi namun sebagai gantinya diperlukan biaya akses internet. Dari sisi penyelenggara, biaya pengadaan e-learning sendiri dapat direduksi sampai hampir 50%, di samping itu jumlah peserta dapat dijaring mampu melebihi kapasitas yang dapat ditangani oleh metode konvensional dalam kondisi geografis yang lebih luas. Keuntungan lainnya adalah dengan adanya efisiensi waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak diperlukannya berada di dalam kelas namun dari segala tempat yang dapat mengakses internet, waktu perjalanan dapat ditekan seminimal mungkin. Di samping keuntungan-keuntungan tersebut, masalah utama yang menghadang bagi penerapan teknologi e-Learning di Indonesia adalah keterbatasan akses internet serta masih kurangnya pemahaman masyarakat akan akses internet. Hal ini dapat dilihat masih kurangnya budaya berinternet di masyarakat. Namun, muncul warnet-warnet dan pemasyarakatan Internet di kampus (Internet Student Centre) diharapkan dapat menyelesaikan persoalan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kampus yang cukup kreatif, sebetulnya biaya akses internet per mahasiswa dapat ditekan sampai ke Rp 100.000,-/mahasiswa/semester.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E-learning merupakan salah satu pemanfaatan teknologi informasi sebagai respon aktif-kreatif yang muncul dari kesadaran akan sisi positif teknologi informasi terhadap perkembangan yang ada. E-learning menjadi perlu dilakukan karena penyebaran pendidikan konvensional dibatasi oleh ruang dan waktu, sedangkan pendidikan digital atau e-Learning dapat dilaksanakan melintasi atas ruang dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan tersebut dapat diilustratikan dalam tabel 1. &lt;br /&gt;Tabel 1. Perbedaan Pendidikan Konvensional dan e-Learning&lt;br /&gt;Aspek Pendidikan Konvensional  &lt;br /&gt;• Metode Human touch &lt;br /&gt;• Cakupan Terbatas &lt;br /&gt;• Interaksi dosen dan mahasiswa Satu tempat, satu waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e-Learning &lt;br /&gt;• Hi-tech touch&lt;br /&gt;• Hampir tak terbatas&lt;br /&gt;• Interaksi dosen dan mahasiswa Satu Waktu Beda Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mahasiswa akan mendapat keuntungan dengan adanya e-learning dalam hal jarak, biaya dan waktu. Mahasiswa yang belajar dengan e-learning tidak perlu berfikir jarak tempuh antara tempat tinggal dan tempat kuliahnya, karena dengan personal komputer yang terhubung dengan Internet belajar dapat dilakukan di mana saja. Biaya lebih murah, Waktu belajar dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat jadwal kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan dan keterbatasan e-learning &lt;br /&gt;Kemajuan penggunaan e-learning dimotivasi oleh kelebihan dan keuntungannya. Ada beberapa kelebihan yang ditawarkan e-learning, antara lain : biaya, fleksibilitas, standardisasi pengajaran, efektivitas pengajaran, dan kecepatan distibusi.&lt;br /&gt;Kelebihan pertama e-learning adalah pengurangan biaya pendidikan. Dengan adanya e-learning, lembaga pendidikan dapat menekan biaya transportasi dosen, makan siang, pengadaan gedung, maupun peralatan kelas seperti papan tulis, proyektor dan alat tulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dan tempat belajar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja sehingga lebih fleksibel. E-learning dapat disesuaikan dengan kecepatan belajar masing-masing mahasiswa, karena mereka dapat mengatur sendiri kecepatan perkuliahan yang diikuti. &lt;br /&gt;E-learning dapat menghapus perbedaan kemampuan dan metode pengajaran yang diterapkan dosen. Perkuliahan e-learning selalu memiliki standar yang sama setiap kali diakses dan tidak tergantung suasana hati dosen ketika mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efektivitas pengajaran dengan e-learning meningkat 25% dibanding pengajaran secara tradisional. E-learning yang dirancang dengan course outline yang mutakhir membuat mahasiswa lebih mengerti isi perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kondisi geografis Indonesia berupa kepulauan yang terpisah oleh laut, maka dengan e-learning akan dapat membantu distribusi materi kuliah secara cepat. Perubahan materi kuliah cukup mengubah (update) di server e-learning dan pada saat itu juga materi dapat di akses di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain adanya keuntungan yang ditawarkan, e-learning juga memiliki keterbatasan yang harus diwaspadai oleh pengelola. Keterbatasan ini meliputi budaya, investasi, teknologi, infrastruktur dan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa Penyelenggara e-learning yang potensial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa instansi yang sangat potensial untuk dijadikan mitra kerjasama dalam pengembangan teknologi ini adalah kalangan akademisi (Universitas, LPK, Sekolah umum) dan kalangan industri (misalnya perangkat lunak). Beberapa alasan mengapa organisasi tersebut dapat dijadikan patner ideal dalam pengembangan e-Learning, diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalangan akademisi terutama perguruan tinggi dikenal sebagai gudangnya ilmu pengetahuan karena di dalamnya berkumpul par staf pengajar yang terlatih, materi pelajaran yang telah terstruktur, perpustakaan dengan buku-buku yang memadai, sertta diakui kualitasnya secara resmi melalui akreditasi. Modal ini sangatlah besar nilainya bagi pembangunan proyek-proyek e-Learning yang baru. Proyek-proyek tersebut tidak perlu lagi dimulai dari nol, hal ini tentu saja akan sangat mengurangi biaya yang diperlukan dalam membangun sistemnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kalangan industri memiliki modal yang cukup besar dan tenaga-tenaga ahli yang terlatih, disamping juga beberapa pengakuan akan kualitas perusahaan yang dapat digunakan sebagai sarana untuk menjaga mutu dari pendidikan yang dilakukan. Di samping itu dengan pengakuan yang dilakukan oleh pihak industri, di satu sisi akan menguntungkan industri tersebut terutama dalam hal mempersiapkan sumberdaya yang dibutuhkan oleh industri, maupun memberikan spesifikasi khusus bagi peserta itu sendiri. di samping hal itu, beberapa perusahaan juga telah memiliki materi pelatihan yang telah digunakan secara meluas di lingkungan internal perusahaan tersebut. Jadi bukan hal yang terlalu sukar, jika mengharapkan kalangan industri sebagai pelopor bagi pemasyarakatan e-learning. Beberapa perusahaan besar yang ada si Amerika, seperti Cisco System, Hewlet Packard, IBM, Oracle memanfaatkan sistem ini sebagai sarana promosi yang sangat efektif dan murah di samping usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang menguasai produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian ternyata bukan Amerika saja yang telah menerapkan e-Learning ini dalam sebuah sistem pendidikannya, beberapa negara Eropa diantaranya Swediapun telah berhasil dengan sistem e-Learning ini. Usaha-usaha pelatihan secara resmi maupun sertifikasi sumber daya manusia yang telah dilakukan bertahun-tahun oleh perusahaan-peruahaan tersebut mulai dialihkan dalam bentuk e-Learning yang lebih murah, namun memberi efek yang jauh lebih luas. Melalui proyek ini sumber daya manusia yang dialokasikan untuk memasyarakatkan teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan dapat direduksi, dan dimanfaatkan untuk usaha lain yang lebih menguntungkan, misalnya riset teknologi. Hal yang sama juga dialami oleh kalangan akademis yang mulai beralih ke sistem e-Learning, namun dengan sedikit penekanan yang lebih tinggi di sisi pendidikan. E-Learning secara umum dapat diikuti oleh segala usia. Namun, fenomena lain yang sangat menarik dari perkembangan e-Learning di dunia barat adalah munculnya golongan usia rata-rata 38 tahun sebagai peserta terbesar dari kelas-kelas e-Learning yang disediakan. Bahkan umumnya mereka berstatus menikah dan telah memiliki rata-rata dua orang anak dan sebagian besar peserta adalah laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari seluruh peserta hanya 53% saja yang berhasil menyelesaikan kuliahnya, sedangkan sisanya gagal dengan berbagai alasan seperti tidak memiliki waktu untuk terus mengikuti pelajaran, mengalami kesulitan dengan teknologi yang digunakan, maupun kurangnya waktu yang diberikan untuk berkonsultasi secara langsung dengan pengajar. Selain itu sebanyak 15% dari seluruh peserta memiliki teman diskusi yang disediakan oleh pihak penyelenggara pendidikan e-Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pendekatan sistem e-Learning yang patut dipertimbangkan adalah menggunakan teori games. Teori ini dikemukakan setelah diadakan sebuah pengamatan terhadap perilaku para penggemar games komputer yang berkembang sangat cepat.Bermain games komputer sangatlah mengasyikan. Para pemain akan dibuat hanyut dengan karakter yang dimainkannya lewat komputer tersebut, bahkan mampu duduk berjam-jam dan memainkan permainan tersebut dengan senang hati. Fenomena ini sangat menarik bagi para peneliti bidang pendidikan dalam menyusun sebuah sistem pendidikan yang efektif. Dengan membuat sistem e-learning yang mampu menghanyutkan para peserta untuk mengikuti setiap langkah belajar di dalamnya seperti layaknya ketika bermain sebuah games, diharapkan sumbangan positif bagi proses belajar mahasiswa itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan teori games pada sistem e-learning perlu dilakukan karena pada dasarnya setiap manusia menyukai permainan. Dengan menyisipkan matakuliah di dalam sebuah permainan, proses belajar menjadi lebih menyenangkan tanpa harus kehilangan makna dan tujuan yang ingin dicapai dari proses belajar iu sendiri. Hal ini merupakan modal awal yang sangat baik untuk proses belajar selanjutnya. Tanpa modal yang muncul dari pihak peserta sendiri, segala usaha pendekatan dari pihak pengajar menjadi mustahil dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam merancang sebuah sistem e-Learning yang diminati dan berguna ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi, yaitu sederhana, personal, dan cepat. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi waktu pengenalan sistem e-Learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learningnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merancang sistem e-learning yang personal, pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang dosen yang berkomunikasi dengan mahasiswanya di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, mahasiswa diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya dalam kuliahnya. Hal ini akan membuat betah para peserta yang ada. Dengan sistem yang cepat, respon terhadap keluhan dan kebutuhan dalam penyampaian materi dapat lebih ditingkatkan. Dengan respon yang cepat terhadap kondisi mahasiswa yang sedang belajar, memudahkan pengajar maupun pengelola untuk mengadakan perbaikan-perbaikan selama proses belajar mengajar berjalan tanpa perlu menunggu proses tersebut berakhir terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Dalam buku ini akan dijelaskan tahap demi tahap dalam merencanakan, maupun mengimplementasikan sebuah sistem e-Learning yang sederhana dari sisi teknologi, namun memiliki pendekatan secara personal pada siswa. Untuk itu akan diberikan contoh berupa aliran sistem e-Learning itu sendiri, serta penyediaan materinya. Dalam buku ini yang ingin ditangani oleh sistem dalam contoh meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• User Authentication: menangani otentifikasi pengguna yang masuk, menentukan level dan status pengguna dan menampilkan interface yang sesuai, serta untuk registrasi anggota.&lt;br /&gt;• Information Alert: menangani hal-hal yang berkaitan dengan pengumuman dsb.&lt;br /&gt;• Discusion Forum: menangani fasilitas diskusi secara sekelompok dengan pengajar maupun siswa lainnya.&lt;br /&gt;• Learning tool: menangani proses belajar mengajar di kelas&lt;br /&gt;• Virtual Library: menangani pencarian informasi yang berkaitan dengan proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep e-Learning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya konsep e-Learning adalah penyediaan kelas-kelas baru setara dengan kelas konvensional di sekolah-sekolah yang ada selama ini. Istilah setara ini berarti bahwa e-Learning diharapkan dapat menggantikan peran sekolah konvnsional bukan hanya sekedar sebagai pelengkap atau tambahan dari sistem konvensional yang sudah ada.Oleh karena itu pembangunan sebuah lembaga pendidikan virtual seperti e-Learning ini haruslah memberikan hasil yang kurang lebih sama dengan cita-cita untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan konvensional. Intinya, sistem e-Learning ini diadaptasikan dari sistem yang ada di sekolah-sekolah konvensional ke dalam sebuah sistem digital melalui internet. Sebagai sebuah hasil pencangkokan dari benih sistem pendidikan induk yang ada, e-Learning sendiri dapat dikatakan masih dalam taraf eksperimen. Artinya adalah disadari bahwa sebagai sebuah cangkokan , sistem ini memerlukan adaptasi dan penyempurnaan di lingkungan yang baru untuk dapat berkembang dan sejajar dengan sekolah konvensional yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hasil cangkokan, e-learning juga mewarisi sifat-sifat dan sistem yang dilakukan oleh induknya. Salah satu contoh yang paling nyata adalah proses belajar mengajar, seorang pengajar akan memberikan materi kepada para siswa yang ada di berbagai belahan dunia dengan dihubungkan oleh internet. Metode ini kurang lebih sama dengan proses belajar mengajar yang ada di sekolah konvensional, tempat pengajar akan mengajar di depan kelas dan menuliskan materinya di atas papan tulis. Adaptasi yang dilakukan adalah pengajar tetap berhubungan dengan siswa, namun tidak lagi secara langsung melainkan menggunakan komputer yang saling terhubung dengan internet. Sedangkan papan tulis dan perlengkapan belajar lainnya digantikan dengan perlengkapan sejenis secara digital di layar komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sifat tersebut, jelaslah bahwa pengembangan teknologi e-Learning haruslah didasarkan pada sifat dan karakter asli dari sistem pendidikan yang sudah ada. Hal ini berarti bahwa fasilitas-fasilitas yang telah familier digunakan dalam sistem konvensional dapat diadaptasi untuk digunakan sebagai Learning Tool dalam sistem e-Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi teknologi, sistem yang paling disukai adalah sistem yang sederhana, mudah dan menarik digunakan . Dalam hal ini perencanaan sistem e-Learning yang baik haruslah memasukkan unsur permainan dalam desain antarmuka maupun alur penggunaannya. Tampilan yang interaktif membantu siswa untuk betah berada di dalam kelas virtual tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu ditekankan sekali lagi bahwa konsep ini sebetulnya masih konservatif dan memposisikan siswa pada konsumen informasi /pengetahuan, pada konsep yang lebih maju seperti knowledge management – siswa akan menjadi bagian integral dalam siklus pemurnian dan penyebaran ilmu pengetahuan itu sendiri. Sialnya konsep maju tersebut akan banyak bertabrakan dengan pola kurikulum nasional yang dianut DIKNAS di Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;III. APLIKASI BERBASIS WEB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Web browser&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web browser biasanya digunakan dalam client tier dalam model arsitektur three-tier. Web browser memproses dan menampilkan sumber HTML, permintaan HTTP dan proses HTTP.&lt;br /&gt;Ada beberapa produk browser yang tersedia dan masing-masingnya mempunyai perbedaan fitur. Dua produk yang cukup popular berbasis windows adalah Netscape dan Internet Explorer. Web browser mempunyai karakter dasar sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Semua web browser merupakan HTTP client yang mengirim request dan menampilkan respon dari web server (biasanya dalam bentuk grafik);&lt;br /&gt;b. Semua web browser menerjemahkan halaman HTML ke pemakai;&lt;br /&gt;c. Beberapa browser menampilkan citra (image), film dan suara serta mengubah beberapa tipe obyek;&lt;br /&gt;d. Browser dapat menjalankan JavaScript yang melekat di halaman HTML;&lt;br /&gt;e. Sebagian web browser dapat menjalankan komponen yang terbangun dalam Bahasa Pemrograman Java atau ActiveX;&lt;br /&gt;f. Beberapa browser dapat mengaplikasikan Cascading Style Sheets (CSS) ke halaman HTML untuk mengontrol elemen HTML. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HTML&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTML (Hypertext Markup Language) adalah suatu bahasa sederhana yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu dokumen. HTML adalah suatu format data tabel digunakan untuk membuat dokumen hypertext yang dapat dibaca dari satu platform komputer ke platform komputer lain tanpa perlu melakukan perubahan karena pada dasarnya HTML adalah dokumen teks biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokumen HTML mengandung data tertentu yang digunakan untuk menentukan pilihan suatu teks dan tingkat kepentingan dari teks tersebut dalam suatu dokumen. Dengan sistem hypertext pada dokumen HTML, dokumen tidak harus dibaca berurutan dari atas ke bawah. Topik-topik tertentu dapat secara langsung dituju dengan menggunakan teks penghubung yang akan membawa ke suatu topik atau dokumen lain secara langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Web Server&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem three-tier web database, mayoritas logika aplikasi berada di middle tier. Client tier menampilkan data dan mengumpulkan data dari dan ke pemakai, sedangkan database tier berfungsi menyimpan data. Middle tier melayani hubungan antara tier yang lain. Komponen middle tier adalah web server, bahasa script web dan mesin bahasa script.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web server biasa disebut sebagai HTTP server. Web server adalah program yang menggunakan model client/server dan world wide web Hypertext Transport Protocol (HTTP), dari halaman web dalam server menjadi halaman web ke client. Setiap komputer di internet yang mengandung web site harus memiliki program web server. Ada beberapa jenis web server yaitu Apache, Microsoft Internet Information Server (IIS) dan Novel Web Server. Web server digunakan pada layanan email, penerimaan download file FTP dan membangun halaman web.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi dasar web server terutama adalah untuk memberikan layanan pengiriman data melalui protocol HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Secara umum server menerima kiriman resource spesifik dan mengembalikan resource sebagai bentuk responnya. Sebagai contoh, client mengirimkan permintaan program kepada web server, kemudian web server merespon permintaan tersebut dengan cara melakukan eksekusi program dan mengirim kembali output eksekusi program kepada client.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Web server merupakan server yang mendukung satu atau lebih layanan protokol seperti TCP/IP. Ada dua hal penting dalam layanan protokol yaitu FTP dan HTTP. FTP (File Transport Protocol ) merupakan standar protokol untuk mengirimkan file melalui jaringan TCP/IP. Hubungan antara komponen client dan server sangat sederhana. Komponen client pada FTP mengirimkan permintaan koneksi, mengkopi file antar komputer, daftar file dalam directory, merubah nama file, dan menghapus file. Server membuat dan memelihara koneksi pada client , mengirimkan informasi pada client dan melakukan manipulasi file yang dikirimkan kepada client.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTTP (Hypertext Transfer Protocol ) merupakan protokol yang digunakan untuk pengiriman file dari HTTP server kepada HTTP client. HTTP menggunakan metode koneksi spesifik. Ketika server mengirim file dari HTTP server kepada HTTP client maka terjadi koneksi, kemudian setelah file diterima oleh client maka koneksi ditutup.&lt;br /&gt;Di dalam pemrograman web dikenal adanya jenis pemrograman client side dan server side, yang dibedakan atas pelaku yang mengolah pemrograman tersebut. Pada pemrograman client side, script pada client side diolah oleh browser, untuk itu browser harus mampu menerjemahkan kode-kode yang ada pada script. Jika browser tidak mampu menangani maka hasilnya tidak akan dapat ditampilkan di halaman browser. Script jenis client side dapat diletakkan di server manapun, karena server tidak bertanggung jawab dalam mengolah kode-kode script. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang di pemrograman server side, script berjenis server side secara umum merupakan script yang diolah oleh server. Karena diolah oleh server maka script diterjemahkan oleh suatu server sebelum dikirim ke browser. Setelah diterjemahkan script tersebut diubah menjadi HTML murni dan selanjutnya dikirim ke browser untuk ditampilkan ke layar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Server yang dipakai untuk mengolah script harus memiliki kemampuan untuk menerjemahkan kode-kode script. Oleh karena itu pemilihan script harus tepat dan tidak boleh sembarangan. Karena script yang diolah telah menjadi HTML murni ketika dikirim ke browser, maka kode-kode pemrograman server side yang telah disusun tidak akan terbaca oleh orang lain. Inilah yang dikatakan bahwa script yang berjenis server side aman dari intipan programmer lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemakaian permograman server side tidak perlu mengkhawatirkan tentang kemampuan browser bagi para pengunjung website, apakah browser dapat menerima pemrograman server side yang dipakai. Karena script yang diolah oleh server dikembalikan ke browser telah berupa HTML murni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IV. MERANCANG E-LEARNING SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Merencanakan e-Learning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memutuskan untuk mengubah proses pendidikan dari sistem yang konvensional menjadi sistem e-Learning, para penyusun kebijaksanaan di bidang pendidikan perlu melakukan observasi dengan mengemukakan pertanyaan-pertanyaan berikut:&lt;br /&gt;• Berapakah biaya untuk mengobservasikan kursus di dalam kelas menjadi format electronic Multimedia?&lt;br /&gt;• Perlukah semua kursus dimigrasikan ke dalam model e-Learning tersebut?&lt;br /&gt;• Dapatkah kita melakukan migrasi tersebut sendiri atau memerlukan campur tangan orang ketiga?&lt;br /&gt;• Bagaimana kita memeriksa efektifitas dari proses migrasi tersebut?&lt;br /&gt;• Faktor manusia apa yang terlibat dalam penerimaan terhadap perubahan tersebut?&lt;br /&gt;• Bagaimana mengimplementasikan migrasi yang terbaik bagi perubahan tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita membahas satu persatu pertanyaan tersebut.&lt;br /&gt;Biaya untuk mengkonversi instruksi dalam kelas menjadi format electronic multimedia&lt;br /&gt;Biaya pembangunan kursus berbasis web atau electronic multimedia bergantung pada sejumlah factor yang berbeda untuk masing-masing jenis kursus. Di samping tiap-tiap kursus berbeda dari segi biaya , juga bergantung pada apakah kursus tersebut diselenggarakan secara internal, eksternal atau dua-duanya. Beberapa factor yang kritis tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apakah kursus diadakan menggunakan sistem pengajaran di dalam kelas yang sudah dikonversi ke dalam format elektronik? Artinya apakah Anda mengadopsi secara sederhana metode pengajaran di dalam kelas berbentuk presentasi video secara live terhadap terhadap beberapa pemirsa pada waktu yang bersamaan. Jika demikian biaya yang diperlukan relative minimal, Anda hanya menggunakan software yang sudah ada. Meskipun dengan menggunakan cara ini, Anda akan dapat menjangkau peserta yang lebih luas, akan tetapi keuntungan yang lebih besar dari pemanfaatan sistem e-Learning ini masih kurang meliputi di antaranya kemampuan untuk belajar di mana pun dan kapanpun , pengurangan waktu belajar dan peningkatan interaktifitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apakah kursus yang diinginkan menggunakan metode pengajaran di dalam kelas yang sudah ada dengan konversi menjadi sistem yang interakif? Keuntungan dari penggunaan tipe ini adalah kemampuan potensial untuk menggali keuntungan daaari sistem e-Learning lebih dalam lagi. Jika demikian pembangunan sistem oleh vendor yang berpengalaman merupakan sebuah saran yang direkomendasikan. Tentu saja biaya yang diperlukan juga bervariasi tergantung pada vendornya sendiri dan tingkat kesulitan pembuatan sistem. Salah satu cara penentuan biaya tersebut adalah dengan menentukan tingkat isi dari sistem yang dibuatnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Web-Based Training Development Levels :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level I : Polish and Publish Level :&lt;br /&gt;Grafik, teks, pertanyaan-pertanyaan disediakan oleh vendor dalam bentuk elektronik. Tidak ada modifikasi grafik dan pengembangan desain yang minimal. Pre dan Post test diberikan dan interaktivitas diberikan untuk setiap delapan halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level II : Standard Interface:&lt;br /&gt;Grafik, teks dan pertanyaan-pertanyaan dikonversikan dalam bentuk web oleh vendor. Mengguinakan grafik diam. Basic Testing (benar-salah dan ormat multiple choice; pre dan posttest) dengan feedback sederhana (benar/salah). Animasi sederhana menggunakan 2-4 sel. Hanya satu inteaktivitas untuk setiap enam halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level III : standar Interface&lt;br /&gt;Grafik, teks dan pertanyaan-pertanyaan dibangun oleh vendor. Penggunaan pilihan graik dengan materi yang disuplai oleh costumer dan tidak memerlukan onsite travel oleh vendor. Extensive testing (benar/salah, multiple choice, isisn dan mencocokan jawaban). Pre dan posttes dengan relational feedback. Animasi dasar menggunakan 20+ sel. sebuah interaktivitas untuk setiap tiga halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level IV : Grafik, teks dan pertanyaan-pertanyaan dibuat oleh vendor. Kreasi dari pilihan grafik. Tes yang komprehensif (benar/salah,pilihan ganda, isisan dan simulasi yang representative) dengan pra dan pasca test. Relational Feedback dan koordinasi dengan materi-materi tambahan. Latihan erbentuk animasi dan games. Animasi yang kompleks animations menggunakan 40+ sel. Sebuah interaktivitas untuk setiap dua halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Instructional Design Levels :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level A : Pure Production work: &lt;br /&gt;Tidak ada instruksi desain yang diperlukan vendor. Storyboard dan dokumentasi yang lengkap disediakan vendor dalam format elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level B : Storyboarding only :&lt;br /&gt;Dibangun berdasarkan petunjuk instruktur khusus. Memerlukan analisis, obyektif, outline kursus secara detil dan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada vendor dalam format elektronik yang dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level C: Basic Instructional Design: &lt;br /&gt;Dibangun berdasarkan petunjuk instruktur kursus. Outline pendahuluan kursus tersedia. Isi nkursus diorganisasi dan ditempatkan di satu tempat (dengan pemilik kursus atau ahli pemilihan subyek). Memerlukan kreasi dalam desain dokunen pendahuluan, outline kursus yang detail dan stroryboard yang disediakan vendor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level D : Comprehensive Instructional Design:&lt;br /&gt;Kursus baru dibangun berdasarkan petunjuk instruktur kursus . isi kursusu disediakan akan tetapi harus dikumpulkan dan diorganisasi. Memerlukan desain kurikulum yang ekstensive melibatkan kemampuan analysis, profil peserta, obyektif dari kursus, analisa dan isi outline, Desain pendahuluan, outline yang detail dan storyboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Migrasi Semua Kursus pada Saat yang Bersamaan atau Dalam Satu Bagian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan seperti Motorola Corporation, CISCO, dan IBM yang merupakan pemimpin dalam implementasi e-Learning telah menemukan bahwa tidak semua kursus dapat dimigrasikan menjadi format e-Learning (Online Corporae University Week 2000). Semakin tinggi tingkat sebuah kursus memerlukan tingkat pengetahuan integrasi dan sintesis yang besar terutama dalam pendekatan untuk menghasilkan kelas yang nyaman. berdasarkan pengalaman yang harus dikuasai terlebih dahulu untuk dapat memasuki tingkat kelas yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membangun Sistem Sendiri atau Menggunakan Tenaga Perusahaan Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kursus dibangun untuk presentasi di depan kelas, dan tujuan anda adalh mencatat secara sederhana pelajaran dari instruktur selama kursus, membangun sendiri sistem tersebut merupakan pilihan termurah dan paling masuk akal untuk dikerjakan . Sedangkan jika anda merencanakan untuk menampilkan materi dalam bentuk web yang sinkron untuk semua peserta, terdapat beberapa paket software yang dapat digunaklan yang secara mudah dapat menampilkan presentasi secara sinkron ke seluruh peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;cara Terbaik Untuk Memeriksa Efektivitas dari Migrasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terbaik dan direkomendasikan untuk memeriksa dan mencari efektifitas dari migrasi dari ruang kelas ke e-Learning adalah dengan mengimplementasikan sebuah leaning management system (lms) yang komprehensif bagi proses migrasi tersebut. Kenyataannya cara terbaik untuk melacak, memonitor, mencatat dan mengelola berbagai program kursus adalah melalui learning management system yang komprehensif. Sebuah learning management system yang baik didasarkan pada berbagai program training yang modern. Sistem tersebut akan melacak pemanfaatan kursus, menangani registrasi, jadwal kelas, memonitor keefektivan biayadan sebagainya. Sebagai tambahan , migrasi ini harus dapat memenuhi tujuan strategis perusahaan dan kemudian LMS anda dapat mengukur bagaimana efektifitas dari migrasi tersebut dalam rapat tentang tujuan perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Isu-Isu Mengenai Faktor Manusia dalam Penerimaan Migrasi ke e-Learning dan Latihan Terbaik untuk Mengatasi Faktor-Faktor Tersebut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi telah menunjukan bahwa manusia sangat resisten terhadap perubahan dan bahwa para pekerja yang berusia lebih lanjut cenderung mengalami kesulitan dengan transisi ke e-Learning tersebut. Motorola Corporation, Cisco dan IBM telah menemukan bahwa beberapa pengukuran dapat dilakukan untuk mempermudah transisi. Sebagai contoh Motorola Corporation mempermudah transisi tersebut dengan:&lt;br /&gt;• Mencari dukungan dari CEO turun ke bawah sampai ke karyawan;&lt;br /&gt;• Pertama-tama menentukan LMS yang ingin diterapkan salah satunya adalah yang memungkinkan untuk melacak dan memanajemen baik kursus di kelas dan e-Learning) dan mampu meyakinkan bahwa transisi tersebut ssesuai dengan tujuan strategis perusahaan;&lt;br /&gt;• Mendorong kerjasama seluruh karyawan untuk mendapatkan maukan tentang bagaimana melaksanakan transisi tersebut;&lt;br /&gt;• Secara bertahap beralih ke dalam solusi sistem e-Learning secara penuh. Sebagai bagian dari factor ini, Motorola secara bertahap melakukan transisi bagikaryawannya untuk setiap waktu dan tempat mengubah hanya satu factor saja hingga mencapai sistem pelatihan berbasis web secara penuh. Dari rincian transisi berikt dapat diketaui bahwa hanya satu factor saja yang berubah dalam setiap tahap.&lt;br /&gt;* Classroom Learning:&lt;br /&gt;waktu dan tempat yang sama.&lt;br /&gt;* Synchronous e-Learning: &lt;br /&gt;waktu sama namun berbeda tempat&lt;br /&gt;* e-Learning dalam sebuah multimedia corporate lab: &lt;br /&gt;Tempat sama dan waktu berbeda&lt;br /&gt;* Web based learning:&lt;br /&gt;Sembarang tempat dan waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian , Motorola melanjutkan kelas-kelas tradisionalnya sambil melakukan konversi isi kursus ke dalam bentuk media elektronik. Mereka kemudian melakukan transisi ke sistem e-Learning secara sinkron sambil memberikan metode pelajaran di dalam kelas melalui film secara live via intra atau internet pada workstation mereka atau ketika berada di rumah. Pada transisi ketiga, mereka diarahkan untuk berpartisipasi dalam multimedia learning pada multimedia centr yang ada. Akhirnya, para pekerja dapat megikuti kursus multimedia berbasis web dengan baik pada waku dan tempat ya g bebas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengukur Kesuksesan e-Learning&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam implementasi sebuah sistem e-Learning yang baik, diperlukan pula sebuah perencanaaan yang matang seperti layaknya membangun sebuah sekolah.Perencanaan tersebut meliputi perhitungan-perhitungan yang berhubungan dengan keuntungan financial maupun di sisi pendidikan. Dalam perhitungan tersebut perlu dipertimbangkan tentang return of investment dari penyelenggaraan sistem e-Learning. Untuk pengukuran tersebut, Philips (1996)menyarankan penggunaan metode pengukuran yang digunakan oleh Kirkpatrick (1994). Model yang digunakan Philips menambahkan lima tingkat pada model lama Kirkpatrick untuk menghitung return of investment. Masing-masing tingkat pengukuran tersebut bergantung pada tingkat sebelumnya dan masing-masing tingkat berhubungan dengan tingkat yang lain. Sebuah perusahaaan tidak akan dapat menghitung secara akurat nilai return of investment pada level kelima dari training tanpa mengkur secara akurat nilai pada keempat level yang lain. Model lima tingkat dari Philips adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Reaksi dan perencanaan aksi: Apa reaksi peserta terhadap kursus dan apa yang mereka ingin lakukan dengan materi yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Learning: Kemampuan, pengetahuan, atau sikap apa yang berubah atau diperoleh serta untuk kepentingan apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Aplikasi pekerjaan: Apakah para peserta menggunakan apa yang mereka peroleh dalam kursus dalam pekerjaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hasil dari sisi bisnis: Apakh hal tersebut dalam aplikasi kerja sesungguhnya menghasilkan sesuatu yang dapat diukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Return of investment (ROI): Apakah nilai financial yang dihasilkan melebihi biaya dari kursus itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level I Biasanya diukur dengan menggunakan apa yang disebut oleh trainer sebagai happy sheets. Mereka umumnya menggunakan metode survey-survey atau angkaet untuk mengukur apakah kursus berguna dan menyenangkan. Mereka juga harus menambahkan pertanyaan-pertanyaan apakah rencana para peserta untuk menggunakan kursus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level II biasanya diukur dengan apa yang dinamakan tes penerimaan belajar. Pengukuran tes ini dilakukan untuk melihat seberapa besar informasi dan kemampuan yang diserap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level III biasanya diukur menggunakan observasi dan rating pengamatan . Pengukuran rating ini meliputi tingkat pemanfaatan apa yang dipelajari oleh peserta ke dalam pekerjaannya. Pengamat ( biasanya manager dan supervisor) haruslah diberi pelatihan secara mendalam tentang sistem evaluasi dan pengukuran yang konsisten terhadap parameter yng diukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level IV merupakan pengukuran terhadap hasil dari proses bisnis yang specific dari kursus. Hasil tersebut termasuk peningkatan pruduktivitas, peningkatan efisiensi, penurunan ketidakhadiran dan kecelakaan kerja, penurunan keluhan dari pelanggan dan lain sebagainya. Pengukuran hasil ini harus dihindarkan dari efek lain di luar kursus. hal ini dapat dilakukan secara statistik atau melaui kendali grup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level V merupakan pengukuran dari ROI. Ada beberapa cara untuk menghitung dari kursus. Tiga buah formula yang paling umum digunakan dalam literatu-literatur adalah:&lt;br /&gt;• ROI = total biaya administrasi untuk program kursus yang ada – Total biaya administrasi dari program krsus baru&lt;br /&gt;• ROI = Total biaya kursus / jumlah peserta&lt;br /&gt;• ROI (%) = Net benefit dari kursus (dalam jumlah dollar)/total biaya program kursus (kali) 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing formula tersebut, mengacu pada definisi ROI yang ada. Formula pertama mengacu pada konsep ROI sebagai jumlah yang disimpan dengan mengimplementasikan sebuah program baru atau metode kursus (LMS, e-Learning dan sebagainya) terhadap program yang lama. Hal tersebut sebenarnya tidak sungguh-sungguuh mengukur ROI namun mengukur projected net savings. Meskipun penghematan biaya merupakan sesuatu yang penting, ROI mencakup lebih dari sekedar penghematan biaya. Dengan formula ini biaya administrsi total(LMS,computer, staf dan sebagainya)darim program yang direncanakan akan dikurangi dari biaya administrasif dari sistem yang ada 9instruktur, materi, ruang kelas dan sebagainya). Hasilnya adalah net savings projected oleh sistem baru. Seperti telah disebutkan sebelumnya, hal ini tidak menggam,barkan pengukuran sebenarnyaterhadap return on investment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Formula kedua menggambarkan ROI sebagai biaya untuk setiap kursus. Hal ini juga berguna namun sekali lagi bukan merupakan pengukuran yang sebenarnya terhadap return of investment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua formula, meskipun seringkali dikemukakan sebagai pengukuran terhadap mROI namun tidak mengukur nilai moneter atau keuntungan yang dihasilkan dari investasi kursus yang ada. hanya formula ketiga saja yang memberikan gambaran tentang ROI yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk menghitung ROI keuntungan-keuntungan yang dapat dirasakan dari kursus perlu ditetapkan dan nilai moneter dari keuntungan tersebut perlu ditetapkan. Keuntungan seperti peningkatan produktifitas (jumlah unit yang diproduksi, item yang terjual, bentuk-bentuk yang dihasilkan, tugas tugas yang dapat diselesaikan dan sebagainya), peningkatan kualitas (kerusakan yang lebih kecil dan sedikit, perbaikan berkurang, dan sebagainya) berkurangnya berang yang dikembalikan, pengurangan waktu lembur, berkurangnya kompensasi terhadap klaim asuransi untuk pekerja, dan peningkatan kepuasan pelanggan. Keuntungan-keuntungan tersebut mudah dikonversi dalam bentuk nilai nominal sehingga disebut hard benefit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan training lainnya lebih susah untuk dikonversi ke dalam nilai nominal sehingga sering disebut soft benefit. Hasil kursus seperti peningkatan komunikasi, peningkatan image perusahaan, peningkatan resolusi konflik, peningkatan sensitifitas keragaman manusia, peningkatan moral pekerja dan peningkatan loyalitas karyawan susah untuk dikonversikan dalam bentuk uang.(Sumber: berbagai sumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-1972711221067036128?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/1972711221067036128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/1972711221067036128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/07/e-learning-untuk-sebuah-media.html' title='E-Learning untuk sebuah Media Pengajaran'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-5026418473817393186</id><published>2009-02-10T19:52:00.000-08:00</published><updated>2009-04-06T22:26:07.606-07:00</updated><title type='text'>Membuat Komputer Windows Anda Lebih Cepat</title><content type='html'>Bila komputer Anda sudah demikian lambat, mungkin sudah saatnya Anda mengosongkan isi dari folder “prefetch” yang ada di dalam folder Windows di drive “system” komputer Anda. Caranya, masuk ke drive “system” (biasanya terletak di drive C, kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL8_MVoiI/AAAAAAAAAJc/n-qQ5l2sPXI/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL8_MVoiI/AAAAAAAAAJc/n-qQ5l2sPXI/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301383222495912482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masuk ke folder Windows, di dalamnya carilah folder yang bernama Prefetch. Masuklah ke dalam folder itu, maka Anda akan menjumpai begitu banyak file-file prefetch.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9GnuDpI/AAAAAAAAAJk/CyfSJ-hvp84/s1600-h/Untitled-2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 165px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9GnuDpI/AAAAAAAAAJk/CyfSJ-hvp84/s320/Untitled-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301383224489807506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hapus semua isi dari folder prefetch ini (ingat, folder Prefetch jangan dihapus, cukup dihapus isinya saja !).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9Cg8HuI/AAAAAAAAAJs/qcYElDzPI2U/s1600-h/Untitled-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 282px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9Cg8HuI/AAAAAAAAAJs/qcYElDzPI2U/s320/Untitled-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301383223387627234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu keluar, dan restart komputer Anda. Setelah komputer Anda hidup, lakukan disk clean up pada drive “system” (drive C),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9B3ZwmI/AAAAAAAAAJ0/CIF5vNBpVyM/s1600-h/Untitled-4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9B3ZwmI/AAAAAAAAAJ0/CIF5vNBpVyM/s320/Untitled-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301383223213408866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9RnZIZI/AAAAAAAAAJ8/abOS-95DONw/s1600-h/Untitled-5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 271px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL9RnZIZI/AAAAAAAAAJ8/abOS-95DONw/s320/Untitled-5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301383227441226130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kemudian restart lagi komputer Anda dan kinerjanya biasanya akan lebih cepat dari sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-5026418473817393186?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5026418473817393186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5026418473817393186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/02/membuat-komputer-windows-anda-lebih.html' title='Membuat Komputer Windows Anda Lebih Cepat'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/SZJL8_MVoiI/AAAAAAAAAJc/n-qQ5l2sPXI/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-3835414845322631624</id><published>2009-01-06T16:40:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T16:43:22.404-08:00</updated><title type='text'>Menuju Indonesia Berbasis Teknologi Informasi</title><content type='html'>Tertinggalnya Indonesia dalam penerapan teknologi informasi dan komputer dibanding negara-negara tetangga merupakan satu hal yang tidak aneh, karena kemampuan manajerial para birokrat Indonesia belum mampu mengendalikan suatu pekerjaan yang sifatnya rutin dan semuanya terlihat pada keadaan dimana hampir disemua lini infrastruktur, Indonesia tertinggal dan dalam keadaan amburadul.&lt;br /&gt;Melalui pengamatan penulis, ketertinggalan bangsa Indonesia dalam penerapan teknologi informasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   1. Tidak adanya komitmen dari pimpinan tertinggi yang selalu membuat “kambing hitam” kacaunya penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan. Dan berdasarkan pengalaman, memang salah satu sumber kegagalan kita untuk ikut dalam gelombang teknologi informasi adalah kebijakan yang tidak konsisten dan terkesan asal-asalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Kemampuan tingkat manajerial di pimpinan sebagian besar tidak memiliki basis teknologi informasi, sehingga banyak sekali pekerjaan yang lebih effisien di penerapan teknologi informasi tidak dilirik atau bahkan dihindari penerapannya. Banyak sekali Kepala atau Pimpinan yang gagap teknologi, sehingga tidak dapat mengarahkan bawahannya untuk memanfaatkan teknologi informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Kalaupun institusinya ditekan untuk memanfaatkan teknologi informasi, biasanya Kepala atau Pimpinan tidak mengetahui dengan persis apa yang harus mereka lakukan, sehingga ahirnya mencari konsultan yang berbasis vendor tertentu sehingga seluruh proyeknya dikuasai oleh keuntungan semata, bukan menomor satukan pemanfaatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Infrastruktur penunjang tidak mendukung operasi yang berbasis teknologi informasi, seperti misalnya listrik yang kurang dan sering mati-nyala, gedung atau ruangan yang tidak memadai dan infrastruktur lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. Alasan klise yang memang menjadi kenyataan adalah terlalu luasnya Indonesia, sehingga penerapannya tidak dapat merata, baik karena kekurangan biaya maupun pemikiran yang terlambat karena konsentrasinya tidak dapat jalan sekaligus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   6. Kebanyakan usia produktif dan yang bekerja di perkantoran tidak berbasis teknologi informasi, sehingga semua pekerjaan jalan seperti biasanya dan tidak pernah memikirkan effisiensi atau pemanfaatan teknologi informasi yang konsisten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   7. Dunia teknologi informasi terlalu cepat berubah dan berkembang, sehingga tidak dapat diikuti dengan langkah yang “alon-alon asal kelakon”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketujuh alasan yang selalu kita dengar dan terjadi, maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan teknologi informasi dan komputer untuk kegiatan sehari-harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi informasi ini sangat penting, karena nasib Indonesia di masa depan akan tergantung dari kemampuan masyarakatnya menguasai dan menerapkan teknologi informasi untuk pekerjaannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudoyono sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk satu lembaga khusus dibawahnya, yaitu Dewan TIK Nasional (DeTIKnas) yang tugasnya memikirkan cara-cara pemerintah Indonesia untuk menerapkan teknologi infomasi dan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan tujuh atau lebih kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia, dilingkungan pemerintahan khususnya, maka dapat disimpulkan empat pokok pemecahan masalah atas ketertinggalan bangsa Indonesia terhadap negara tetangga, yang poin-nya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Effisiensi Bandwidth untuk Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Pengembangan Local Content&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. Kerja Sama Antar Departemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam posisi Indonesia yang sedang mencari bentuk dalam pengelolaan negara dan sifatnya yang terlalu sensitif terhadap isu politik dan sosial, memang sangat tidak mudah untuk mencari solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya tumpang tindih tanggung jawab diantara departemen dan bahkan terkesan saling menyalip kepentingan, yang ahirnya memperlambat penerapan penggunaan teknologi informasi yang memang selalu konsisten dan tidak mudah disisipi oleh “kebijaksanaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen atasan merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, dan saat ini tidak mudah untuk mencari “atasan” yang punya wawasan kedepan dan mau menerobos berbagai kesulitan yang diakibatkan oleh penerapan teknologi informasi.&lt;br /&gt;Infrastruktur yang tidak menunjang, tim teknis yang tidak handal dan masih tergantungnya semua bagian ke satu pekerjaan yang membutuhkan “kebijaksanaan” adalah hal-hal yang menghambat penerapan teknologi informasi di seluruh kantor pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effisiensi Bandwidth untuk Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini penggunaan bandwidth di Indonesia sangat tidak effisien, kebanyakan orang Indonesia menggunakan mail server seperti yahoo.com, gmail.com, hotmail.com atau domain lainnya yang berada di Amerika atau di luar negeri. Dengan menggunakan domain yang berada diluar, otomatis kita memerlukan infrastruktur untuk mengakses jaringan tersebut, dan biaya untuk mengaksesnya lumayan mahal karena selain harus menggunakan satelit, kita juga tergantung kepada operator yang menguasai jaringan serat optik yang melintas laut luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harus keluar negeri untuk mengakses data pribadi yang sebetulnya dapat dipasang di dalam kantor sendiri, keadaan pemanfaatan teknologi informasi di Indonesia juga kacau balau, karena semua departemen atau bagian mengakses sendiri-sendiri jaringan internetnya, sehingga ahirnya keadaan per-internet-an di dalam negeri menjadi kacau dan tidak effisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya tidak salah kalau setiap departemen atau bagian membangun jaringan akses sendiri, hanya saja, seringkali effisiensinya dibawah 50%, sehinga dana dan anggaran yang disediakan tidak terpakai separuhnya, atau bahkan hanya 25% jika diasumsikan sore dan malam hari sama sekali tidak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian bandwidth luar negeri ini memang sangat ironis sekali, karena selain menjadi kebutuhan pokok, ahirnya setiap departemen juga sangat tergantung pada operator asing untuk mengambil data yang semestinya ada di server di dalam kantor yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide yang diusulkan untuk menangani masalah ini adalah dengan membangun jaringan antar kota yang sudah diluncurkan dalam proyek Palapa Ring, dimana setiap kota diseluruh Indonesia berupaya untuk saling menyambung ke kota terdekat atau Jakarta sebagai pusat pemerintahan, sehingga besarnya jaringan ini ahirnya milik pemerintah yang memang diamanahkan untuk menguasai infrastruktur yang ahirnya selain dipakai untuk operasional pemerintahan, juga dapat dimanfaatkan oleh masayarakat sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemborosan anggaran karena pembangunan yang tidak ada ujung pangkalnya dapat dihindari dan pada ahirnya, pemanfaatan bandwidth akan lebih dari 80% yang berarti penghematan lebih dari setengah yang sudah kita keluarkan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Local Content&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan effisiensi penggunaan bandwidth di pemerintahan yang sudah dipaparkan di bagian atas, pengembangan local content atau isi internet Indonesia (I3) juga merupakan satu hal yang harus dipikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemindahan email ke server lokal, pembangunan situs yang disimpan di server lokal dan pengembangan I3 lainnya merupakan langkah yang harus kita lakukan secara terus menerus dan tidak terputus.&lt;br /&gt;Kelemahan selama ini adalah kita tidak memiliki konten yang handal yang dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, sehingga email saja harus dipasang di server luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah sebagai “enabler” merupakan solusi untuk memperkaya I3 dengan berbagai aplikasi yang berbasis web seperti perpanjangan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Pindah, Kartu-Kartu lainnya yang secara berkala akan diakses oleh masyarakat 24/7 (dua puluh empat jam selama satu minggu penuh).&lt;br /&gt;Penggabungan data antar departemen dan lintas sektoral ke swasta merupakan satu cara yang akan sangat effisien untuk meningkatkan pemakaian teknologi informasi di masyarakat, sehingga seluruh pekerjaan dapat dilakukan di rumah atau di kantor masing-masing, sehingga ahirnya juga akan menghemat penggunaan BBM dan effisiensi nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun data centre di masing-masing kota propinsi, kotamadya dan kabupaten yang jumlahnya sekitar 461 kota, kemudian mengintegrasikan di pusat data (DRC) yang dikelola oleh Kominfo bekerja sama dengan Ristek untuk pengembangan dan pemiliharaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dibangunnya data centre, diharapkan akan banyak pengembang aplikasi berbasis web yang akan berkreasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, dan ahirnya kebutuhan masyarakat akan pengolahan data elektronik juga akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi informasi saat ini masih terkesan asal pakai saja, belum menyentuh pada kebutuhan yang primer, hanya melulu di bidang finansial dan pengelohan database, sementara untuk bidang-bidang lain seperti keamanan (security), effisiensi dan proses kerja masih sangat terbatas pemanfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi ini memang masih sangat terbatas, karena kebutuhan masyarakat masih merasakan belum menjadi kebutuhan primer.&lt;br /&gt;Penggunaan perangkat mobile semacam Blackberry baru saja meledak dalam satu tahun terakhir ini, dan memang teruji dapat meningkatkan effisiensi dan unjuk kerja diperkantoran, sementara pemanfaatan teknologi informasi lainnya sedang diuji coba, misalnya mengatur peralatan jarak jauh, pemantauan kamera digital dan social network untuk komunitas tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otomatisasi pembayaran di jalan tol, sistem pembayaran otomatis untuk bus way, kereta api, pesawat terbang atau kapal air, transaksi ditempat-tempat pembelajaan dan pembayaran-pembayaran yang menggunakan kartu khusus, semuanya sedang dalam taraf pengembangan, karena kemajuan di bidang ini sebetulnya yang dapat membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menerapkan teknologi informasi di kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan KTP, SIM dan kartu-kartu lainnya secara on-line dan dapat diakses dari rumah merupakan bagian penting dari peningkatan apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, dan pada ahirnya kemajuan teknologi secara umum akan terbukti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kontinuitas apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, Departemen Pendidikan Nasional harus menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer sejak dini sehingga usia produktif dapat betul-betul memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja Sama Antar Departemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sama antar departemen atau bagian di dalam satu perkantoran merupakan pekerjaan besar yang harus dilalui untuk menerapkan penggunaan teknologi informasi secara nasional.&lt;br /&gt;Saat ini, penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintah masih tersebar secara acak dan tidak konsisten, apalagi dengan kondisi sistem pemerintahan yang berbasis ke arah vertikal, ketidak perdulian ke bagian lain secara horisontal menyebabkan banyak hambatan dalam penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah ada beberapa departemen yang menerapkan “satu pintu” untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komputer, tetapi antar departemen masih belum dapat terjadi karena anggaran dan kewenangannya berbeda dan tidak dapat dijadikan satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tantangan kita untuk membuat suatu sistem terpadu diantara semua departemen, sehingga satu sama lain dapat punya peran dan memanfaatkan teknologinya secara effisien dan tepat guna.&lt;br /&gt;Keterlibatan Kominfo dalam bidang ini memang sangat diharapkan, apalagi pemerintah memang sudah berniat mengejar semua ketinggalan ini dengan membentuk DeTIKnas dan beberapa program-program yang berbasis teknologi informasi dan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat pokok pikiran ini jika diterapkan mudah-mudahan dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di Indonesia, dan jelas sekali bahwasanya pemerintah punya peran yang sangat besar dalam peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk kemajuan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, sistem pemerintahan yang sudah jalan puluhan tahun ini semuanya berdasarkan pada repeating job, artinya selalu terjadi pengulangan pekerjaan yang selain tidak effisien juga tidak akurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan pekerjaan ini dilakukan selama berpuluh tahun dan merupakan kunci untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan administrasi, dan kendala “perlawanan” terhadap sistem yang effisien dan menutup kemungkinan kecurangan merupakan cerita lain yang tidak mudah dijalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Michael S. Sunggiardi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-3835414845322631624?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3835414845322631624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3835414845322631624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/01/menuju-indonesia-berbasis-teknologi.html' title='Menuju Indonesia Berbasis Teknologi Informasi'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-7189290161111270864</id><published>2009-01-04T16:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T16:53:39.432-08:00</updated><title type='text'>Project-Based Learning (PBL)</title><content type='html'>Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembalajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum yang dikembangkan saat ini oleh sekolah dituntut untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered learning) menjadi pendekatan pembalajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Hal ini sesuai dengan tuntutan dunia masa depan anak yang harus memiliki kecakapan berpikir dan belajar (thinking and learning skils). Kecakapan-kecakapan tersebut diantaranya adalah kecakapan memecahkan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kolaborasi, dan kecakapan berkomunikasi. Semua kecakapan ini bisa dimiliki oleh siswa apabila guru mampu mengembangkan rencana pembelajaran yang berisi kegiatan-kegiatan yang menantang siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Kegiatan yang mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi harus tampak dalam setiap rencana pembelajaran yang dibuatnya.&lt;br /&gt;Selain pendekatan pembelajaran, siswa pun harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kecakapannya dalam menguasai teknologi informasi dan komunikasi - khususnya komputer. Literasi ICT adalah suatu kemampuan untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran untuk mencapai kecakapan berpikir dan belajar siswa. Kegiatan-kegiatan yang harus disiapkan oleh guru adalah kegiatan yang memberikan kesempatan pada siswa untuk menggunakan teknologi komputer untuk melatih keterampilan berpikir kritisnya dalam memecahkan masalah melalui kolaborasi dan komunikasi dengan teman sejawat, guru-guru, ahli atau orang lain yang memiliki minat yang sama.&lt;br /&gt;Aspek lain yang tidak kalau pentingnya adalah Assessmen. Guru harus mampu merancang sistem assessmen yang bersifat kontinyu - ongoing assessmen - sejak siswa melakukan kegiatan, sedang dan setelah selesai melaksanakan kegiatannya. Assessmen bisa diberikan diantara siswa sebagai feedback, oleh guru dengan rubric yang telah disiapkan atau berdasarkan kinerja serta produk yang mereka hasilkan.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan di atas, pendekatan pembelajaran yang cukup menantang bagi guru adalah pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-based learning atau PBL).&lt;br /&gt;Di dalam mengembangkan PBL, guru dituntut untuk menyiapkan unit plan, sebagai portfolio guru dalam proses pembelajarannya.&lt;br /&gt;Di dalam unit plan, guru harus mengarahkan rencana proyeknya dalam sebuah Kerangka Pertanyaan berdasarkan SK/KD yang ada dalam kurikulum. CFQ atau Curriculum frame Question adalah sebagai alat untuk mengarahkan siswa dalam mengerjakan proyeknya, sehingga sesuai dengan tujuan yang telah direncakan.&lt;br /&gt;Guru harus menyiapkan materi-materi pendukung untuk kelancaran proyek siswa, demikian pula siswa harus mampu membuat contoh-contoh hasil tugasnya untuk ditampilkan atau dipresentasikan di depan temannya. Pada saat presentasi hasil proyeknya siswa mendapat kesempatan untuk melakukan assessmen terhadap temannya - peer assessmen, memberikan feedback pada hasil kerjanya.&lt;br /&gt;Dalam rencana pelajaran guru pun harus memberikan kesempatan pada siswa untuk melaporkan hasil proyeknya dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk blog, wiki, poster, newsletter atau laporan.&lt;br /&gt;Kegiatan yang memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau high order thinking harus dirancang dalam rencana pelajaran guru. Siswa diberi kesempatan untuk melakukan analisis, sintesis dan evaluasi melalui proyek yang mereka kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Basor Suhada, Senior Trainer Intel Education&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-7189290161111270864?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/7189290161111270864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/7189290161111270864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/01/project-based-learning-pbl.html' title='Project-Based Learning (PBL)'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-6280683037678656461</id><published>2009-01-04T16:39:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T16:42:17.546-08:00</updated><title type='text'>PBL, Pendekatan Pembelajaran untuk mengembangkan Kecakapan di abad ke-21</title><content type='html'>PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang diyakini para ahli mampu menyiapkan siswa kita untuk menghadapi dunia kerja di abad ke-21.&lt;br /&gt;Menurut hasil survey The Conference Board, Corporate Voices for Working Families, Partnership for 21st Century Skills, dan The Society of Human Resources Management yang dirilis pada tanggal 2 Oktober 2006 : Apakah Mereka Siap untuk Bekerja?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang diyakini para ahli mampu menyiapkan siswa kita untuk menghadapi dunia kerja di abad ke-21.&lt;br /&gt;Menurut hasil survey The Conference Board, Corporate Voices for Working Families, Partnership for 21st Century Skills, dan The Society of Human Resources Management yang dirilis pada tanggal 2 Oktober 2006 : Apakah Mereka Siap untuk Bekerja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kecakapan paling penting untuk bisa sukses bekerja ketika lulus SMA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Etos kerja (80%), Kolaborasi (75%), Komunikasi yang baik (70%), Tanggung jawab Sosial (63%) , Berpikir kritis sertan kemampuan memecahkan masalah (58%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kelemahan yang dimiliki siswa lulusan SMA ketika mereka diterima kerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Komunikasi menulis (81%), Kepemimpinan (73%), Etos kerja (70%), Berpikir kritis dan memecahkan masalah (70%), dan Pengarahan diri (58%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kecakapan apa dan objek apa yang sedang tumbuh dalam lima tahun yang akan datang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Berpikir kritis (78%), ICT (77%); Kesehatan dan Kesejahteraan (76%); Kolaborasi (74%), Inovasi (74%), dan Tanggung jawab finansial pribadi (72%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survey di atas menunjukkan bahwa kecakapan-kecakapan yang termasuk dalam Thinking and Learning Skills (problem solving, critical thinking, collaboration, communication) menjadi kecakapan-kecakapan yang sangat penting harus dimiliki oleh siswa agar mampu bersaing dengan siswa negara lain.&lt;br /&gt;Pendekatan pembelajaran yang bagaimana yang harus guru siapkan untuk mengembangkan semua kecakapan di atas? Menurut para ahli, project-based learning merupakan salah satu pendektan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang mampu mengembangkan semua kecakapan di atas. Hal ini dikarenakan PBL memiliki karakteristik sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Siswa menjadi pusat atau sebagai obyek yang secara aktif belajar pada proses pembelajaran.&lt;br /&gt;    * Proyek-proyek yang direncanakan terfokus pada tujuan pembelajaran yang sudah digariskan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam kurikulum&lt;br /&gt;    * Proyek dikembangkan oleh Pertanyaan-pertanyaan sebagai kerangka dari kurikulum (curriculum-framing question)&lt;br /&gt;    * Proyek melibatkan berbagai jenis dan bentuk assessmen yang dilakukan secara kontinyu (ongoing assessmen)&lt;br /&gt;    * Proyek berhubungan langsung dengan dunia kehidupan nyata.&lt;br /&gt;    * Siswa menunjukkan pengetahuannya melalui produk atau kinerjanya.&lt;br /&gt;    * Teknologi mendukung dan meningkatkan proses belajar siswa.&lt;br /&gt;    * Keterampilan berpikir terintegrasi dalam proyek.&lt;br /&gt;    * Strategi pembelajarn bervariasi karena untuk mendukung oleh berbagai tipe belajar yang dimiliki oleh siswa (multiple learning style).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://educate.intel.com/en/ProjectDesign/Design&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-6280683037678656461?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6280683037678656461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6280683037678656461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2009/01/pbl-pendekatan-pembelajaran-untuk.html' title='PBL, Pendekatan Pembelajaran untuk mengembangkan Kecakapan di abad ke-21'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-5800333836192429199</id><published>2008-12-02T18:05:00.001-08:00</published><updated>2008-12-02T18:35:29.597-08:00</updated><title type='text'>Menghubungkan 2 Komputer dengan Menggunakan Kabel Cross</title><content type='html'>Seorang gila jaringan mungkin ada yang sampai hati untuk membawa-bawa kabel utp jenis crossing lengkap dengan laptop dalam tas gendongnya setiap saat. Biasanya hal ini terjadi karena orang gila jaringan tersebut selalu ingin melakukan pekerjaan di berbagai tempat dengan 2 PC sekaligus. :). Walaupun pada saat sekarang ada sebuah alat yang tidak repot dan tidak dapat digunakan untuk membelitkan leher. :D. Yakni USB Wlan. Namun ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk dapat menggunakan usb wlan, seperti kondisi ekonomi kantong tipis orang gila jaringan tersebut&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlIzrTAbI/AAAAAAAAAHc/TVDt0T1kRvI/s1600-h/utp1.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: verdana;"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275374478007927218" src="http://2.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlIzrTAbI/AAAAAAAAAHc/TVDt0T1kRvI/s320/utp1.jpg" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 260px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seorang gila jaringan mungkin ada yang sampai hati untuk membawa-bawa kabel utp jenis crossing lengkap dengan laptop dalam tas gendongnya setiap saat. Biasanya hal ini terjadi karena orang gila jaringan tersebut selalu ingin melakukan pekerjaan di berbagai tempat dengan 2 PC sekaligus. :). Walaupun pada saat sekarang ada sebuah alat yang tidak repot dan tidak dapat digunakan untuk membelitkan leher. :D. Yakni USB Wlan. Namun ada kondisi yang tidak memungkinkan untuk dapat menggunakan usb wlan, seperti kondisi ekonomi kantong tipis orang gila jaringan tersebut, walaupun hanya mengeluarkan beberapa lembar uang kertas untuk membelinya, tapi tetap saja ini adalah inti permasalahannya, dan berbagai kendala lainnya. :D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dari situlah tutorial ini berawal, sebelum dapat mengkoneksikan 2 PC menggunakan kabel crossing ada beberapa hal yang dibutuhkan diantaranya :&lt;br /&gt;- Tang kerimping&lt;br /&gt;- 2 buah RG 45&lt;br /&gt;- Kabel UTP 5e dengan panjang secukupnya, sesuai dengan selera anda&lt;br /&gt;- 2 buah PC yang akan dikoneksikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama lepaskan shield kabel ( pelindung kabel biasanya bewarna abu -abu ) beberapa centimeter ( 2 cm), dengan memotong shield tersebut menggunakan tang kerimping, kemudian lurus-luruskan kabel-kabel yang berwarna-warni tersebut, kemudian urutkan kabel berdasarkan pewarnaannya di salah satu ujung kabel UTP tersebut. Urutannya adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVamwliI/AAAAAAAAAHs/Sj8Nks4UlYI/s1600-h/utp3.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275374694616307234" src="http://1.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVamwliI/AAAAAAAAAHs/Sj8Nks4UlYI/s320/utp3.JPG" style="margin: 0px auto 10px; display: block; height: 279px; text-align: center; width: 180px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini adalah urutan kabel straight, sehingga untuk ujung kabel yang lain urutan pewarnaan kabel tersebut harus berbeda dengan urutan ujung kabel straight ini, inilah yang dinamakan dengan kabel cross, urutan ujung kabel cross adalah seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVFcIDJI/AAAAAAAAAHk/C8wm1sgAaro/s1600-h/utp2.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275374688934562962" src="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVFcIDJI/AAAAAAAAAHk/C8wm1sgAaro/s320/utp2.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 276px; text-align: center; width: 175px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sehingga di kedua ujung kabel tersebut memiliki urutan warna yang berbeda satu sama lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVW1vX4I/AAAAAAAAAH0/5GHnmp5XcnY/s1600-h/utp4.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275374693605400450" src="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVW1vX4I/AAAAAAAAAH0/5GHnmp5XcnY/s320/utp4.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 260px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;urutan lengkapnya seperti ini …&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVzkYV6I/AAAAAAAAAH8/ACIEUzsZkOo/s1600-h/utp5.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275374701317216162" src="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlVzkYV6I/AAAAAAAAAH8/ACIEUzsZkOo/s320/utp5.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 234px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari sini anda siap mengkoneksikan 2 PC tersebut.&lt;br /&gt;Di windows untuk melakukan koneksi 2 PC sama halnya dengan mengkoneksikan PC dengan topologi jaringan yang sering ditemui, biasanya topologi jaringan itu adalah star di mana di pertengahannya biasa ditemui menggunakan hub ataupun switch. Hal yang harus dilakukan untuk mengkoneksikan kedua PC di windows adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PC Pertama&lt;br /&gt;Masukkan ke network connection di control panel  :&lt;br /&gt;Start menu | run | control panel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu masuk ke bagian Network Connections&lt;br /&gt;Kemudian pilih Local Area Network Connection&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmZ8hcVXI/AAAAAAAAAIE/Cx6rkNAebFA/s1600-h/utp6.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275375871951918450" src="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmZ8hcVXI/AAAAAAAAAIE/Cx6rkNAebFA/s320/utp6.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 146px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik kanan Local Area Network Connection, pilih properties&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmaOX_icI/AAAAAAAAAIM/OEHgEYTdTdk/s1600-h/utp7.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275375876744120770" src="http://3.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmaOX_icI/AAAAAAAAAIM/OEHgEYTdTdk/s320/utp7.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 229px; text-align: center; width: 320px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kotak dialog Local Area Network Connection Properties, di bagian tab General pilih Internet Protocol ( TCP/IP ) Kemudian Klik Properties&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmaJAIytI/AAAAAAAAAIU/Ey7hTowSGFY/s1600-h/utp8.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275375875301886674" src="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmaJAIytI/AAAAAAAAAIU/Ey7hTowSGFY/s320/utp8.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 320px; text-align: center; width: 266px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu masukkan IP Addressnya 192.168.1.2, kemudian Netmasknya 255.255.255.0&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmaWcHTyI/AAAAAAAAAIc/QdIQ8hI-Sis/s1600-h/utp9.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275375878908890914" src="http://4.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXmaWcHTyI/AAAAAAAAAIc/QdIQ8hI-Sis/s320/utp9.JPG" style="margin: 0px auto 10px; cursor: pointer; display: block; height: 320px; text-align: center; width: 284px;" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu klik button OK, kemudian Close&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah untuk PC yang kedua tahapnya sama saja dengan yang diatas namun Alamat IP Addressnya berbeda dengan PC yang sebelumnya, anda dapat mengisinya dengan 192.168.1.1 atau dengan IP 192.168.1.x yang lain, terserah anda. Dengan catatan netmasknya harus sama dengan pc yang sebelumnya yakni 255.255.255.0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian langkah selanjutnya adalah melakukan konfigurasi network setup wizard untuk kedua PC tersebut, agar keduanya dapat saling terhubung sebagai satu workgroup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai, lakukan ping dari salah satu PC tersebut ke PC lainnya... Jika tampilannya seperti ini maka PC anda telah terhubung satu sama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C:\Documents and Settings\Al-k&amp;gt;ping 192.168.1.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time&amp;lt;1ms ttl="128" bytes="32" ttl="128" bytes="32" ttl="128" bytes="32" ttl="128" sent =" 4," received =" 4," lost =" 0" minimum =" 0ms," maximum =" 0ms," average =" 0ms"&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-5800333836192429199?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5800333836192429199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5800333836192429199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/12/menghubungkan-2-komputer-dengan_02.html' title='Menghubungkan 2 Komputer dengan Menggunakan Kabel Cross'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ngBN1WINFuw/STXlIzrTAbI/AAAAAAAAAHc/TVDt0T1kRvI/s72-c/utp1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-3732786164035186344</id><published>2008-08-03T18:29:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:09:30.381-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='domain'/><title type='text'>MEMBUAT PC ROUTER DENGAN UBUNTU</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;aka akan terlihat seperti berikut :&lt;br /&gt;untuk ip static :&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;br /&gt;Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)&lt;br /&gt;target prot opt source destination&lt;br /&gt;SNAT 0 — 192.168.0.0/24 anywhere to:10.10.1.81&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk ip DHCP :&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;br /&gt;Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)&lt;br /&gt;target prot opt source destination&lt;br /&gt;MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain. Jenis router ada yang diproduksi oleh vendor tertentu (cisco, juniper, dst) atau yang dapat difungsikan menggunakan komputer (pc router).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;PC (Personal Computer) Router adalah sebuah komputer yang berfungsi sebagai router. PC Router dapat diterapkan dengan menggunakan spesifikasi minimal : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;- Dua buah NIC&lt;br /&gt;- OS *nix (BSD, Linux, Unix), OS Windows Server, Open Solaris, dst&lt;br /&gt;Pada installasi kali ini, kita akan membuat PC Router dengan menggunakan OS Linux Ubuntu Desktop 7.10 Punyanya “Om Gusty”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat ini aku make dua buah lan cards yang satu buat ke luar dan yang atunya buat ke dalam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;KONFIGURASI&lt;br /&gt;1. Konfigurasi IP address&lt;br /&gt;* eth0 : IP Address 10.10.1.81 Netmask 255.255.255.0&lt;br /&gt;* eth1 : IP Address 192.168.0.1 Netmask 255.255.255.0&lt;br /&gt;* DNS Server : 127.0.0.1 (disesuaikan dengan punya kita yang konek internet)&lt;br /&gt;* Search Domains : perusahaan.com (boleh di isi boleh gak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;perintah seting ip (bisa lewat gui, tp ni ak pake terminal):&lt;br /&gt;* sudo ifconfig eth0 10.10.1.81 netmask 255.255.255.0 (lan card 1)&lt;br /&gt;* sudo ifconfig eth 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 (lan card 2)&lt;br /&gt;* route add default gw 10.10.1.1 (klo pake modem ya GATEWAY nya modem)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;klik panel &lt;em&gt;System-&gt;Administration-&gt;Network&lt;/em&gt; trus meminta password administrasi, maka masukan password user yang pertama kali dibuat. Pilih bagian eth0 (network eksternal) lalu klik “&lt;em&gt;Properties&lt;/em&gt;” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* IP address : 10.10.1.81&lt;br /&gt;* Subnet mask : 255.255.255.0&lt;br /&gt;* Gateway address : 10.10.1.1 (Gateway di isi sesuai dengan ip modem ato alat yg konek internet tu pokoke)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu klik tombol “OK“.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilih bagian eth1 (network internal) lalu klik “Properties” . Uncheck pilihan “Enable roaming mode” lalu ganti “Configuration” menjadi “Static IP Address“. Masukan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* IP address : 192.168.0.1&lt;br /&gt;* Subnet mask : 255.255.0.0&lt;br /&gt;* Gateway address :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu klik tombol “OK“.&lt;br /&gt;Gateway pada eth1 dikosongkan, karena router harus menentukan default gateway-nya. Sedangkan default gateway yang digunakan adalah yang melalui eth0.&lt;br /&gt;Lanjuttt …. Pilih tab “General“. Masukan :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* Host name : PCrouter&lt;br /&gt;* Domain name : Nyobain.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pilih tab “DNS“&lt;br /&gt;Klik “Add” pada bagian “DNS Servers” lalu masukan IP Address dns servernya yaitu 127.0.0.1, tekan enter. Itu Kita memasukan IP Address localhost (127.0.0.1) karena kita akan menggunakan DNS local untuk semua manajemennya. Ato klo make koneksi lainnya disesuaikan aja yah.&lt;br /&gt;Klik “Add” pada bagian “Search domains” lalu masukan Nyobain.com, tekan enter&lt;br /&gt;Tekan tombol “Close” apabila konfigurasi sudah sesuai. Secara otomatis seharusnya IP Address sudah terkonfigurasi sendiri, apabila masih belum maka bisa direstart networknya atau restart aja komputernya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Konfigurasi IP Forward&lt;br /&gt;IP Forward adalah suatu system yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari suatu jaringan ke jarinagn yang lain. Untuk mengkonfigurasinya, kita perlu mengubah modul kernel ip_forward menjadi enable. Tapi sebelumnya ubah password root dahulu biar gak ngerepotin nantinya. Klik panel &lt;em&gt;System-&gt;Administration-&gt;Users and Groups&lt;/em&gt;. Pilih login name “root“, lalu klik Properties. Dibagian “Password“, ubah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* User password : password_root&lt;br /&gt;* Confirmation : password_root&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atau “Generate random password“, apabila ingin menggunakan password yang dibuat secara random. Lalu klik tombol “OK“.&lt;br /&gt;Untuk mengaktifkan IP Forward, kita dapat mengklik panel &lt;em&gt;Applications-&gt;Accecories-&gt;Terminal&lt;/em&gt; Setelah muncul terminalnya, ketik perintah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* su -&lt;br /&gt;* Password : password_root&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka kita sudah masuk ke mode root, dengan ditandai oleh tanda “#” (tanda kress). Lalu dilanjutkan dengan perintah berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* echo “net.ipv4.ip_forward=1? &gt;&gt; /etc/sysctl.conf&lt;br /&gt;* sysctl -p /etc/sysctl.conf&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila pada file /etc/systecl.conf sudah terdapat entry-an “net.ipv4.ip_forward=0“, maka ubah saja nilainya menjadi 1. Untuk mengubah nilainya dapat menggunakan editor “pico” ato “vi“ ato “nano” ato apalah perintah linux lainnya. Untuk mengecek apakah IP Forward sudah diaktifkan pada PC, maka jalankan perintah berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* sysctl net.ipv4.ip_forward&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila hasilnya adalah 1, maka IP Forward sudah di enable. Selanjutnya paket-paket yang dikirim oleh network sudah dapat diteruskan ke network yang lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Konfigurasi IP yang Dituju pada saat Nge-routing&lt;br /&gt;Perintah yang aku pakai di bawah ini buat ip yang static :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j SNAT –to 10.10.1.81&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan untuk IP yang DHCP bisa pakai cara mas Hanadi :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.0.0/24 -d 0/0 -j MASQUERADE&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk mengecek hasilnya ketikan perintah berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* iptables -L -t nat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka akan terlihat seperti berikut :&lt;br /&gt;untuk ip static :&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;br /&gt;Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)&lt;br /&gt;target prot opt source destination&lt;br /&gt;SNAT 0 — 192.168.0.0/24 anywhere to:10.10.1.81&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;untuk ip DHCP :&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;br /&gt;Chain POSTROUTING (policy ACCEPT)&lt;br /&gt;target prot opt source destination&lt;br /&gt;MASQUERADE 0 — 192.168.0.0/24 anywhere&lt;br /&gt;—————cut————–&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Konfigurasi IP Masquerade tidak bersifat permanen, maka disarankan untuk mengaplikasikan cara berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;* pico /etc/init.d/iptables&lt;br /&gt;Isikan file tersebut dengan entry-an berikut :&lt;br /&gt;—–start—–&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;#!/bin/sh&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;#This is a ubuntu adapted iptables script from gentoo&lt;br /&gt;#(http://www.gentoo.org) which was originally distributed&lt;br /&gt;# under the terms of the GNU General Public License v2&lt;br /&gt;#and was Copyrighted 1999-2004 by the Gentoo Foundation&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;#This adapted version was intended for and ad-hoc personal&lt;br /&gt;#situation and as such no warranty is provided.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;IPTABLES_SAVE=”/etc/default/iptables-rules”&lt;br /&gt;SAVE_RESTORE_OPTIONS=”-c”&lt;br /&gt;SAVE_ON_STOP=”yes”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;checkrules() {&lt;br /&gt;if [ ! -f ${IPTABLES_SAVE} ]&lt;br /&gt;then&lt;br /&gt;echo “Not starting iptables. First create some rules then run”&lt;br /&gt;echo “\”/etc/init.d/iptables save\””&lt;br /&gt;return 1&lt;br /&gt;fi&lt;br /&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;save() {&lt;br /&gt;echo “Saving iptables state”&lt;br /&gt;/sbin/iptables-save ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} &gt; ${IPTABLES_SAVE}&lt;br /&gt;}&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;start(){&lt;br /&gt;checkrules || return 1&lt;br /&gt;echo “Loading iptables state and starting firewall”&lt;br /&gt;echo -n “Restoring iptables ruleset”&lt;br /&gt;start-stop-daemon –start –quiet –exec /sbin/iptables-restore — ${SAVE_RESTORE_OPTIONS} &amp;amp;2&lt;br /&gt;exit 1&lt;br /&gt;;;&lt;br /&gt;esac&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;exit 0&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.iso.web.id/"&gt;http://www.iso.web.id  &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm; line-height: 100%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman,serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-3732786164035186344?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3732786164035186344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3732786164035186344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/08/membuat-pc-router-dengan-ubuntu.html' title='MEMBUAT PC ROUTER DENGAN UBUNTU'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-7801267882776964013</id><published>2008-08-03T18:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-05T18:14:49.693-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Peta Peluang Kerja di Bidang Teknologi Informasi</title><content type='html'>&lt;h3 class="western" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan industri software sangat strategis, karena terkait dengan sektor ekonomis, dimana selain memberikan dampak yang luas terhadap perluasan kesempatan kerja, dan berusaha juga peningkatan atau pengembangan teknologi informasi dan untuk meningkatkan peluang investasi dan penyerapan tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt; Selain itu pula Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta penerapannya di berbagai bidang, telah  membuka peluang kerja cukup besar bagi profesional di bidang tersebut. Mereka dapat bekerja di perusahaan, instansi pemerintah, maupun dunia pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="western" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan industri software sangat strategis, karena terkait dengan sektor ekonomis, dimana selain memberikan dampak yang luas terhadap perluasan kesempatan kerja, dan berusaha juga peningkatan atau pengembangan teknologi informasi dan untuk meningkatkan peluang investasi dan penyerapan tenaga kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt; Selain itu pula Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta penerapannya di berbagai bidang, telah  membuka peluang kerja cukup besar bagi profesional di bidang tersebut. Mereka dapat bekerja di perusahaan, instansi pemerintah, maupun dunia pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Mengutip pernyataan Ir Stefanus Thomas Suhalim MCSE,  bahwa beberapa negara maju dan berkembang mulai merasakan tingginya kebutuhan tenaga kerja di bidang itu. Dia memberi contoh, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Cina yang setiap tahun menghasilkan 200.000 tenaga profesional di bidang tersebut, pada akhir 2008 diperkirakan bakal mengalami kekurangan sebanyak 2,2 juta tenaga kerja TIK. Kenyataan serupa juga terjadi di Amerika. Dia mengutip laporan dari Information Technology Association of Amerika, pada tahun 2001 terbuka peluang bagi 900.000 tenaga kerja di bidang itu. Namun dari jumlah tersebut, 425.000 kesempatan tidak terisi. ''Mereka kekurangan pelamar yang memenuhi kualifikasi teknis dan nonteknis,'' tuturnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Disisi lain, informasi tentang peluang kerja di luar negeri juga cukup besar dan banyak, khususnya peluang kerja di bidang teknologi informasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="id-ID"&gt; Sebagai gambaran bahwa kebutuhan terhadap tenaga IT di bidang industri software baik di luar negeri maupun di dalam negeri, adalah sebagai berikut : Tenaga IT di luar negeri, untuk tahun 2015, diperkirakan 3,3 juta lapangan kerja. Sedangkan Tenaga IT domestik, berdasarkan proyeksi pertumbuhan industri pada tahun 2010, target produksi 8.195.33 US $, dengan asumsi produktifitas 25.000 perorang, sehingga dibutuhkan tenaga kerja sekitar 327.813 orang. Dibawah ini disajikan sebuah tabel sebagai gambaran target export TI di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(0, 0, 153);" align="center" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;TARGET KUANTITATIF EKSPOR TEKNOLOGI INFORMASI DI INDONESIA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Target Ekspor dan Pertumbuhan Sektor Teknologi Informasi serta Produk Elektronika lainnya&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;(&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;dalam satuan juta dollar AS&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;table border="1" bordercolor="#000000" cellpadding="7" cellspacing="1" width="577"&gt;  &lt;col width="200"&gt;  &lt;col width="105"&gt;  &lt;col width="105"&gt;  &lt;col width="104"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" bgcolor="#cccccc" width="200"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;SEKTOR&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" bgcolor="#cccccc" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Th. 2000&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" bgcolor="#cccccc" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Th. 2003&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" bgcolor="#cccccc" width="104"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Th. 2010&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="200"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="western" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Elektronika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.900&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.500&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="104"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;  &lt;br /&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="200"&gt;    &lt;p class="western" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Teknologi    Informasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.200&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.800&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="104"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;14.000&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="200"&gt;    &lt;p class="western" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alat    Rumah Tangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;420&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;500&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="104"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1.500&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="200"&gt;    &lt;p class="western" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Modul    &amp;amp; Komponen&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;3.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;4.500&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="104"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;8.000&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="200"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="western" lang="sv-SE"&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;    &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;480&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;    &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;600&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="104"&gt;    &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;    &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;2.500&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;     &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="200"&gt;    &lt;p class="western" align="right" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;TOTAL&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;7.000&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="105"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;9.900&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="104"&gt;    &lt;p class="western" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;30.000&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm; text-align: left;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Sumber : Dinas Perindustrian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; Perdagangan &amp;amp; Koperasi DIY&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(0, 0, 102);" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1 class="western" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm; color: rgb(0, 0, 102);" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Berlin Sans FB,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;INDIA Kekurangan Tenaga Kerja TI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;India menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja berkemampuan bahasa-bahasa Eropa (non-Inggris) selama lima tahun mendatang. Hal ini diperlihatkan dengan dibukanya rekrutmen tenaga kerja asing sebesar 120.000 untuk &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;menutupi kekurangan tersebut. Defisit SDM yang mampu berbahasa asing ini diungkap dalam sebuah laporan yang dilansir perusahaan riset Evalueserve. Meningkatnya permintaan layanan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;offshoring &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;dari Eropa menyebabkan industri jasa TI India kekurangan sekitar 120.000 tenaga kerja yang memiliki spesialisasi bahasa-bahasa Eropa di luar Inggris. Sementara, perusahaan ini menghitung jumlah SDM India yang memiliki kemampuan seperti itu tak lebih dari 40.000 orang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Untuk mengisi kekurangan tersebut, menurut Evalueserve bakal banyak kalangan industri TI dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;business process outsourcing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;(BPO) India yang harus merekrut tenaga kerja asing dari daratan Eropa untuk melakukan pekerjaan seperti pengumpulan informasi, menangani dokumen-dokumen berbahasa non-Inggris, layanan berbasis voice dan proses-proses transaksi. Menurut Evaluaserve, meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;skill &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;bahasa asing non-Inggris ini merupakan dampak dari upaya perusahaan-perusahaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;offshoring &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;India untuk menangkap peluang pasar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;outsourcing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Eropa daratan. Selain itu, upaya ini ditempuh sekaligus untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pasar Inggris dan Amerika Serikat. Seperti diketahui, lebih dari 80 persen order &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;offshoring &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;India berasal dari kedua negara itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Untuk menarik minat para pekerja asing, kalangan perusahaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;offshoring &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;India menawarkan paket kompensasi yang menarik, kata studi itu. Adapun yang dicari adalah para pekerja yang bergelar teknik maupun bisnis, serta memiliki &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;skill &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;bahasa Belanda, Perancis, Jerman, Italia, Spanyol atau Rusia. Tapi, di sisi lain, bukan berarti tenaga kerja berbahasa Inggris tersedia secara melimpah, meski diakui bahasa Inggris sudah menjadi semacam bahasa kedua bagi warga India. Pada suatu kesempatan di sebuah konferensi bisnis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;offshoring &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;di New Delhi beberapa waktu lalu, seorang eksekutif perusahaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;business process outsourcing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;India, Dan Sandhu mengingatkan bahwa dari sekitar dua juta lulusan universitas India yang sanggup berbahasa Inggris, hanya sebagian kecil yang benar-benar sesuai untuk pekerjaan menghadapi pelanggan di perusahaan-perusahaan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;offshoring&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h1 class="western" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt; &lt;/h1&gt; &lt;h1 class="western" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt; &lt;/h1&gt; &lt;h1 class="western" style="margin-top: 0cm; margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);font-family:Berlin Sans FB,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;Pas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Berlin Sans FB,sans-serif;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;ar Jasa TI Malaysia Menjanjikan&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Meski menghadapi persaingan yang ketat, seperti perang harga dan semakin berkurangnya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;life-cycle &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;teknologi-teknologi terbaru, pasar jasa TI Malaysia tetap menjanjikan pertumbuhan yang tinggi. Menurut laporan IDC, akibat stagnasi pasar, perusahaan-perusahaan jasa TI di Malaysia mendapat tekanan untuk bergeser dari pola &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;system integration &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;(SI), yang mendapatkan pemasukan berbasis jumlah &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;man-month &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, ke model layanan yang mendapatkan kompensasi berbasis nilai ( &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;value-based &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;) dan memperluas marjin keuntungannya dalam lingkungan TI yang dinamis. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Katherine Chan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;analyst, Services Research, IDC Malaysia &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, mengatakan bahwa di pasar SI Malaysia, permintaan aplikasi enterprise, baik dalam bentuk paket atau yang sudah dikustomisasi, akan tetap tumbuh dua dijit dengan pertumbuhan tahunan sekitar 11,6 persen. Menurut dia, selain didorong munculnya teknologi-teknologi dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;delivery model &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;baru, peluang pertumbuhan pasar juga bakal muncul dari aplikasi implementasi RFID ( &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Radio Frequency Identification &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;), aplikasi virtualisasi dan aplikasi-aplikasi lainnya. “Selain itu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;network consulting &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;network integration &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;akan terus mendorong pertumbuhan pasar ini, khususnya ketika konsep &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;ubiquitous computing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;mulai melekat di komunitas pengguna,” ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Berdasarkan riset IDC, pasar jasa TI Malaysia tahun 2004 mencapai 801,81 juta dolar, atau tumbuh 29 persen dibanding tahun 2003. Dari jumlah itu, pasar konsultasi dan integrasi sistem TI merupakan pangsa pasar jasa TI tertinggi dengan pangsa 42 persen, diikuti pasar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;support &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;training TI &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;sebesar 33 persen dan alihdaya 25 persen. “Didorong dengan kuatnya permintaan jasa alihdaya, pasar jasa TI Malaysia diperkirakan akan tumbuh 16,3 persen dalam kurun waktu 2004-2009,” kata IDC. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Menurut IDC, dalam jangka panjang, proyek-proyek alihdaya akan meningkat. Pada saat yang sama, perusahaan-perusahaan juga akan semakin banyak memanfaatkan alihdaya untuk merasionalisasikan investasi TI-nya, misalnya dengan memanfaatkan sistem &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;sharing &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, menggunakan jasa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;application service provider &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;(ASP), pengalihdayaan manajemen pengoperasian infrastruktur sistem, dan seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Di segmen &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;IT deployment and support &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, pertumbuhan perawatan perangkat keras dan piranti lunak akan semakin berkurang. Menurut IDC, perusahaan-perusahaan akan semakin banyak yang menoleh ke para &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;value-added service provider &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;. Tawaran layanannya lebih dinamis dengan mengambil alih tanggung jawab &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;maintenance &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;menggunakan model &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;managed service &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, bukan pola tradisional seperti model &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;annual maintenance service.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(0, 0, 153);" align="center" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Berlin Sans FB,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Potret Bisni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Berlin Sans FB,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;s Teknologi Informasi Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm; color: rgb(0, 0, 153);" align="center" lang="sv-SE"&gt; &lt;span style="font-family:Berlin Sans FB,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;dibanding negara-negara ASEAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;table style="color: rgb(0, 0, 0);" border="1" cellpadding="7" cellspacing="1" width="585"&gt;  &lt;col width="234"&gt;  &lt;col width="72"&gt;  &lt;col width="72"&gt;  &lt;col width="72"&gt;  &lt;col width="56"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Cakupan    e-business&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Berkembang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Baik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Sedang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Berkembang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Mulai&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Berkembang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td bg="" style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tidak    ada&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Kegiatan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;1.    Perdagangan Elektronik&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perdagangan Produk/Jasa Via Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Kegiatan supply Chain via Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;2.    Infrastruktur Aplikasi Internet&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Konsultan Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Pengembang Aplikasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perusahaan multimedia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Pengembang WEB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Pengembang Software&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perusahaan Pelatihan On-Line&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Penyedia Jasa Database WEB&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Penyedia Aplikasi Manajemen Pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perusahaan Venture Capital&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;3.    Jasa-jasa Intermediary Internet&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Vertical Market Maker&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Biro Perjalanan on-line&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perantara on-line&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Pengesah isi internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Penyedia isi/portal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Pengiklanan Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Broker Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;4.    Infrastruktur Internet&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Internet Backbone Provider&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Penyedia Jasa Internet&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Persahaan jaringan H/W &amp;amp; S/W&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perusahaan PC &amp;amp; Server&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Security Vendor&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Perusahaan Fiber Optic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="en-US"&gt;    &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;-    Line Accelaration Hardware&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="color: rgb(0, 0, 153);" width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Y&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr valign="top"&gt;   &lt;td width="234"&gt;    &lt;p align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="72"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td width="56"&gt;    &lt;p align="center" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="right" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt;Sumber : Dinas Perindustrian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;b&gt; Perdagangan &amp;amp; Koperasi DIY&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Nb.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;       &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Status Pengguna Teknologi Informasi di Indonesia  :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;120,000  users vs 200 million of population (1998)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Very  Small in ratio and Low Penetration&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;50%  Growth&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun  2000 Forecast  : 150.000 Users&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tahun  2005 Forecast  : 250.000 Users&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1,200  Local Homepages Web Sites&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ISP  (Commercially Operational) :  41 Licenses&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Nah, ka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;lau melihat situasi seperti diatas, akan sangat mengenaskan jika orang Indonesia yang bergerak di bidang Teknologi Informasi tidak bisa mendapatkan pekerjaan semacam itu. Masalahnya memang tidak mudah. Mungkin memang kemampuan tenaga TI di Indonesia belum memadai ?. Selain masalah teknis ada juga masalah bahasa Inggris. Seringkali saya menjumpai orang yang memiliki kemampuan teknis akan tetapi bahasa Inggrisnya sangat jauh dari memuaskan. Mau tidak mau, bahasa Inggris merupakan bahasa yang harus kita kuasai. Pekerja dari India, Singapura, dan Malaysia tidak  memiliki kendala di bahasa ini, meskipun pekerja dari Cina mengalami masalah yang sama dengan yang kita hadapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pekerja dari Indonesia sebenarnya mulai disukai oleh perusahaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; di kawasan Asia karena ada beberapa masalah dengan pekerja dari negara lain. Misalnya, Hongkong membatasi jumlah pekerja dari Cina. Sementara pekerja dari India kurang disukai karena mereka menggunakan negara Asia hanya sebagai batu loncatan untuk bekerja di Amerika. Pekerja Indonesia juga dikenal (sebagian besar) akan pulang setelah pekerjaan kontrak selesai sehingga tidak menjadi beban negara yang ditempati. (Tidak menjadi warga negara disana). Jadi sebenarnya kesempatan orang Indonesia untuk bekerja di luar negeri cukup baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="sv-SE"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="margin-bottom: 0cm;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Peluang kerja di bidang Teknologi Informasi lainnya, yang saat ini masih banyak dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan baik di dalam maupun di luar negeri adalah :  IT Help Desk, AutoCAD Drafter, Sales, Project Manager, Computer Operator, Teknisi Komputer, WebMaster, Web Chief Editor, Web Administrator, Manager Web Content, Unix Admnistration Manager, Director Software, Java Developer, Network Manager, System Architect. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sumber : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.i2bc.org/news/itnews3.html" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;www.i2bc.org/news/itnews3.html&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt; &amp;amp;  &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.jobsdb.com/" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;www.jobsdb.com&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial Narrow,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-7801267882776964013?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/7801267882776964013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/7801267882776964013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/08/peranan-industri-software-sangat.html' title='Bagaimana Peta Peluang Kerja di Bidang Teknologi Informasi'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-8708187801033205403</id><published>2008-07-27T19:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:06:27.123-07:00</updated><title type='text'>LINUX: Aplikasi Gambas untuk Shutdown Otomatis</title><content type='html'>&lt;p class="western" style="margin-right: 0.05cm; text-indent: 1.61cm; margin-top: 0.05cm; margin-bottom: 0.05cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Terasa asing memang ketika kita berkenalan dengan lingkungan yang baru, membuat kita tidak banyak berbicara dan bertindak, karena peraturan yang berlaku pada lingkungan baru ini berbeda dengan lingkungan kita yang lama. Hal ini menganalogikan kita kepada sistem operasi linux (sebagai lingkungan baru) dan windows (sebagai lingkungan yang lama). Sistem operasi linux adalah sistem operasi yang bersifat gratisan dan Open Source, karena itu linux adalah jawaban dari permasalahan yang semakin banyaknya masyarakat menggunakan aplikasi bajakan. Keluarnya UU HAKI di Indonesia membuat perubahan yang mendorong pengguna komputer untuk meninggalkan software bajakan menuju ke software yang legal atau sah secara hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="western" style="margin-right: 0.05cm; text-indent: 1.61cm; margin-top: 0.05cm; margin-bottom: 0.05cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Terasa asing memang ketika kita berkenalan dengan lingkungan yang baru, membuat kita tidak banyak berbicara dan bertindak, karena peraturan yang berlaku pada lingkungan baru ini berbeda dengan lingkungan kita yang lama. Hal ini menganalogikan kita kepada sistem operasi linux (sebagai lingkungan baru) dan windows (sebagai lingkungan yang lama). Sistem operasi linux adalah sistem operasi yang bersifat gratisan dan Open Source, karena itu linux adalah jawaban dari permasalahan yang semakin banyaknya masyarakat menggunakan aplikasi bajakan. Keluarnya UU HAKI di Indonesia membuat perubahan yang mendorong pengguna komputer untuk meninggalkan software bajakan menuju ke software yang legal atau sah secara hukum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="western" style="text-indent: 1.59cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Perubahan ini sangat dirasakan oleh para programmer windows yang biasa menggunakan bahasa permograman Visual Delphi atau Visual Basic. Mungkin untuk programmer Delphi tidak begitu mendapat kesulitan untuk membuat program di atas flatform linux karena keluarga Borland telah menyediakan paket pemrograman Kylix yang berjalan di atas flatform Linux yang mempunyai bahasa hampir sama dengan Delphi yang berjalan di atas flatform Windows. Bagaimana dengan nasib programmer Visual Basic ? Anda tidak perlu cemas, walaupun microsoft tidak membuatkan paket pemrograman Visual Basic untuk linux, karena saat ini banyak bahasa pemrograman yang hampir sama dengan Visual Basic di buat. Salah satu contohnya adalah Gambas (http://gambas.sourceforge.net) . Bahasa pemrograman yang dibuat oleh Benoit Minisini mempunyai beberapa perbedaan dengan bahasa pemrograman yang lain, perbedaan itu adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;     &lt;li&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;Projek  gambas di simpan dalam satu direktori&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;     &lt;li&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;Kompilasi sebuah projek hanya membutuhkan semua class (objek tambahan tidak dibutuhkan) , Setiap objek tambahan dari class di kompil terpisah ketika aplikasi di jalankan.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;     &lt;li&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;Secara  normal, interpreter gambas hanyalah program pengolah kata biasa.&lt;/p&gt;     &lt;/li&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.59cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Program gambas saat ini telah di buat untuk berbagai versi linux, seperti Mandrake, Fedora, FreeBSD, QiLinux, Slackware, SuSE, Xandros dan lain-lainnya. Untuk menginstall gambas anda dapat mendownload source program dalam bentuk tar atau rpm di &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://gambas.sourceforge.net/"&gt;http://gambas.sourceforge.net&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;. Setelah anda download ikuti ketik beberapa perintah dibawah ini pada terminal :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[sim@Kabag-SIM]$ tar –zxvf gambas-1.0.2.tar.gz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;root@Kabag-SIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]# cd gambas-1.0.2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;root@Kabag-SIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]# ./configure&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;root@Kabag-SIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]# make&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;root@Kabag-SIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]# make install&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;root@Kabag_SIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]# make clean &amp;amp;&amp;amp; make distclean&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.59cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Setelah penginstallan selesai anda dapat menjalankan gambas dengan mengetikkan “gambas” pada Run. Kemudian Akan tampil kotak dialog seperti berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.59cm; line-height: 150%;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img src="file:///tmp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SI2QdwoytaI/AAAAAAAAAFM/F8bJ0WFXYcM/s1600-h/gambas1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SI2QdwoytaI/AAAAAAAAAFM/F8bJ0WFXYcM/s320/gambas1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227993583393617314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img src="file:///tmp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gambar 1 : &lt;em&gt;Tampilan gambas&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.61cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Cobalah untuk membuat project baru dengan mengklik pilihan “New Project”, kemudian pilih lah “Create graphical project” dan ikuti perintah-perintah selanjutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.61cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Pada project baru ini kita akan membuat program untuk shutdown otomatis. Logaritma project shutdown otomatis adalah pengecekan waktu sekarang dengan waktu yang di inputkan user, jika waktu sekarang sama dengan waktu yang di inputkan user maka program akan memanggil script “halt”, yaitu program bawaan dari linux untuk shutdown komputer. Baiklah setelah anda mengerti logaritmanya marilah kita mulai pembuatan aplikasinya, ikuti langkah-langkah di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.61cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Klik kanan pada jendela project dan pilih “News-Form”. Tambahkan kompononen textbox, label, timer, dan button sehinga berbentuk seperti gambar di bawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.61cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SI2QuppSHeI/AAAAAAAAAFU/gMDsqSv-b04/s1600-h/gambas2.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SI2QuppSHeI/AAAAAAAAAFU/gMDsqSv-b04/s320/gambas2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227993873574403554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Gambar 2 :&lt;em&gt; Bentuk form Project shutdown otomatis&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Ganti properti kompononen di jendela “Properties” sesuai dengan  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 0.03cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; tabel berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;dl&gt;&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;     &lt;table border="1" bordercolor="#000000" cellpadding="4" cellspacing="0" width="438"&gt;         &lt;col width="197"&gt;    &lt;col width="223"&gt;         &lt;thead&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;th width="197"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Komponen&lt;/p&gt;                 &lt;/th&gt;                 &lt;th width="223"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Properti&lt;/p&gt;                 &lt;/th&gt;             &lt;/tr&gt;         &lt;/thead&gt;         &lt;tbody&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td width="197"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Timer&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;                 &lt;td width="223"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Name        : waktu&lt;/p&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Delay        : 1000&lt;/p&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Enable       :  True&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td width="197"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Button&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;                 &lt;td width="223"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Name        : BtnOk&lt;/p&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Text           : &amp;amp;OK&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td width="197"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;TextBox&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;                 &lt;td width="223"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Name        : Input&lt;/p&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Text          : &lt;kosongkan&gt;&lt;/kosongkan&gt;&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;             &lt;tr valign="top"&gt;                 &lt;td width="197"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Label1&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;                 &lt;td width="223"&gt;                 &lt;p class="western" lang="en-US"&gt;Text          : Masukkan waktu&lt;/p&gt;                 &lt;/td&gt;             &lt;/tr&gt;         &lt;/tbody&gt;     &lt;/table&gt;     &lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;&lt;/dl&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Dari beberapa langkah di atas, langkah yang paling penting bagi seorang programer adalah langkah design form, yaitu langkah meletakkan komponen yang di butuhkan pada form. Biasakan untuk menfixkan design form terlebih dahulu karena jika kita menulis program dahulu biasanya kita akan mengulang design yang telah kita buat, tentunya hal ini membuat pekerjaan pembuatan program lebih lama. Jika tahap ini telah selesai berikutnya pengkodean. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Berikut kode untuk membuat projek “Shutdown Otomatis” :  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PUBLIC SUB BtnOK_Click()&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   ‘&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sembunyikan form kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ME.Hide&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;END&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PUBLIC SUB Waktu_Timer()&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   ‘&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Membuat text pada label2 menjadi waktu sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;label2.Text = Time(Now)  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   ‘&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jika text pada input sama dengan text label2 maka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;IF input.Text = label2.Text THEN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;     &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;EXEC ["halt"] ‘ Jalankan program halt&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;   &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;END IF&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;END&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="text-indent: 1.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Jadikan project anda executable dengan menekan tombol kombinasi “Ctrl+Alt+M” atau klik “Project-Make Executable” pada jendela prject, simpan dengan nama “shotomatis” pada direktori /sbin Berikutnya jalankan program anda dengan mengetikkan perintah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: 0.64cm; line-height: 150%;" align="left" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;root@Kabag-SIM&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New,monospace;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;]# shotomatis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="western" style="margin-left: -0.03cm; text-indent: 1.69cm; line-height: 150%; text-align: justify;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; Sekarang anda telah membuat sebuah project untuk shutdown otomatis komputer anda, isikan kotak input dengan jam yang anda inginkan agar komputer shutdown, di lanjutkan dengan mengklik tobol “OK”.  (sumber: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://elearning.ubb.ac.id/"&gt;http://elearning.ubb.ac.id&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-8708187801033205403?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/8708187801033205403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/8708187801033205403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/07/linux-aplikasi-gambas-untuk-shutdown.html' title='LINUX: Aplikasi Gambas untuk Shutdown Otomatis'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SI2QdwoytaI/AAAAAAAAAFM/F8bJ0WFXYcM/s72-c/gambas1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-6334913579979974027</id><published>2008-07-27T19:06:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T00:31:52.173-07:00</updated><title type='text'>Manfaat Elearning dalam Pengajaran</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, di &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;antaranya adalah: &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).  Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru  atau instruktur (interactivity enhancement).    Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).  Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran  (easy updating of content as well as archivable capabilities). &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang : &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;a. Manfaat bagi siswa &lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, di &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;antaranya adalah: &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;i&gt;Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).  Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru  atau instruktur (interactivity enhancement).    Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).  Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran  (easy updating of content as well as archivable capabilities). &lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Manfaat e-learning juga dapat dilihat dari 2 sudut pandang : &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;a. Manfaat bagi siswa &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Dengan      kegiatan    e-Learning      dimungkinkan   berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kita dapat mengakses bahan-bahan  belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat  berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat, misalnya melalui chatting  dan email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik  dan tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan  interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga  tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu  selesai dikerjakan. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;b. Manfaat bagi pengajar &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Dengan     adanya   kegiatan    e-Learning   manfaat  yang   diperoleh  guru/dosen antara lain adalah bahwa guru/dosen/ instruktur akan lebih  mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai  dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien mengontrol kegiatan belajar siswanya. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Pengalaman negara lain dan juga pengalaman distance learning di  Indonesia ternyata menunjukkan sukses yang signifikan, antara lain: (a)  mampu meningkatkan pemerataan pendidikan; (b) mengurangi angka putus sekolah atau putus kuliah atau putus sekolah; (c) meningkatkan prestasi  belajar; (d) meningkatkan kehadiran siswa di kelas, (e) meningkatkan rasa  percaya diri; (f) meningkatkan wawasan (outward looking); (g) mengatasi  kekurangan    tenaga    pendidikan;   serta   (h)  meningkatkan    efisiensi.  (Soekartawi, 2005) &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya adalah sebagai  berikut: &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   Menghemat waktu  proses belajar mengajar &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   Mengurangi biaya  perjalanan &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   Menghemat       biaya   pendidikan   secara   keseluruhan  (infrastruktur,     peralatan, buku-buku) &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   Menjangkau  wilayah geografis yang lebih luas &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;   Melatih  pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan  bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik  dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal  yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta  didik. Guru atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan  tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di  dalam web untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan,  guru/instruktur dapat pula memberikan kesempatan kepada peserta didik  untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya  dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu  tertentu pula (Website Kudos, 2002). &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;        &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Secara lebih rinci, manfaat e-Learning dapat dilihat dari 2 sudut,  yaitu dari sudut peserta didik dan guru: &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Dari Sudut Peserta Didik &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Dengan      kegiatan   e-Learning    dimungkinkan    berkembangnya  fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga  dapat berkomunikasi dengan instruktur setiap saat. Dengan kondisi yang  demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya  terhadap materi pembelajaran. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah  perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaan, maka  kegiatan e-Learning akan memberikan manfaat (Brown, 2000) kepada  peserta didik yang (1) belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah  miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan  oleh sekolahnya, (2) mengikuti program pendidikan keluarga di rumah  (home schoolers) untuk mempelajarii materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orangtuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di  bidang komputer, (3) merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik  yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi  berminat melanjutkan pendidikannya, yang dikeluarkan oleh sekolah,  maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang  berada di luar negeri, dan (4) tidak tertampung di sekolah konvensional  untuk mendapatkan pendidikan. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Dari Sudut Instruktur &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;       Dengan adanya kegiatan e-Learning (Soekartawi, 2002a,b), beberapa  manfaat yang diperoleh instruktur antara lain adalah bahwa instruktur  dapat: (1) lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang  menjadi     tanggung-jawabnya    sesuai  dengan   tuntutan   perkembangan keilmuan yang terjadi, (2) mengembangkan diri atau melakukan penelitian  guna peningkatan wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif  lebih banyak, (3) mengontrol kegiatan belajar peserta didik. Bahkan  instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa  yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajari, serta berapa kali  topik tertentu dipelajari ulang, (4) mengecek apakah peserta didik telah  mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu, dan (5)  memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada  peserta didik. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;      Sedangkan manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates  (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu: &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Meningkatkan kadar  interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan  guru atau  instruktur (enhance interactivity).  Apabila dirancang secara  cermat, pembelajaran elektronik dapat  meningkatkan kadar interaksi  pembelajaran, baik antara peserta didik  dengan guru/instruktur,  antara sesama peserta didik, maupun antara  peserta didik dengan  bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya  dengan  pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik  dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau  mempunyai  kesempatan     untuk  mengajukan      pertanyaan      ataupun    menyampaikan  pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa?  Karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan  yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi  atau  bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya kesempatan yang  terbatas ini  juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik  yang cepat tanggap  dan berani. Keadaan       yang demikian     ini  tidak akan       terjadi pada  pembelajaran elektronik. Peserta  didik yang malu maupun yang ragu-ragu  atau kurang berani mempunyai  peluang yang luas untuk mengajukan  pertanyaan maupun menyampaikan  pernyataan/pendapat tanpa merasa  diawasi atau mendapat tekanan dari  teman sekelas (Loftus, 2001). &lt;/p&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Memungkinkan  terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan  saja (time  and place flexibility).         Mengingat sumber belajar yang sudah  dikemas secara elektronik dan  tersedia untuk diakses oleh peserta  didik melalui internet, maka peserta  didik dapat melakukan  interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan  dari mana saja  (Dowling, 2002). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan  pembelajaran,    dapat    diserahkan   kepada     instruktur    begitu   selesai  dikerjakan. Tidak perlu menunggu sampai ada janji  untuk bertemu dengan  guru/instruktur.  Peserta didik tidak terikat  ketat dengan waktu dan tempat  penyelenggaraan    kegiatan     pembelajaran     sebagaimana      halnya   pada  pendidikan  konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka Inggris telah  memanfaatkan       internet   sebagai   metode/media      penyajian    materi.  Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT),  penggunaan internet  untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan.  Pada tahap awal,  penggunaan internet di UT masih terbatas untuk  kegiatan tutorial saja atau  yang disebut sebagai “tutorial  elektronik” (Anggoro, 2001).&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Menjangkau peserta  didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a  global  audience).  Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah  peserta didik  yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran  elektronik semakin  lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta  waktu tidak lagi menjadi  hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan  kapan saja, seseorang dapat  belajar. Interaksi dengan sumber  belajar dilakukan melalui internet.  Kesempatan belajar benar-benar  terbuka lebar bagi siapa saja yang  membutuhkan. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Mempermudah  penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran  (easy updating of  content as well as archivable capabilities).  Fasilitas yang  tersedia dalam teknologi internet dan berbagai  perangkat lunak yang  terus berkembang turut membantu mempermudah  pengembangan        bahan    belajar   elektronik.  Demikian     juga  dengan  penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan  tuntutan  perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara  periodik dan  mudah. Di  samping itu,    penyempurnaan      metode    penyajian  materi  pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang  didasarkan atas umpan balik  dari   peserta   didik   maupun    atas   hasil  penilaian  instruktur  selaku  penanggung-jawab atau pembina  materi pembelajaran itu sendiri.  Pengetahuan dan keterampilan untuk  pengembangan bahan belajar  elektronik ini perlu dikuasai terlebih  dahulu oleh instruktur yang akan  mengembangkan        bahan    belajar   elektronik.  Demikian    juga  dengan  pengelolaan  kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari  instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajar peserta  didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-6334913579979974027?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6334913579979974027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6334913579979974027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/07/manfaat-elearning-dalam-pengajaran.html' title='Manfaat Elearning dalam Pengajaran'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-1043261032356022307</id><published>2008-06-04T19:35:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T19:36:55.277-07:00</updated><title type='text'>Akhirnya Webcam laptop Compaq V3803TU dapat juga di running via Linux ubuntu </title><content type='html'>Sepertinya ada yang kurang, laptop belum maksimal pemanfaatan perlengkapannya. Akhirnya...&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;Setelah sekian waktu menunggu aktifnya webcam ini dapat juga informasi mengenai penggunaan aplikasi CHEES. Thanks to Ubuntu, silahkan download aplikasi pada &lt;a href="http://packages.ubuntu.com/gutsy/gnome/cheese"&gt;http://packages.ubuntu.com/gutsy/gnome/cheese&lt;/a&gt; .  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Tempatkan saja filenya pada Folder Home. Double klik pada file untuk proses instalasi dan....oops, langsung aktif! Hebat..hebat... &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-1043261032356022307?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/1043261032356022307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/1043261032356022307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/06/akhirnya-webcam-laptop-compaq-v3803tu.html' title='Akhirnya Webcam laptop Compaq V3803TU dapat juga di running via Linux ubuntu '/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-9002389247385900233</id><published>2008-05-31T19:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T00:34:31.547-07:00</updated><title type='text'>Koneksi Internet Menggunakan Handphone GPRS IM3 Sebagai Modem Komputer</title><content type='html'>Berawal dari pengen berinternet dirumah, mau pake fixed line telpon, telkom belum mau ngoneksi, hotspot yang coverage dekat rumah ga dapat sinyalnya...akhirnya pilihan pun jatuh pada koneksi GPRS. Ditambah lagi berita bahwa saat ini tarif layanan internet melalui mobile phone atau hp semakin bersaing, maka dari itu kita sebagai konsumen harus pandai-pandai memanfaatkan peluang ‘emas’ ini. Mulailah mencari informasi tarif GPRS untuk operator yang ada di Babel. Pilihan pun jatuh pada IM3 bukan bermaksud untuk promosi, GPRS IM3 termasuk yang paling murah untuk operator yang ada di Babel 1 Rp/Kb...denger-denger sih ada AXIS juga yang memberikan gratis 100Mb/bulan, sayang belum ada di Babel.  Disini saya akan membahas dengan koneksi menggunakan bluetooth. Dalam kasus ini saya menggunakan ubuntu Hardy Heron, dengan hape SE W950i.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari pengen berinternet dirumah, mau pake fixed line telpon, telkom belum mau ngoneksi, hotspot yang coverage dekat rumah ga dapat sinyalnya...akhirnya pilihan pun jatuh pada koneksi GPRS. Ditambah lagi berita bahwa saat ini tarif layanan internet melalui mobile phone atau hp semakin bersaing, maka dari itu kita sebagai konsumen harus pandai-pandai memanfaatkan peluang ‘emas’ ini. Mulailah mencari informasi tarif GPRS untuk operator yang ada di Babel. Pilihan pun jatuh pada IM3 bukan bermaksud untuk promosi, GPRS IM3 termasuk yang paling murah untuk operator yang ada di Babel 1 Rp/Kb...denger-denger sih ada AXIS juga yang memberikan gratis 100Mb/bulan, sayang belum ada di Babel.  Disini saya akan membahas dengan koneksi menggunakan bluetooth. Dalam kasus ini saya menggunakan ubuntu Hardy Heron, dengan hape SE W950i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus :&lt;br /&gt;Tidak punya kabel data (tidak punya duit atau tidak ada di pasaran)&lt;br /&gt;SIM Card IM3&lt;br /&gt;Langkah :&lt;br /&gt;1.Buka terminal(Apllication &gt; Accesorries &gt; Terminal )&lt;br /&gt;2. Edit file /etc/bluetooth/hcid.conf yang perlu di ganti adalah pada bagian options, set security auto, dan passkey “1234″, ubah angka 1234 sesuai dengan selera anda. saya sendiri tidak merubah passkey default. ini maksudnya adalah ketika kita inisiasi pairing dari device, ubuntu akan secara otomatis menerima dengan passkey yang sudah kita tentukan tadi.&lt;br /&gt;$sudo gedit /etc/bluetooth/hcid.conf&lt;br /&gt;pada baris security user; ganti dengan security auto;&lt;br /&gt;3. Restart bluetooth dengan perintah $ sudo gedit /etc/init.d/bluetooth_restart&lt;br /&gt;4. Selanjutnya lakukan pairing bluetooth , biar saling berkenalan gitu bluetoothnya…&lt;br /&gt;Lakukan pairing dari device ( hp anda ) jika di tanya passkey masukan saja 1234 password standard ini ada di file /etc/bluetooth/hcid.conf setelah pairing sukses lanjutkan langkah anda.&lt;br /&gt;5. Cari MAC address bluetooh hp anda dengan command hcitool scan jangan lupa setting bluetooth di hp discoverable.&lt;br /&gt;sim@Kabag-SIM:~$ hcitool scan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scanning ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 00:1C:A4:4D:39:7E W9500i...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sim@Kabag-SIM:~$ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sudah masuk ketikkan perintah sudo gedit /etc/wvdial.conf&lt;br /&gt;7. Edit hingga isinya seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;8. Selanjutnya cari cahnnel dial up nya dengan command sdptool searh DUN&lt;br /&gt;sim@Kabag-SIM:~$ sdptool search DUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inquiring ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Searching for DUN on 00:1C:A4:4D:39:7E ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service Name: Dial-up Networking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service Description: Symbian OS,UIQ phone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service Provider: Sony Ericsson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service RecHandle: 0x10034&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Service Class ID List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Dialup Networking" (0x1103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protocol Descriptor List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "L2CAP" (0x0100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "RFCOMM" (0x0003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Channel: 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Language Base Attr List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  code_ISO639: 0x656e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  encoding:    0x6a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  base_offset: 0x100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profile Descriptor List:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Dialup Networking" (0x1103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Version: 0x0100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sim@Kabag-SIM:~$ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil di atas maka di ketahui bahwa channel untuk dialup networking ada di channel 7&lt;br /&gt;Setelah mengetahui MAC address dan channel edit file /etc/bluetooth/rfcomm.conf&lt;br /&gt;buat seperti ini, sesuaikan saja dengan mac address dan channel dari hp anda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;$ sudo gedit /etc/bluetooth/rfcomm.conf&lt;br /&gt;configurasi rfcomm diedit hingga seperti di bawah ini:&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# RFCOMM configuration file.&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;rfcomm0 {&lt;br /&gt;# # Automatically bind the device at startup&lt;br /&gt;    bind yes;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# # Bluetooth address of the device&lt;br /&gt;    device 00:1C:A4:4D:39:7E;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# # RFCOMM channel for the connection&lt;br /&gt;    channel 7;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;# # Description of the connection&lt;br /&gt;    comment "Bluetooth modem";&lt;br /&gt; }&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Selanjutnya jalankan command berikut ini… &lt;br /&gt;$ sudo rfcomm bind 0 &lt;MAC Adress device&gt; &lt;Channel&gt;&lt;br /&gt;contoh : &lt;br /&gt;sim@Kabag-SIM:~$ sudo rfcomm bind 0 00:1C:A4:4D:39:7E 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Sudah masuk ketikkan perintah sudo gedit /etc/wvdial.conf&lt;br /&gt;11.Edit hingga isinya seperti dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dialer indosat]&lt;br /&gt;Modem = /dev/rfcomm0&lt;br /&gt;Baud = 460800&lt;br /&gt;Init1 =ATZ&lt;br /&gt;Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &amp;C1 &amp;D2 +FCLASS=0&lt;br /&gt;Init3 = at+cgdcont=1,”ip”,”www.indosat-m3.net”&lt;br /&gt;Modem Type = Analog Modem&lt;br /&gt;ISDN = 0&lt;br /&gt;Phone = *99***1#&lt;br /&gt;Username = “gprs”&lt;br /&gt;Password = “im3”&lt;br /&gt;10. aktifkan root, mulai koneksi dengan perintah:&lt;br /&gt;root@Kabag-SIM:/home/sim# wvdial indosat, akan tampil:&lt;br /&gt;--&gt; WvDial: Internet dialer version 1.60&lt;br /&gt;--&gt; Cannot get information for serial port.&lt;br /&gt;--&gt; Initializing modem.&lt;br /&gt;--&gt; Sending: ATZ&lt;br /&gt;ATZ&lt;br /&gt;OK&lt;br /&gt;--&gt; Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &amp;C1 &amp;D2 +FCLASS=0&lt;br /&gt;    ATQ0 V1 E1 S0=0 &amp;C1 &amp;D2 +FCLASS=0&lt;br /&gt;OK&lt;br /&gt;--&gt; Sending: at+cgdcont=1,"ip","www.indosat-m3.net"&lt;br /&gt;    at+cgdcont=1,"ip","www.indosat-m3.net"&lt;br /&gt;OK&lt;br /&gt;--&gt; Modem initialized.&lt;br /&gt;--&gt; Sending: ATDT*99***1#&lt;br /&gt;--&gt; Waiting for carrier.&lt;br /&gt;    ATDT*99***1#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONNECT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~[7f]}#@!}!}!} }9}#}%B#}%}(}"}'}"}"}&amp;} } } } }%}&amp;X'ih2V~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&gt; Carrier detected.  Waiting for prompt.&lt;br /&gt;~[7f]}#@!}!}"} }9}#}%B#}%}(}"}'}"}"}&amp;} } } } }%}&amp;X'ih~;~&lt;br /&gt;--&gt; PPP negotiation detected.&lt;br /&gt;--&gt; Starting pppd at Sun Jun  1 09:34:18 2008&lt;br /&gt;--&gt; Pid of pppd: 11185&lt;br /&gt;--&gt; Using interface ppp0&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; local  IP address 10.35.126.123&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; remote IP address 10.64.64.64&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; primary   DNS address 124.195.15.100&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;--&gt; secondary DNS address 124.195.15.98&lt;br /&gt;--&gt; pppd: �[7f]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. dari sini kita sudah terkoneksi internet, jangan tutup terminalnya biarkan terhenti sampai sini. Untuk Diskonek tekan CTRL+C. wvdial akan membuat interface ppp0(silahkan lihat dengan perintah ifconfig)&lt;br /&gt;13. .Untuk Memastikan apakah aliran menuju interface ppp0 maka, buka tab terminal (file - open terminal) gunakan perintah route -n&lt;br /&gt;Kernel IP routing table&lt;br /&gt;Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface&lt;br /&gt;10.64.64.64 0.0.0.0 255.255.255.255 UH 0 0 0 ppp0&lt;br /&gt;10.14.131.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0&lt;br /&gt;169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1000 0 0 eth0&lt;br /&gt;0.0.0.0 0.0.0.0 0.0.0.0 U 0 0 0 ppp0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekaarang kita sudah siap untuk internetan tinggal buka browser saja. Artinya segala tujuan dengan IP berapapun akan keluar menuju/menggunakan interface ppp0.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-9002389247385900233?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/9002389247385900233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/9002389247385900233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/05/koneksi-internet-menggunakan-handphone.html' title='Koneksi Internet Menggunakan Handphone GPRS IM3 Sebagai Modem Komputer'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-8650464945703124825</id><published>2008-05-15T21:42:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T00:56:54.567-07:00</updated><title type='text'>Layanan Domain Gratiss</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Jika kita membuat blog secara gratis, baik di blogger atau di  wordpress kita akan memperoleh nama/domain blog kita seperti ini http://blabla.blogspot.com atau &lt;a href="http://blabla.wordpress.com/"&gt;http://blabla.wordpress.com&lt;/a&gt;. Bagi yang punya banyak uang mungkin bisa langsung membayar  dan bisa memiliki nama domain dot.com. Namun bagi kita yang  miskin ini pasti malas jika harus merogoh uang jajan kita demi  mendapatkan domain yang lebih simple yaitu &lt;a href="http://blabla.com/"&gt;http://blabla.com&lt;/a&gt;. Tapi jangan khawatir bos, saya punya tips menarik supaya nama web/blog kita menjadi lebih pendek, dan juga tidak perlu bayar.  mau tahu caranya? &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ada beberapa layanan di internet yang yang bisa mempersingkat  nama domain blog kita. Disini akan saya sebutkan tiga saja ,  karena selain gratis, cara daftarnya juga gampang, dan tidak ada  iklannya. Berikut ini adalah layanannya: &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Jika kita membuat blog secara gratis, baik di blogger atau di  wordpress kita akan memperoleh nama/domain blog kita seperti ini http://blabla.blogspot.com atau &lt;a href="http://blabla.wordpress.com/"&gt;http://blabla.wordpress.com&lt;/a&gt;. Bagi yang punya banyak uang mungkin bisa langsung membayar  dan bisa memiliki nama domain dot.com. Namun bagi kita yang  miskin ini pasti malas jika harus merogoh uang jajan kita demi  mendapatkan domain yang lebih simple yaitu &lt;a href="http://blabla.com/"&gt;http://blabla.com&lt;/a&gt;. Tapi jangan khawatir bos, saya punya tips menarik supaya nama web/blog kita menjadi lebih pendek, dan juga tidak perlu bayar.  mau tahu caranya? &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Ada beberapa layanan di internet yang yang bisa mempersingkat  nama domain blog kita. Disini akan saya sebutkan tiga saja ,  karena selain gratis, cara daftarnya juga gampang, dan tidak ada  iklannya. Berikut ini adalah layanannya: &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;1. co.cc nama blog kita akan menjadi http://namablog.co.cc &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;2. co.nr nama blog kita akan menjadi http://namablog.co.nr &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;3. uni.cc nama blog kita akan menjadi http://namablog.uni.cc &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Nha jadi lumayan pendek kan? mau tahu caranya? gampang kok,  tinggal kunjungi situs tersebut terus daftarkan web/blog kita  registrasi truz tinggal next...next and finish  Pengen dijelasin caranya? OK deh &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;kali ini saya akan menjelaskan satu aja, layanan tersebut yaitu .  co.cc &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Buka website ini http://co.cc maka tampilannnya akan seperti ini:&lt;/p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8D0qMiI/AAAAAAAAABo/2-V-nizI5Fw/s1600-h/pic1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8D0qMiI/AAAAAAAAABo/2-V-nizI5Fw/s320/pic1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200831768687161890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;ketik nama blog/web anda pada kotak yang disediakan sesuai  keinginan anda (tuh yang dilingkarin merah) setelah itu klik Check,  Jika domain yang anda minta ternyata sudah dimiliki orang lain &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;maka anda akan diminta memasukkan kembali nama domain yang  lain, kalau belum ada yang punya domain yang anda minta tinggal  klik register now dan ketikan alamat email lalu Sign up ! &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8D0qMjI/AAAAAAAAABw/Eu5Ok4ya8Rk/s1600-h/pic2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8D0qMjI/AAAAAAAAABw/Eu5Ok4ya8Rk/s320/pic2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200831768687161906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Lalu akan muncul tampilan form seperti berikut:: (“semuanya wajib  di isi !!!”)”&lt;i&gt;pada Account Information anda boleh mengetikan secara asal hi hii...” &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8T0qMkI/AAAAAAAAAB4/oPQ7aow0uUY/s1600-h/pic3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8T0qMkI/AAAAAAAAAB4/oPQ7aow0uUY/s320/pic3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200831772982129218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Setelah mengisi form klik Sign up dan beri checklist pada kotak  kecil yang disediakan yang menyatakan anda setuju pada  persaratan yang diberikan &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8T0qMlI/AAAAAAAAACA/09rqmXSB0s4/s1600-h/pic4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8T0qMlI/AAAAAAAAACA/09rqmXSB0s4/s320/pic4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200831772982129234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Next akan muncul tampilan berikut , lalu klik Set up Domain&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8j0qMmI/AAAAAAAAACI/LAbAmHFhbCk/s1600-h/pic5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8j0qMmI/AAAAAAAAACI/LAbAmHFhbCk/s320/pic5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200831777277096546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Selanjutnya muncul tampilan berikut :&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0RvT0qMnI/AAAAAAAAACQ/4O6ndQF51UE/s1600-h/pic6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0RvT0qMnI/AAAAAAAAACQ/4O6ndQF51UE/s320/pic6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200832649155457650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Kik Pada menu My Domain , lalu pilih Edit dan pilih Option 2 ,untuk  setting Domain kita setelah selesai mengedit klik setup domain; &lt;/p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Rvj0qMoI/AAAAAAAAACY/WJliQzZbASk/s1600-h/pic7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Rvj0qMoI/AAAAAAAAACY/WJliQzZbASk/s320/pic7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200832653450424962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Keterangan : &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Target URL : isi {alamat blog/web anda yang akan dipersingkat domainnya} &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Title : isi sesuai judul pada blog anda &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Language: memilih bahasa &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Frame : URL Hiding {nama asli blog anda tidak terlihat di addressbar}/ &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;         Path Forwading {menampilkan nama asli blog anda di addressbar} &lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Lalu akan muncul tampilan konfirmasi seperti gambar berikut ;Bila  terjadi kesalahan saat mengedit atau ada yang tidak sesuai  anda bisa mengaturnya kembali dengan mengklik Edit&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Rvj0qMpI/AAAAAAAAACg/kefQsCmnQrw/s1600-h/pic8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Rvj0qMpI/AAAAAAAAACg/kefQsCmnQrw/s320/pic8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200832653450424978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;Setelah melakukan langkah-langkah diatas Web/blog anda akan  diperiksa dulu oleh tim dari co.cc. masa tunggunya paling lama 24  jam tetapi jika selama 2 hari Domain belum bisa digunakan berarti &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;registrasi yang anda lakukan gagal/ tidak disetujui , tapi jika sudah  di approve atau disetujui maka anda dapat langsung memakai  nama domain anda yang baru. Oh ya, domain yang lama masih  tetap bisa di akses. &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;Trus, catatan lagi nih, disini tidak menerima website yang  mengandung unsur pornografi, spam, dan sesuatu yang ilegal. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-8650464945703124825?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/8650464945703124825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/8650464945703124825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/05/layanan-domain-gratiss.html' title='Layanan Domain Gratiss'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SC0Q8D0qMiI/AAAAAAAAABo/2-V-nizI5Fw/s72-c/pic1.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-3837630505854150</id><published>2008-05-15T21:38:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:24:52.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='domain'/><title type='text'>Domain dot co.cc</title><content type='html'>Jika kita membuat blog secara gratis, baik di blogger atau di&lt;br /&gt;wordpress kita akan memperoleh nama/domain blog kita seperti ini&lt;br /&gt;http://blabla.blogspot.com atau http://blabla.wordpress.com.&lt;br /&gt;Bagi yang punya banyak uang mungkin bisa langsung membayar&lt;br /&gt;dan bisa memiliki nama domain dot.com. Namun bagi kita yang&lt;br /&gt;miskin ini pasti malas jika harus merogoh uang jajan kita demi&lt;br /&gt;mendapatkan domain yang lebih simple yaitu http://blabla.com.&lt;br /&gt;Tapi jangan khawatir bos, saya punya tips menarik supaya nama&lt;br /&gt;web/blog kita menjadi lebih pendek, dan juga tidak perlu bayar.&lt;br /&gt;mau tahu caranya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membuat blog secara gratis, baik di blogger atau di&lt;br /&gt;wordpress kita akan memperoleh nama/domain blog kita seperti ini&lt;br /&gt;http://blabla.blogspot.com atau http://blabla.wordpress.com.&lt;br /&gt;Bagi yang punya banyak uang mungkin bisa langsung membayar&lt;br /&gt;dan bisa memiliki nama domain dot.com. Namun bagi kita yang&lt;br /&gt;miskin ini pasti malas jika harus merogoh uang jajan kita demi&lt;br /&gt;mendapatkan domain yang lebih simple yaitu http://blabla.com.&lt;br /&gt;Tapi jangan khawatir bos, saya punya tips menarik supaya nama&lt;br /&gt;web/blog kita menjadi lebih pendek, dan juga tidak perlu bayar.&lt;br /&gt;mau tahu caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa layanan di internet yang yang bisa mempersingkat&lt;br /&gt;nama domain blog kita. Disini akan saya sebutkan tiga saja ,&lt;br /&gt;karena selain gratis, cara daftarnya juga gampang, dan tidak ada&lt;br /&gt;iklannya. Berikut ini adalah layanannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. co.cc nama blog kita akan menjadi http://namablog.co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. co.nr nama blog kita akan menjadi http://namablog.co.nr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. uni.cc nama blog kita akan menjadi http://namablog.uni.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nha jadi lumayan pendek kan? mau tahu caranya? gampang kok,&lt;br /&gt;tinggal kunjungi situs tersebut terus daftarkan web/blog kita&lt;br /&gt;registrasi truz tinggal next...next and finish&lt;br /&gt;Pengen dijelasin caranya? OK deh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali ini saya akan menjelaskan satu aja, layanan tersebut yaitu .&lt;br /&gt;co.cc&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka website ini http://co.cc maka tampilannnya akan seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-3837630505854150?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3837630505854150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3837630505854150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/05/jika-kita-membuat-blog-secara-gratis.html' title='Domain dot co.cc'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-2723359608626147701</id><published>2008-05-15T19:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:17:51.437-07:00</updated><title type='text'>PENTINGNYA KOMPUTER  SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN</title><content type='html'>Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah seorang karyasiswa yang tertarik untuk mempelajari pusaran air laut. Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas basis data di perpustakaan universitas dengan mengandalkan kata‑kata kunci tentang pusaran air laut. Untuk jasa ini, permasalahannya adalah masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan menghemat tenaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memperoleh bahan‑bahan yang diperlukan, sang siswa lalu mendiskusikannya dengan pembimbing dalam pemilihan suatu topik baru dan belum pernah diteliti orang lain. Akhirnya pilihannya jatuh pada studi medan alir pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, sang siswa perlu menghitung beberapa parameter yang menyusun suatu medan alir. Hal ini berarti perlunya informasi tentang metoda penghitungan parameter tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menetapkan pilihan pada suatu kasus tertentu, Kembali lagi komputer berperan dalam proses simulasi yakni membuat data buatan kasus fisis tersebut untuk dihitung parameter‑parameter medan alirnya menggunakan metoda di atas. Hasil simulasi ini yang kemudian dicocokkan  dengan perhitungan teoritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa permasalahan diantaranya bising (noise). Bising ini bisa disebabkan oleh proses penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik yang memodifikasi teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat pembuat berbagai jenis filter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui beberapa tahap di atas, sang siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan [3] dan teknik perata‑rataan [4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami oleh para karyasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Tampak berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori tentang human information processing. Akibatnya para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI (artificial intelligence).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"peningkatan cara berfikir" &lt;/span&gt;ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film&lt;/span&gt;, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] RAND, R. H., Computer Algebra in Applied Mathematics: An Introduction to MACSYMA. Pitman Pub. inc. Massachusetts., hal. 181, 1984. dan MACSYMA Reference Manual, version 10, vol. 1. 1983. Mathlab Group Laboratory for Computer Science MIT. Symbolics Inc. Massachusetts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] B.W. Char, K.O. Geddes, G.H. Gonnet, M.B. Monagan, dan S.M. Watt, MAPLE: Reference Manual, 5th edition, Symbolic Computation Group, Department of Computer Science, University of Waterloo, 1988.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] F.J. Harris, "On the Use of Windows for Harmonic Analysis with the Discrete Fourier Transform". Proceedings of the IEEE, Vol. 64, no. 1, 51 ‑ 83, 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] G.M. Jenkins dan D. G. Watts., Spectra Analysis and Its Applications, Holden‑Day, San Fransisco, 1968.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://www.bogor.net/idkf/idkf/microelectronics/komputer-untuk-pendidikan.rtf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-2723359608626147701?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2723359608626147701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2723359608626147701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/05/pentingnya-komputer-sebagai-alat-bantu.html' title='PENTINGNYA KOMPUTER  SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-2744208333361974984</id><published>2008-05-15T00:26:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:19:45.336-07:00</updated><title type='text'>Dictionary under linux ubuntu</title><content type='html'>Dikarenakan bukan sebagai bahasa nasional, terkadang kita sedikit malas untuk mengerti dan memahami bahasa asing.  tapi di era yang sudah globalisasi ini “memaksa” kita untuk tahu dan belajar bahasa asing ditambah lagi banyaknya ilmu-ilmu baru yang ditulis belum menggunakan bahasa INDONESIA...mungkin ilmu-ilmu baru tsb ditemukan bukan oleh orang Indonesia sehingga kita tidak dapat “memaksa” mereka untuk berbahasa Indonesia...:-)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dikarenakan bukan sebagai bahasa nasional, terkadang kita sedikit malas untuk mengerti dan memahami bahasa asing.  tapi di era yang sudah globalisasi ini “memaksa” kita untuk tahu dan belajar bahasa asing ditambah lagi banyaknya ilmu-ilmu baru yang ditulis belum menggunakan bahasa INDONESIA...mungkin ilmu-ilmu baru tsb ditemukan bukan oleh orang Indonesia sehingga kita tidak dapat “memaksa” mereka untuk berbahasa Indonesia...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru bahasa Inggris saya dulu pernah katakan, supaya kita dapat memahami bahasa asing, selain harus tahu aturannya (grammernya), yang paling dasar kita mesti ngerti artinya...ada juga paham yang “Radikal”, dimana kata orang-orang buat nguasai sebuah pelajaran, bakar aja bukunya kemudian abunya dicampur air disaring supaya bersih baru di minum....(hehehe, gak usah dikutin pasti itu pahamnya orang goblok yang sudah putus asa...) gimana mau pinter, ketemu suster sama dokter sudah pasti...mau pinter harus belajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SCvmQT0qMfI/AAAAAAAAABI/p4N06eBhlGI/s1600-h/stardict04e.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SCvmQT0qMfI/AAAAAAAAABI/p4N06eBhlGI/s200/stardict04e.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200503362602807794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlandaskan hal di atas, saya coba posting-kan Dictionary versi Stardic yang dijalankan via Linux..&lt;br /&gt;caranya:&lt;br /&gt;1.Download file-file berikut dari situsnya stardict http://stardict.sourceforge.net/download.php&lt;br /&gt;Ubuntu Linux Debian, ekstrak filenya, kemudian diinstall file debiannya&lt;br /&gt;download file-file pendukung yang memang kita perlukan untuk librarynya bisa diunduh dari http://stardict.sourceforge.net/Dictionaries_Quick.php,&lt;br /&gt;2.karena filenya masih rpm, maka kita harus mengubahnya menjadi deb, gunakan sudo alien &lt;masukkan nama file rpmnya&gt;&lt;br /&gt;filenya diekstrak juga, tapi sebagai user nggak bisa untuk copy paste, maka &lt;br /&gt;3.kita masuk sebagai root, copy file yang diunduh tadi terus masuk ke file system – usr – share – stardict – dic, dan paste-kan filenya tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang anda bisa kembali ke posisi user dan sudah bisa  menggunakan stardict.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-2744208333361974984?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2744208333361974984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2744208333361974984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/05/dictionary-under-linux-ubuntu.html' title='Dictionary under linux ubuntu'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SCvmQT0qMfI/AAAAAAAAABI/p4N06eBhlGI/s72-c/stardict04e.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-5573681535428373636</id><published>2008-04-25T02:36:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:22:41.667-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Akhirnya....Setelah seringkali masalah printer khusunya printer canon (khusunya seri IP1000, 1200, dkk..) membuat kita malas buat pindah ke Ubuntu karena takutnya benar-benar buntu... thanks to takushi dengan personal debiannya akhirnya dapat membuat yakin bahwa linux bukan sumber masalah, tapi sumbernya solusi...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tutorial untuk mengaktifkan printer Canon anda..:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketik pada terminal:&lt;br /&gt;$sudo gedit /etc/apt/sources.list&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tambahkan 2 baris ini:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya....Setelah seringkali masalah printer khusunya printer canon (khusunya seri IP1000, 1200, dkk..) membuat kita malas buat pindah ke Ubuntu karena takutnya benar-benar buntu... thanks to takushi dengan personal debiannya akhirnya dapat membuat yakin bahwa linux bukan sumber masalah, tapi sumbernya solusi...:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini tutorial untuk mengaktifkan printer Canon anda..:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketik pada terminal:&lt;br /&gt;$sudo gedit /etc/apt/sources.list&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tambahkan 2 baris ini:&lt;br /&gt;deb http://www.backports.org/debian sarge-backports main&lt;br /&gt;deb http://mambo.kuhp.kyoto-u.ac.jp/~takushi/debian ./&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://ubb.ac.id/foto/250408/printer2.jpg" alt="Instalasi Printer Pada Linux"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;simpan dan tutup sources.list&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketik pada terminal:&lt;br /&gt;apt-get update (tunggu sampai proses selesai.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian setelah update selesai, yang perlu kita install adalah:&lt;br /&gt;untuk printer Canon Pixus 550i / 850i / 950i (i550 / i850 / i950) and iP90&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada terminal ketik :&lt;br /&gt;# apt-get install libcnbj-2.2 bjfilter-2.2 pstocanonbj (tunggu sampai proses selesai..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk printer Canon Pixus 560i / 860i / 960i (i560 / i860 / i960)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada terminal ketik :&lt;br /&gt;# apt-get install libcnbj-2.4 bjfilter-2.4 pstocanonbj (tunggu sampai proses selesai...)&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://ubb.ac.id/foto/250408/printer3.jpg" alt="Instalasi Printer Pada Linux"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk printer Canon Pixus iP3100 / iP4100 / iP8600 (and Pixma iP1000 / iP1500)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada terminal ketik:&lt;br /&gt;# apt-get install libcnbj-2.5 bjfilter-2.5 pstocanonbj (tunggu sampai proses selesai...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk printer Canon Pixus iP2200 / iP4200 / iP6600D / iP7500 / MP500 Driver&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada terminal ketik:&lt;br /&gt;# apt-get install libcnbj-2.6 bjfilter-2.6 pstocanonbj (tunggu sampai selesai...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Instalasi Printer Pada Linux&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk printer EPSON Color LASER Printers&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buka sources.list, edit tambahkan baris :&lt;br /&gt;deb http://kmuto.jp/debian/mtu debian_dic main contrib non-free&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;img src="http://ubb.ac.id/foto/250408/printer4.jpg" alt="Instalasi Printer Pada Linux"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;simpan dan tutup sources.list&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kemudian pada terminal ketik:&lt;br /&gt;$sudo apt-get update (tunggu proses selesai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;printer Epson laser color yang bisa disupport:&lt;br /&gt;• LP-9800C&lt;br /&gt;• LP-9500C&lt;br /&gt;• LP-9200C&lt;br /&gt;• LP-9000C&lt;br /&gt;• LP-8800C&lt;br /&gt;• LP-8500C&lt;br /&gt;• LP-8300C&lt;br /&gt;• LP-8200C&lt;br /&gt;• LP-8000C&lt;br /&gt;• LP-3000C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;install paket diatas dengan perintah pada terminal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# apt-get install cupsys foomatic-filters eplaser-opvp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua...insya Allah..&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-5573681535428373636?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5573681535428373636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/5573681535428373636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/04/akhirnya.html' title=''/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-6630308561453252272</id><published>2008-04-14T22:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:26:29.048-07:00</updated><title type='text'>WGET sebuah tool download pada linux</title><content type='html'>span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pernah saya menyinggung mengenai wget sebagai salah satu cara untuk mendownload melalui terminal, tapi mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa saja pilihan yang dapat dilakukan dengan wget, dan bagaiamana kita dapat memanfaatkan pilihan tersebut secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa saja Keunggulan/Kelebihan yang dimiliki wget :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Gratis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Non interaktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Mirorring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Resume&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Dukungan ekstensifile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pernah saya menyinggung mengenai wget sebagai salah satu cara untuk mendownload melalui terminal, tapi mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa saja pilihan yang dapat dilakukan dengan wget, dan bagaiamana kita dapat memanfaatkan pilihan tersebut secara maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa saja Keunggulan/Kelebihan yang dimiliki wget :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Gratis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Non interaktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Mirorring&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Resume&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-Dukungan ekstensifile&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pemakaian umumnya pasti sudah banyak yang mengetahui yaitu : WGET [URL]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan untuk menjalan kan dengan opsinya adalah : WGET [OPTIONS] [URL].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Opsi-opsi wget:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;#  -t (tries)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;dengan opsi -t ini wget akan selalu mencoba apabila koneksi anda terputus-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;putus biasa nya di ikuti angka seperti wget -t45 [URL]. Maka wget akan mencoba &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;sebanyak 45 kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;#  -c (continue)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dengan opsi ini jika download anda terputus di tengah-tengah maka wget akan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mendownload dari titik putus, wget tidak akan mendownload dari awal lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;# -r (recursive)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Opsi -r akan mendownload seluruh isi situs, -r akan membuat wget menelusuri &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;seluruh link. Opsi ini bermanfaat apabila anda membuat mirror sebuah site.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;#  -p (page requisite)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Opsi ini akan memerintah kan wget untuk mendownload halaman depan sebuah situs &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;lengkap dengan gambar dan semua yang ada pada halaman depan situs tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;#  -k (converts links) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;opsi ini penting digunakan apabila kita membuat mirror sebuah situs agar bisa &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;di browse offline.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;#  -A (accept list)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;opsi ini biasanya selalu di ikuti dengan nama file yang ingin kita download &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;contohnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;     $ wget -r -A gif,jpg,jpeg [URL]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;      dengan command diatas maka wget akan mendownload semua file gif,jpg dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;      jpeg yang terdapat pada suatu site.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;# -R (reject List)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Opsi -r berbeda dengan opsi -r (recursive). -R adalah kebalikan dari -A. cotoh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;           $ wget -r -k -R gif [URL]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;            wget tidak akan mendownload file gif tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;# -np(no parent)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;dengan opsi ini -r tidak akan menelusuri keatas path. Contoh :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;         $ wget -r -k -np www.duniaku.com/indonesia &lt;/span&gt;&lt;http: style="font-family: georgia;" com="" indonesia=""&gt;&lt;br /&gt;       maka wget akan mengambil seluruh file di www.duniaku.com/indonesia                                                                                                                                          http://www.duniaku.com/indonesia&gt; tapi tidak mengambil file di section lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# -nc (no clobber)&lt;br /&gt;opsi ini merupakan kebalikan dari -c (continue). Jika -c mendownload dari titik&lt;br /&gt;putus maka untuk -nc mendownload file tanpa mengganggu file yang sudah setengah&lt;br /&gt;download.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# -o&lt;br /&gt;Opsi -o berguna untuk mendownload file dan disimpan dalam file tertentu contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi pilihan dalam penggunaan wget, mudah-mudahan contoh penggunaan wget sebagai salah satu tool untuk download ini dapat bermanfaat.&lt;/http:&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-6630308561453252272?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6630308561453252272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6630308561453252272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/04/wget-sebuah-tool-download-pada-linux.html' title='WGET sebuah tool download pada linux'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-3215779760098689534</id><published>2008-04-14T01:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:28:28.064-07:00</updated><title type='text'>Printer MP145 via UBuntu 7.10</title><content type='html'>Berikut ini adalah tutorial untuk setting printer Canon MP145 pada Ubuntu, Pertama sekali yang anda lakukan adalah download 4 file pada alamat situs: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://support-asia.canon-asia.com, kemudian search category: Multifunction Printer – PIXMA – MP145 dan pilih driver &amp; software&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 file tsb adalah:&lt;br /&gt;cnijfilter-common_2.80-1_i386.deb&lt;br /&gt;cnijfilter-mp140series_2.80-1_i386.deb&lt;br /&gt;scangearmp-common_1.10-1_i386.deb&lt;br /&gt;scangearmp-mp140series_1.10-1_i386.deb &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian lanjutkan prosesnya dengan urutan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tutorial untuk setting printer Canon MP145 pada Ubuntu, Pertama sekali yang anda lakukan adalah download 4 file pada alamat situs: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://support-asia.canon-asia.com, kemudian search category: Multifunction Printer – PIXMA – MP145 dan pilih driver &amp; software&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 file tsb adalah:&lt;br /&gt;cnijfilter-common_2.80-1_i386.deb&lt;br /&gt;cnijfilter-mp140series_2.80-1_i386.deb&lt;br /&gt;scangearmp-common_1.10-1_i386.deb&lt;br /&gt;scangearmp-mp140series_1.10-1_i386.deb &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian lanjutkan prosesnya dengan urutan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pilih file cnijfilter-common_2.80-1_i386.deb, double klik dan tunggu sampai selesai  &lt;br /&gt;Pilih file cnijfilter-mp140series_2.80-1_i386.deb, double klik dan tunggu sampai selesai  Pilih file scangearmp-common_1.10-1_i386.deb, double klik dan tunggu sampai selesai &lt;br /&gt;Pilih file scangearmp-mp140series_1.10-1_i386.deb, double klik dan tunggu sampai selesai  Reboot komputer anda dengan menekan tombol ctrl+alt+backspace&lt;br /&gt;Kemudian ke system, administration, printing, configure MP145/140 dan untuk make &amp; model ubah dan pilih Canon PIXMA MP150 CUPS+Gutenprint v5.0.1  simplified (recommended)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk scanner printer ini dapat dibuka melalui Application – Grafis – GIMP Image Editor  pada GIMP, buka file – Acquire – SCANGEAR MP  &lt;br /&gt;selanjutnya anda sudah bisa mulai scan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-3215779760098689534?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3215779760098689534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/3215779760098689534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/04/printer-mp145-via-ubuntu-710.html' title='Printer MP145 via UBuntu 7.10'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-4470845777049978687</id><published>2008-04-14T00:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T01:29:47.279-07:00</updated><title type='text'>AVG for Linux Workstation</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Linux, boleh dibilang adalah OS yang bebas virus...tapi perlu kita sadari, bahwa Linux juga dibuat orang yang tentunya ada saja bug yang menggangu..berikut ini adalah antivirus AVG yang memang dibuat untuk Linux.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;silahkan didownload menggunakan terminal dengan perintah berikut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Linux, boleh dibilang adalah OS yang bebas virus...tapi perlu kita sadari, bahwa Linux juga dibuat orang yang tentunya ada saja bug yang menggangu..berikut ini adalah antivirus AVG yang memang dibuat untuk Linux.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;silahkan didownload menggunakan terminal dengan perintah berikut. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:Georgia,serif;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;wget --limit-rate=10k -t 30 -c &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://free3.grisoft.cz/filedir/inst/avg75fld-r51-a1243.i386.deb"&gt;http://free3.grisoft.cz/filedir/inst/avg75fld-r51-a1243.i386.deb&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;setelah didownload, kemudian tahapan berikutnya adalah proses install:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ingat dalam proses instalasi kita mesti berada pada kondisi root,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;perintahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;# dpkg -i avg75fld-r51-a1243.i386.deb&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ikuti prosesnya...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;baru masukkan perintah avgscan -register&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;enter langsung biarkan kondisinya blank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;baru ke application - accesories - AVG for linux workstation&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selamat mencoba,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-4470845777049978687?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/4470845777049978687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/4470845777049978687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/04/avg-for-linux-workstation.html' title='AVG for Linux Workstation'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-4881755222008552049</id><published>2008-01-06T16:38:00.000-08:00</published><updated>2008-08-04T01:32:49.172-07:00</updated><title type='text'>Komunitas Media Pembelajaran Interaktif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan saat ini banyak institusi pendidikan di Indonesia berlomba-lomba ke arah pemanfaatan TIK untuk pendidikan, membangun infrastruktur hardware, jaringan internet, pengadaan software, dsb. Sayangnya sedikit yang melupakan masalah pengembangan kontennya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Padahal kegiatan inilah yang sebenarnya lebih memerlukan kerja keras dan waktu yang sangat lama karena berhubungan dengan pembentukan behavior dan kreatifitas sumber daya manusia. Sivitas akademika, dimana pengajar (guru) sebagai jantung proses pembelajaran harus disiapkan supaya memiliki kemampuan (skill) dan kreatifitas (creativity) mengembangkan konten media presentasi dan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berdasar kurikulum yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tulisan oleh: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" target="_blank" href="http://romisatriawahono.net/"&gt;Romi Satria Wahono&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Smart Teacher - Seiring dengan kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan adalah suatu keniscayaan. Penelitian tentang Intelligent Tutoring System (ITS), Computer Based Training (CBT), eLearning System adalah bukan barang baru, dan saat ini telah menuju ke implementasi riil dalam proses belajar mengajar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dan saat ini banyak institusi pendidikan di Indonesia berlomba-lomba ke arah pemanfaatan TIK untuk pendidikan, membangun infrastruktur hardware, jaringan internet, pengadaan software, dsb. Sayangnya sedikit yang melupakan masalah pengembangan kontennya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Padahal kegiatan inilah yang sebenarnya lebih memerlukan kerja keras dan waktu yang sangat lama karena berhubungan dengan pembentukan behavior dan kreatifitas sumber daya manusia. Sivitas akademika, dimana pengajar (guru) sebagai jantung proses pembelajaran harus disiapkan supaya memiliki kemampuan (skill) dan kreatifitas (creativity) mengembangkan konten media presentasi dan pembelajaran yang menarik, interaktif, dan berdasar kurikulum yang benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;1. Mempersiapkan pengajar dan seluruh sivitas akademi yang tertarik dengan media pembelajaran berbasis TIK, dalam pengembangan konten media resentasi dan pembelajaran interaktif, dengan melatih dan mendidik mereka tentang metode dan teknik pembuatan media presentasi dan pembelajaran berbasis TIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;2. Mempersiapkan behavior seluruh sivitas akademika institusi pendidikan dalam elifestyle, sehingga lebih siap menyambut era masuknya TIK dalam pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;3. Mengembangkan komunitas pembelajaran dimana setiap orang yang tertarik dengan media pembelajaran berbasis TIK dapat saling belajar, berbagai pengetahuan, dan mempublikasikan hasil-hasil karya berupa media presentasi dan pembelajaran interaktif, sehingga bias dimanfaatkan rekan-rekan lain di seluruh pelosok tanah air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Anggota dan pengurus komunitas tidak hanya dibatasi untuk guru, tetapi juga siswa, mahasiswa, dosen maupun profesional yang tertarik dalam pengembangan media pembelajaran berbasis TIK.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Selamat berdjoeang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Baca sumber: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" target="_blank" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/06/tgl/05/time/165223/idnews/609595/idkanal/450"&gt;Smart Teacher, DetikINET&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  class="blogger-labels" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a rel="tag" href="http://digital-edukasi.blogspot.com/search/label/Pendapat%20Pakar"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-4881755222008552049?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/4881755222008552049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/4881755222008552049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/01/komunitas-media-pembelajaran-interaktif.html' title='Komunitas Media Pembelajaran Interaktif'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-4870273641692131777</id><published>2008-01-06T16:36:00.000-08:00</published><updated>2008-01-06T16:37:21.191-08:00</updated><title type='text'>Flash Drive 128 GB Hadir Tahun 2008</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" target="_blank" href="http://bp0.blogger.com/_IKwfIREQAno/R4CW9-V7AVI/AAAAAAAAAAM/cnZ4sBy58Lg/s1600-h/flashdrive.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_IKwfIREQAno/R4CW9-V7AVI/AAAAAAAAAAM/cnZ4sBy58Lg/s400/flashdrive.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5152283965162979666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/11/time/123239/idnews/865280/idkanal/317" title="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/12/tgl/11/time/123239/idnews/865280/idkanal/317"&gt;Mulai Mei 2008 akan dilincurkan &lt;em&gt;Flash Drive&lt;/em&gt; berkapasitas &lt;em&gt;harddisk&lt;/em&gt; yaitu 128 GB&lt;/a&gt;. Kalau sekarang kita masih berlomba kapasitas &lt;em&gt;harddisk laptop&lt;/em&gt; atau &lt;em&gt;PC&lt;/em&gt;, mulai Mei 2008 sudah tidak ada artinya lagi harddisk 128 GB. Kalau sekarang kita membawa tempat penyimpanan data sebesar ratusan GB dalam bentuk yang besar mulai Mei 2008 cukup sebesar ibu jari. Itulah kemajuan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu buat apa &lt;em&gt;flash drive&lt;/em&gt; berkapasitas sebesar itu?&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-4870273641692131777?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/4870273641692131777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/4870273641692131777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/01/flash-drive-128-gb-hadir-tahun-2008.html' title='Flash Drive 128 GB Hadir Tahun 2008'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_IKwfIREQAno/R4CW9-V7AVI/AAAAAAAAAAM/cnZ4sBy58Lg/s72-c/flashdrive.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-6026245878833688094</id><published>2008-01-04T19:20:00.000-08:00</published><updated>2008-01-04T19:37:19.831-08:00</updated><title type='text'>Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah - Romi Satria Wahono</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;    &lt;div class="post" id="post-494"&gt;&lt;img id="image497" title="research.jpg" style="width: 121px; height: 136px;" alt="research.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/12/research.jpg" align="left" height="136" width="121" /&gt;Puyeng dengan skripsi atau tugas akhir? Jangan kuatir, semua orang memang pernah mengalaminya. Nikmati dan warnai kehidupan akhir kampus dengan membuat tugas akhir yang bagus dan berkualitas. Sayang empat tahun proses pembelajaran kita kalau diakhiri dengan tugas akhir berkualitas rendah atau bahkan mengotorinya dengan membajak skripsi orang lain. Tugas akhir itu secara umum seharusnya berupa penelitian, meskipun beberapa jurusan ada yang mensyaratkan cukup dengan desain produk. Seri artikel ini sifatnya wajib dibaca &lt;img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt;  bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir  &lt;p align="justify"&gt;Hakekat penelitian bagaimanapun juga adalah untuk “memecahkan masalah yang dihadapi”. Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris “research” yang secara bahasa mengandung makna: &lt;strong&gt;re&lt;/strong&gt; (kembali) dan &lt;strong&gt;to search&lt;/strong&gt; (mencari). T. Hillway merangkumkan definisi penelitian adalah “studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut”.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebelum melangkah lebih jauh, kita diskusi dulu tentang jenis penelitian. Intinya jenis penelitian bisa dilihat dari beberapa sudut pandang.&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tingkat Penerapan (&lt;strong&gt;Penelitian Dasar&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Penelitian Terapan&lt;/strong&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jenis Informasi Yang Diolah (&lt;strong&gt;Penelitian Kuantitatif&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Penelitian Kualitatif&lt;/strong&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perlakuan Terhadap Data (&lt;strong&gt;Penelitian Konfirmatori&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Penelitian Eksploratori&lt;/strong&gt;)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tujuan (&lt;strong&gt;Penelitian Deskripsi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Penelitian Korelasi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Penelitian Eksperimen&lt;/strong&gt;)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau kita gambarkan hubungan dan himpitan antara jenis penelitian, bentuk mudahnya akan seperti dibawah (ditulis ulang dari Ronny Kountur, 2007) . Secara umum, setiap penelitian memberi efek kecenderungan ke jenis dibawahnya. Contoh, penelitan deskripsi itu biasanya kualitatif dan sifatnya eksplanatori. Sebaliknya penelitian eksperimen dan korelasi biasanya pengolahan datanya kuantitatif, dan sifatnya konfirmatori.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="image496" title="jenispenelitian.jpg" alt="jenispenelitian.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/12/jenispenelitian.jpg" align="top" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Untuk jurusan computing (teknik informatika, sistem informasi, ilmu komputer) biasanya berupa penelitian terapan (bukan penelitian dasar) yang sifat pengolahan datanya kuantitatif. Penelitian lebih banyak ke arah konfirmatori (bukan eksploratori) yaitu dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis atau kerangka konsep yang sudah ditentukan. Dan tujuan penelitian biasanya untuk melihat korelasi antar variabel yang diteliti atau melakukan suatu eksperimen.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tahapan penelitian sebenarnya hanya ada empat:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Identifikasi (Penemuan) Masalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perumusan Hipotesis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengujian Hipotesis dan Analisis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesimpulan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau kita konversikan ke dalam struktur susunan tugas akhir mungkin tahapan penelitian itu akan terbagi seperti tabel di bawah:&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="image495" title="tugasakhir-tahapanpenelitian.jpg" alt="tugasakhir-tahapanpenelitian.jpg" src="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2007/12/tugasakhir-tahapanpenelitian.jpg" align="top" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perlu diingat, tugas akhir di beberapa bidang ilmu bisa tidak berbentuk penelitian, tapi hanya berupa desain produk. Contoh desain produk misalnya:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Desain Bangunan atau Mesin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Desain Sistem&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengembangan Sistem Tanpa Didahului Identifikasi Masalah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan Strategis Bisnis&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jadi implikasi dari hal diatas, beberapa kegiatan di bawah bukan termasuk penelitian.&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan situs portal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan situs web pribadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan sistem informasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengembangkan multimedia pembelajaran&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Untuk yang lagi bikin skripsi tentang pengembangan sistem informasi atau multimedia pembelajaran, jangan keburu stress dulu &lt;img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt; . Desain produk bisa menjadi penelitian ketika produk dibuat karena adanya “suatu masalah atau kebutuhan riil”. Tapi jangan lupa, produk tersebut juga harus diuji dengan beberapa parameter, dan kemudian dianalisa seberapa jauh terbukti bisa memecahkan masalah yang disetting di awal.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nah contoh pengembangan situs portal yang termasuk penelitian misalnya dibawah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Judul&lt;/em&gt;: Mengembangkan Situs Portal Traffic Tinggi dengan Teknik Search Engine Optimization (SEO)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Identifikasi Masalah&lt;/em&gt;: Situs portal sepi pengunjung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Perumusan Hipotesis&lt;/em&gt;: Teknik SEO dapat meningkatkan traffic situs&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Buat Model atau Kerangka Konsep&lt;/em&gt;: Lakukan studi literatur tentang SEO dan rumuskan model serta teknik SEO yang tepat untuk situs portal yang sedang dibangun&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Pengujian Hipotesis&lt;/em&gt;: Terapkan model SEO yang sudah dibuat. Uji parameter dalam model SEO&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Analisa Hasil Pengujian&lt;/em&gt;: Terbukti bahwa model SEO kita kembangkan dapat meningkatkan traffic situs portal&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengembangan multimedia pembelajaran yang berbasis penelitian, misalnya:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Judul&lt;/em&gt;: Multimedia pembelajaran Berbasis “Real Constructivisme” untuk Mata Kuliah Bahasa Formal dan Automata&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Identifikasi Masalah&lt;/em&gt;: Mata Kuliah Bahasa Formal dan Automata sulit dipahamkan ke siswa dengan sistem kuliah konvensional, harus ditempuh teknik baru untuk memahamkan ke siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Perumusan Hipotesis&lt;/em&gt;: Multimedia pembelajaran  harus dibuat berdasarkan teoi “real constructivisme” untuk mempermudah pemahaman siswa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Buat Model atau Kerangka Konsep&lt;/em&gt;: Lakukan studi literatur tentang “real construtivisme” dan rumuskan model khusus untuk multimedia pembelajaran tersebut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Pengujian Hipotesis&lt;/em&gt;: Terapkan dengan penelitian tindakan kelas (action research)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Analisa Hasil Pengujian&lt;/em&gt;: Terbukti  multimedia berbasis “real constructivisme” dapat meningkatkan pemahaman siswa&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perlu dicatat bahwa penelitian itu berawal di masalah dan berakhir di pemecahan masalah. Kualitas penelitian ditentukan oleh kualitas “masalah“ yang diteliti, bukan karena ketinggian teknologi yang digunakan. Reviewer jurnal internasional menjadikan “masalah penelitian“ sebagai parameter utama proses review. Usahakan memilih “masalah penelitian” yang orisinil kita temukan. Meneliti masalah yang sudah diteliti orang lain membuat kita harus melakukan komparasi dengan approach orang lain tersebut&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ok sudah mulai paham? Sekarang gimana sih sebenarnya cara menemukan atau mengidentifikasi masalah itu?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Masalah bisa kita temukan lewat studi literatur, baik dari paper-paper di jurnal ilmiah atau proceedings conference. Untuk level D3 dan S1, bisa juga identifikasi masalah ini dari artikel di buku text book, majalah ilmiah, proceedings seminar atau surat kabar. Cara menemukan masalah yang kedua dan sebenarnya cara terbaik adalah lewat pengamatan lapangan. Nggak usah terlalu rumit-rumit, cukup fokuskan ke masalah yang ada di sekitar kita. Kalau kita mahasiswa ya sekarang perhatikan, mahasiswa, dosen atau kampus itu punya masalah apa yang belum dipecahkan dan kira-kira bisa dipecahkan dengan teknologi informasi. Ini kalau kita di jurusan computing, lain jurusan masalahnya bisa lain lagi. Pengamatan lapangan ini bisa juga dilakukan dengan menghadiri pameran industri, bedah buku, dsb. Intinya kejar masalah penelitian ini dari manapun, dan jangan lupa bahwa masalah penelitian ini benar-benar menjadi masalah yang harus dipecahkan, bukan masalah yang kita ada-adakan.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oh ya, masalah yang kita bidik bisa datang dari 3 hal:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Masalah yang ada di manusianya sendiri (People and Problem)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masalah di cara dan struktur kerja (Program)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fenomena yang terjadi (Phenomenon)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ok sudah semakin paham? Terus gimana kita bisa menentukan mana referensi untuk penelitian yang shahih?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Khususnya untuk tinjauan pustaka (studi literatur) pada saat menyusun hipotesis dan kerangka konsep atau model, usahakan untuk menggunakan jurnal ilmiah (internasional). Urutan dari yang terbaik untuk bidang computing adalah:&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jurnal ilmiah yang diterbitkan IEEE dan ACM&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jurnal ilmiah yang diterbitkan asosiasi ilmiah Lain. Biasanya bisa didapatkan dari elsevier.Com, EBSCOhost.Com atau sciencedirect.com&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proceedings Conference (utamakan yang diterbitkan oleh IEEE Computer dan ACM)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apabila kita punya rencana untuk bermain di level internasional, usahakan tidak menggunakan jurnal ilmiah Indonesia, meskipun sudah diakreditasi oleh Dikti.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nggak ada uang untuk langganan jurnal ilmiah? Atau di kampus juga tidak tersedia jurnal online? Nggak perlu khawatir, bisa gunakan salah satu dari banyak jurnal ilmiah gratis. Paling tidak yang wajib dikunjungi oleh mahasiswa miskin tapi punya semangat penelitian seperti profesor &lt;img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif" alt=";)" class="wp-smiley" /&gt;  adalah:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://citeseer.ist.psu.edu/" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/citeseer.ist.psu.edu');"&gt;http://citeseer.ist.psu.edu/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.doaj.org/" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/www.doaj.org');"&gt;http://www.doaj.org/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://scholar.google.com/" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/scholar.google.com');"&gt;http://scholar.google.com/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://libra.msra.cn/" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/libra.msra.cn');"&gt;http://libra.msra.cn/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.jstor.org/" onclick="javascript:urchinTracker ('/outbound/article/www.jstor.org');"&gt;http://www.jstor.org/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Masih belum nyantol juga? Lebih paham kalau saya ceritakan dengan satu contoh tugas akhir? Ikuti seri tulisan ini berikutnya &lt;img src="http://romisatriawahono.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;REFERENSI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ronny Kountur, &lt;em&gt;Metode Penelitan&lt;/em&gt;, Penerbit PPM, 2007.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Burhan Bungin, &lt;em&gt;Metodologi Penelitian Kuantitatif&lt;/em&gt;, Kencana Prenada Media Group, 2005.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Moh. Nazir, &lt;em&gt;Metode Penelitian&lt;/em&gt;, Ghalia Indonesia, Agustus 2003.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sulistyo-Basuki, &lt;em&gt;Metode Penelitian&lt;/em&gt;, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, April 2006.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-6026245878833688094?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6026245878833688094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/6026245878833688094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/01/penelitian-tugas-akhir-itu-mudah-romi.html' title='Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah - Romi Satria Wahono'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-2454769601301647143</id><published>2008-01-03T17:52:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T17:56:59.437-08:00</updated><title type='text'>Membuat Mail Server Linux- Onno W. Purbo</title><content type='html'>Statistik menunjukan bahwa untuk e-mail merupakan aplikasi utama yang sering digunakan oleh pengguna Internet, terutama pengguna veteran bukan pemula. Tentunya dalam sebuah kantor, sekolah, institusi yang mempunyai banyak pengguna akan sangat tidak praktis jika setiap orang harus diberikan komputer &amp;amp; modem untuk mengakses e-mail. Akan lebih sederhana, jika kita bisa membuatkan sebuah e-mail server yang akan mengatur e-mail untuk semua orang, mengambilkan semua mail di Internet, mengirimkan mail ke Internet, maupun mengirimkan e-mail antar pengguna lokal.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ada beberapa skenario yang dapat dikembangkan dalam memberikan fasilitas e-mail di sebuah sekolah / institusi. Tergantung pada jenis saluran komunikasi yang digunakan, ada yang menggunakan dedicated line (yang tersambung 24 jam), ada yang menggunakan dial-up (yang hanya sewaktu-waktu saja tersambung ke Internet). Lebih mudah urusannya jika anda memiliki dedicated line, akan berbeda &amp;amp; biasa cukup sulit urusannya jika sambungan anda berupa dial-up. Untuk e-mail lokal antar user di server yang sama, proses-nya amat sangat mudah &amp;amp; biasanya dapat beroperasi tanpa perlu banyak di setting.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Selain menset mailserver &amp;amp; software pengambil mail ke pop server di Internet, tentunya ada beberapa hal tambahan yang biasanya perlu di set di server Linux, seperti menambahkan user &amp;amp; memberikan mailbox untuk masing-masing user, menset dial-up ke Internet (untuk sambungan dial-up). Beberapa contoh praktis untuk menset hal tersebut pada Linux Mandrake akan di jelaskan pada tulisan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum melanjutkan pembahasan teknisnya, ada baiknya kita pelajari teori / konsep cara kerja sebuah mailserver. Dalam proses pengiriman e-mail ada komponen utama yang akan bermain, yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mail User Agent (MUA), seperti Microsoft Outlook,      Kmail, Eudora Mail, pine dll.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mail Transfer Agent (MTA), seperti qmail, sendmail,      postfix.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Local Delivery Agent (LDA), seperti qmail,      sendmail, postfix.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Umumnya MTA &amp;amp; LDA di sediakan di software mailserver yang sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Konsep mailserver dengan dedicated line&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada mailserver yang tersambung ke Internet melalui dedicated line (24 jam), proses yang terjadi menjadi sangat sederhana. Seperti tampak pada gambar, Alice mentik berita yang di tangkap oleh MUA. MUA kemudian akan memanggil MTA untuk mengirimkan e-mail ke MTA di mesin penerima. Setelah mail di terima seluruhnya &amp;amp; diketahui bahwa mail tersebut di tujukan untuk user lokal mail tersebut, MTA di mesin penerima akan memanggil LDA di mesin penerima untuk meletakan e-mail yang dia terima di mailbox Bob di mesin penerima.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesampainya mail dimailbox Bob, jika Bob mengaktifkan software untuk memberitahukan ada mail masuk (seperti biff) – maka Bob akan memperoleh pemberitahuan bahwa ada mail baru masuk ke mailbox-nya. Bob dapat membaca mail yang masuk menggunakan MUA di komputer Bob.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-------+&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;types&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;| sending |&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;calls&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|sending|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;| Alice |---------&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MUA&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|---------&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MTA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|::::&gt;::::&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;on the&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sending&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                        &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;machine&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;.......................................................................&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;SMTP&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;::&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt; ::::::::::::::::::::::::::::&lt;::::::::::::::::::::::::::::&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt; ::&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;+-------+&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|receiving|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;calls&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;delivers to&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;| Bob's |&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt; ::::&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MTA&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|---------&gt;| LDA |===============&gt;|mailbox|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;on the&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;receiving&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;machine&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                    &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;+----------------&lt;-------------+&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bob's&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;| Bob's |&lt;----------+&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;| notifier|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MUA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;+-------+&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;+-----&gt;| Bob |&lt;----+&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;+-----+&lt;/pre&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Konsep mailserver&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada hubungan dial-up&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk hubungan dial-up, kita menyelipkan satu proses antar pengirim &amp;amp; penerima mail yaitu mail server di Internet. Yang pada kenyataannya bisa berupa mail server freemail seperti yahoo.com atau mail server ISP. Hal ini diperlukan agar mail kita dapat di tampung sementara di Internet, selama hubungan dial-up belum dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada saat hubungan dial-up di lakukan, maka server mail lokal akan menjalankan program untuk mengambil mail di mail server Internet menggunakan protokol POP3 atau IMAP untuk di distribusikan ke mailbox lokal. Biasanya di Linux, kita menggunakan program fetchmail untuk mengambil mail server di Internet. Proses selanjutnya mirip dengan proses yang terjadi pada mailserver lokal yang tersambung ke dedicated line.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-------+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;types&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;| sending |&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;calls&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|sending|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;| Alice |---------&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MUA&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|---------&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MTA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|::::&gt;::::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;on the&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                                        &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sending&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;SMTP&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;machine&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::::::::::::::::::::::::::::&lt;::::::::::::::::::::::::::::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;.::.......................................................................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;+-------+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|receiving|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;calls&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;delivers&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;| Bob's |&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::::&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MTA&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|---------&gt;| LDA |============&gt;|server |::::&gt;::::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;to&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;|mailbox|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;on the&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mail&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                                                               &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;server&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;POP or IMAP&lt;span style=""&gt;                          &lt;/span&gt;::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::::::::::::::::::::::::::::&lt;:::::::::::::::::::::::::::::::::::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;.::........................................................................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;+-----------+ &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; :::::::&gt;::::::::::::| fetchmail |::::::::&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;on the&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;receiving&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;+-----------+&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;machine,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                                     &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;with fetchmail&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;::::::::::::::::&lt;:::::::::::::::::::&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;:: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;+-------+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|receiving|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;calls&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;delivers to&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;| Bob's |&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;::::&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MTA&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|---------&gt;| LDA |===============&gt;|mailbox|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;+-------+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                                                      &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                                                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;+----------------&lt;-------------+&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;+-------+&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bob's&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;| Bob's |&lt;----------+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;| notifier|&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;MUA&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;+---------+&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;+-------+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;.::........................................................................&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;without&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;fetchmail&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;+-----+&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;+----------+&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;+-----&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;----+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; ::&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bob's&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;| Bob |&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; :::::| POP/IMAP |----.---------&gt;|&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;|&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;MUA&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;|&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;+-----+&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;+----------+&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;h2&gt;Setup user Linux&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk memberikan mailbox untuk setiap orang / user, cara yang paling sederhana dengan menambahkan user di Linux server. Sebagai contoh, program userdrake (start &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; configuration &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; userdrake) adalah program utility untuk menambahkan (Add), mengedit (Edit), dan membuang (Delete) user. Jangan lupa jika proses telah di lakukan tekan tombol Save. Jika Save tidak di tekan, proses yang kia lakukan tidak akan terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style="'width:6in;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ASPIRE~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png" title="snapshot12"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada saat kita menambakan user di Linux, ada beberapa hal yang perlu di isi seperti, login, nama user (biasanya ada di kolom Comment), dan terakhir password. Kita juga akan memperoleh informasi dimana lokasi directory si user, biasanya ada di bawah directory /home.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" style="'width:230.25pt;height:282.75pt'" ole=""&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\ASPIRE~1\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.wmz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:oleobject type="Embed" progid="Word.Picture.8" shapeid="_x0000_i1026" drawaspect="Content" objectid="_1260941896"&gt;  &lt;/o:OLEObject&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Setup mailserver untuk e-mail lokal.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Untuk menerima &amp;amp; mengirimkan e-mail ke user lokal, sebetulnya sebuah mailserver tidak perlu di set apa-apa&lt;/span&gt;. Yang di perlukan hanya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Memastikan      bahwa ada software mailserver yang di install. Biasanya kalau kita      menggunakan Mandrake 8.0 ke atas, software yang di install adalah Postfix      yang amat sangat mudah menggunakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Check      apakah mailserver tersebut sudah langsung jalan di background pada saat      booting. Cara mencheck yang paling sederhana adalah dengan melakukan      perintah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;$ telnet localhost 25&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;dengan menggunakan perintah tersebut maka kita akan masuk ke mailserver. Biasanya software Telnet tidak di install pada setting default Mandrake, jadi kita harus memastikan agar telnet terinstall; atau di install melalui software manager.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Setup mailserver untuk mengirim e-mail ke Internet.&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Pada Linux Mandrake 8.0 ke atas, yang biasanya menggunakan mailserver postfix. File yang perlu diperhatikan pada saat setup mail server adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;/etc/postfix/main.cf&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Jika mailserver tersambung ke LAN, dan kita menginginkan aga semua workstation / PC di LAN dapat merelay mail ke Internet melalui mailserver, ada baiknya dibuka ijin untuk merelay dengan cara menulis parameter:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;mynetworks = 192.168.0.0/24, 127.0.0.0/8&lt;/span&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="background: yellow none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;dengan cara ini, maka semua workstation di LAN dengan IP 192.168.0.x dapat merelay mail ke Internet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mensetup agar mailserver dapat langsung mengirim ke Internet tidak sukar. Jika anda menggunakan dedicated line (24 jam), praktis mail server yang anda gunakan hampir tidak perlu di apa-apakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mailserver yang menggunakan hubungan dial-up ke Internet, agar proses pengiriman mail dapat dipercepat, ada baiknya di set parameter relayhost ke SMTP server milik ISP. Sebagai contoh relayhost saya yang menggunakan ISP indo.net.id, adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;relayhost = smtp.indo.net.id&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;Setup fetchmail untuk mengambil e-mail dari Internet.&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Langkah paling seru adalah untuk mengambil e-mail dari Internet. Jika anda mempunyai dedicated line, maka anda bisa memiliki domain sendiri &amp;amp; mail akan masuk langsung ke mailserver anda dan di distribusikan ke mailbox lokal oleh LDA tanpa puisng-pusing.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bila anda menggunakan hubungan dial-up, maka teknik e-mail dengan domain sendiri menjadi lumayan sulit &amp;amp; membuat kepala pusing. Karena anda meminta ISP untuk menjalankan teknik ETRN atau domain forwarding, yang memungkinkan anda untuk mengambil semua mail domain anda dari Internet walaupun menggunakan hubungan dial-up. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi anda yang menggunakan hubungan dial-up, saya sarankan untuk menggunakan mail di yahoo.com atau sebangsa-nya yang memberikan fasilitas POP kepada kita. Memang tidak terlalu wah tampaknya, karena kita tidak mempunyai domain sendiri – tapi tidak apa-apa karena semua komunikasi akan berjalan lancar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Untuk mem-POP semua mail user di yahoo.com, pada Linux Mandrake 8.0 saya menggunakan program fetchmail yang memungkinkan untuk mem-POP-kan beberapa mailbox sekaligus secara bersamaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Yang perlu dilakukan adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Buat / edit file /root/.fetchmailrc isikan      informasi di bawah ini, untuk masing-masing user-nya, misalnya:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;poll pop.mail.yahoo.com protocol pop3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;user "ani" password "rahasia_ani" is "ani" here;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;poll pop.mail.yahoo.com protocol pop3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;user "ayu" password "rahasia_ayu" is "ayu" here;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;poll pop.mail.yahoo.com protocol pop3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;user "paijo" password "rahasia" is "paijo" here;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;poll pop.mail.yahoo.com protocol pop3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;user "carox" password "gombal" is "carox” here;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;Dengan cara demikian e-mail &lt;a href="mailto:ani@yahoo.com"&gt;&lt;span style=""&gt;ani@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:ayu@yahoo.com"&gt;&lt;span style=""&gt;ayu@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:paijo@yahoo.com"&gt;&lt;span style=""&gt;paijo@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="mailto:carox@yahoo.com"&gt;&lt;span style=""&gt;carox@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; akan di ambil oleh fetchmail dan akan di simpan di mailbox lokal ani, ayu, paijo dan carox.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Agar      fetchmail dapat jalan dengan baik, ganti permission .fetchmailrc ke 710      dengan cara:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;# chmod 710 .fetchmailrc&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Pengambilan      semua mail tersebut dapat dilakukan dengan mudah, dengan menjalankan      perintah:&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;# fetchmail –v&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;h2&gt;User di Linux Server membaca e-mail.&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi user yang menggunakan workstation Linux &amp;amp; Server Linux, membaca e-mail dapat sangat dimudahkan dengan menggunakan Kmail. Tampilannya akan sangat mirip dengan Microsoft Outlook Express.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Beberapa hal yang perlu di setup dapat dilakukan pada bagian setup / konfigurasi Kmail-nya. Pertama-tama pada bagian identitas, kita dapat memasukan nama, organisasi, e-mail address kita.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Pada bagian network adalah bagian yang cukup penting, di sini kita menset SMTP server mana yang dapat kita gunakan untuk mengirimkan mail. Jika kita tahu hostname atau IP address dari server mail yang kita gunakan untuk mengirimkan mail ke Internet, maka kita dapat mengisikan hostname atau IP address server mail-nya. Dalam contoh, saya masukan server mail-nya adalah localhost.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Incoming mail juga dapat di set apakah akan membaca local mailbox atau mengambil-nya melalui POP server tertentu. Jika kita menggunakan fetchmail untuk mengambil mail semua user, maka kita cukup menset agar mengambil mail lokal saja di Kmail.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Tampilan berikut adalah setting untuk mengambil mail lokal. Praktis tidak ada yang perlu di set, hanya tekan tombol OK saja.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;User di Workstation di LAN membaca e-mail.&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagi workstation Windows yang terkait ke LAN, pembacaan mail dapat dilakukan menggunakan Microsoft Outlook Express (OE). Hati-hati menggunakan Microsoft Outlook Express (OE), karena walaupun mailserver anda Linux, virus akan tetap tembus ke Microsoft Outlook Express (OE). Berbeda jika anda menggunakan Kmail di Linux, kalaupun ada virus yang masuk dia tidak akan bisa jalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Untuk menset mail di OE, anda perlu masuk ke Tools &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Accounts &lt;span style="font-family:Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Mail. Di situ kita bisa menambah (Add), Remove account mail anda.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Jika anda menambahkan Mail account, pada bagian general kita bisa menset identitas seperti nama, organisasi, e-mail address sangat mirip dengan Kmail.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Pada bagian server, kita bisa menset POP3 (atau IMAP) server mana yang akan di pakai untukn mengambil mail. Disini kita bisa isi hostname atau IP address mesin Linux yang menjalankan mail server lokal tersebut. Dan tidak lupa hostname / IP address dari SMTP server untuk membuang mail ke luar. Untuk mengambil e-mail di POP3 / IMAP server, perlu dimasukan username &amp;amp; password-nya.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Dial Up Connection di Linux  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada Linux Mandrake yang menjalankan KDE sebagai Window Manager-nya, tersedia KPPP untuk hubungan dial-up ke ISP.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Pada bagian setup kita bisa menset hal yang berkaitan dengan account dial-up di ISP maupun modem yang digunakan.  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;Pada bagian device configuration, hal yang berkaitan dengan kecepatan, serial port mana yang digunakan apakah ttyS0 (COM1), ttyS1 (COM2), ttyS2 (COM3) atau ttyS3 (COM4).  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian account, kita bisa menset nomor telepon ISP tempat kita masuk ke Internet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-2454769601301647143?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2454769601301647143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2454769601301647143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/01/membuat-mail-server-linux-onno-w-purbo.html' title='Membuat Mail Server Linux- Onno W. Purbo'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-8707334243432320793</id><published>2008-01-03T01:22:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T17:43:47.382-08:00</updated><title type='text'>Permasalahan Internet Untuk Pendidikan</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify;font-family:verdana;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;   Penjabaran di atas tentunya membawa kita pada pertanyaan mengapa kita belum banyak menggunakan Internet untuk keperluan pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan, dimana sebagian akan diungkapkan pada bagian-bagian di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Kurangnya penguasaan bahasa Inggris&lt;/b&gt;. Suka atau tidak suka, sebagian besar informasi di Internet tersedia dalam bahasa Inggris. Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keunggulan (advantage).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia.&lt;/b&gt; Kita sadari bahwa tidak semua orang Indonesia akan belajar bahasa Inggris. Untuk itu sumber informasi dalam bahasa Indonesia harus tersedia. Saat ini belum banyak sumber informasi pendidikan yang tersedia dalam bahasa Indonesia. Konsep berbagi (sharring), misalnya dengan membuat materi-materi pendidikan di Internet, belum merasuk. Inisiatif langka seperti ini sudah ada namun masih kurang banyak. Contohnya:&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p  class="MsoListBullet" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;                Untukmu Indonesia : &lt;a href="http://untukmu.indonesiaforum.org/"&gt;http://untukmu.Indonesiaforum.org&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt; &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Akses Internet masih mahal.&lt;/b&gt; Meskipun sudah tersedia, akses ke Internet masih mahal. Namun hal ini diharapkan akan menjadi lebih murah di masa yang akan datang. Diharapkan akselerasi penurunan harga menjadi fokus utama dari Pemerintah. Mekanisme lain adalah adanya subsidi dari pemerintah untuk institusi pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Akses Internet masih susah diperoleh.&lt;/b&gt; Beberapa daerah di Indonesia masih belum memiliki jalur telepon yang dapat digunakan untuk mengakses Internet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Guru belum siap.&lt;/b&gt; Guru di Indonesia masih belum siap untuk menggunakan Internet sebagai bagian dari pengajarannya. Padahal guru merupakan salah satu pengguna yang dapat memanfaatkan Internet sebaik-baiknya. Salah satu contohnya adalah mencari soal-soal latihan untuk kelasnya. Jika setiap guru di Indonesia membuat dua (2) soal dan menyimpannya di Internet, maka akan ada ribuan bahkan bisa jutaan soal yang dapat digunakan untuk latihan di kelas. (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Budi Raharjo&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-8707334243432320793?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/8707334243432320793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/8707334243432320793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/01/permasalahan-internet-untuk-pendidikan.html' title='Permasalahan Internet Untuk Pendidikan'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7019897959074715012.post-2811415268175395413</id><published>2008-01-02T17:55:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T17:44:34.155-08:00</updated><title type='text'>Manfaat Internet Bagi Pendidikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Agak janggal bagi penulis untuk menuliskan manfaat Internet bagi pendidikan. Namun, untuk memperjelas maka akan penulis ulas secara singkat manfaat Internet bagi pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Akses ke sumber informasi.&lt;/b&gt; Sebelum adanya Internet, masalah utama yang dihadapi oleh pendidikan (di seluruh dunia) adalah akses kepada sumber informasi. Perpustakaan yang konvensional merupakan sumber informasi yang sayangnya tidak murah. Buku-buku dan journal harus dibeli dengan harga mahal. Pengelolaan yang baik juga tidak mudah. Sehingga akibatnya banyak tempat di berbagai lokasi di dunia (termasuk di dunia Barat) yang tidak memiliki perpustakaan yang lengkap. Adanya Internet memungkinkan mengakses kepada sumber informasi yang mulai tersedia banyak. Dengan kata lain, masalah akses semestinya bukan menjadi masalah lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat besar. Bidang apa pun yang anda minati, pasti ada informasi di Internet. Contoh-contoh sumber informasi yang tersedia secara online antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Library&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Online Journal&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;font-size:7;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Online courses. MIT mulai membuka semua materi kuliahnya di Internet.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p style="font-family: verdana;" class="MsoListBullet"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di Indonesia, masalah kelangkaan sumber informasi konvensional (perpustakaan) lebih berat dibanding dengan tempat lain. Adanya Internet merupakan salah satu solusi pamungkas untuk mengatasi masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Akses ke pakar.&lt;/b&gt; Internet menghilangkan batas ruang dan waktu sehingga memungkinan seorang siswa berkomunikasi dengan pakar di tempat lain. Seorang siswa di Makassar dapat berkonsultasi dengan dosen di Bandung atau bahkan di Palo Alto, Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Media kerjasama.&lt;/b&gt; Kolaborasi atau kerjasama antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang pendidikan dapat terjadi dengan lebih mudah, efisien, dan lebih murah.(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Budi Raharjo&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7019897959074715012-2811415268175395413?l=alim-bahri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2811415268175395413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7019897959074715012/posts/default/2811415268175395413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alim-bahri.blogspot.com/2008/01/manfaat-internet-bagi-pendidikan.html' title='Manfaat Internet Bagi Pendidikan'/><author><name>Alim Bahri - Pengajaran dalam sebuah blog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11293306810166731844</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_ngBN1WINFuw/SEdWeHVevyI/AAAAAAAAAEA/vti3f4DXV4U/S220/alim1.jpg'/></author></entry></feed>
